23 Dec 2015

Kenalin Ini Ruang Jahitku

Kegiatan menjahit yang dulu identik dengan kaum ibu-ibu, kini bukan lagi merupakan hal yang tabu bagi wanita modern. Bahkan kegiatan ini sudah merupakan bagian dari hobi yang banyak digemari oleh banyak kalangan bahkan para remaja.

Yang hobi menjahit, pasti memiliki beragam koleksi bahan dan perlengkapan pendukung jahit-menjahit selain mesin jahit. Dan kesemuanya itu biasanya diletakkan dan ditata di dalam satu ruangan khusus. Begitu pula dengan saya, tentu akan merasa nyaman jika saat ingin menyalurkan hobi menjahit dilakukan di dalam suatu ruangan khusus yang juga berisi segala perlengkapan yang mendukung hobi menjahit saya. Seperti ruang jahit saya ini contohnya.


Ruangan yang sederhana dan hanya memanfaatkan sebagian ruangan yang tidak terlalu besar. Saya meletakkan perlengkapan menjahit saya di dinding, tepat di atas mesin jahit kesayangan saya si Janome NS7322, agar tidak terlalu memakan banyak tempat. Selain itu juga bermanfaat sebagai ornamen dinding agar terlihat lebih menarik.

Karena pelit atas dasar ingin mengasah kreatifitas dalam berkarya, maka saya memutuskan untuk membuat dan mendesain sendiri sewing tool organizer (tempat perlengkapan menjahit) dengan bahan seadanya dan dibantu oleh si abang husby tercinta. Lumayan ngirit lah ya, hehe.

Untuk mendesain ruang jahit sendiri tidak harus mahal loh, apalagi harus membeli rak ataupun organizer khusus. Saya memanfaatkan ram aksesoris beserta gantungannya (hook) sebagai perlengkapan utama untuk sewing tool organizer. Tempat benang jahitnya pun juga saya buat sendiri dengan memanfaatkan papan bekas. Bahkan saya juga memanfaatkan wadah bumbu dapur yang tidak terpakai untuk saya jadikan tempat jarum dan perlengkapan jahit lainnya yang berukuran kecil. Kapan-kapan akan saya bahas cara membuatnya.

Tapi jangan ditanya ruangan yang tampak rapi ini akan bertahan berapa lama. Seperti kebanyakan para pemilik hobi yang sama, setiap setelah melakukan kegiatan jahit-menjahit tentu ruang akan menjadi berantakan seperti kapal pecah, hehe. Hayo ngaku? :p

Hmm sudah kenalan kan ama ruang jahit saya. Semoga menjadi inspirasi. Kalau ruang jahitmu bagaimana..? ;)

20:01 14 Comments

15 Dec 2015

Mengenal Ukuran Jarum Mesin Jahit

Di dalam menjahit, khususnya menggunakan mesin jahit, kita juga perlu mengenal lebih jauh mengenai jarum mesin jahit sebagai pendukung kelancaran dalam menjahit. Seperti jarum jahit tangan yang mempunyai ukuran bermacam-macam, demikian halnya dengan jarum mesin jahit. Yup, jarum yang digunakan khusus untuk mesin jahit ini selain memiliki beberapa tipe, juga memiliki ukuran yang beragam dan umumnya dinyatakan dengan "kode nomor". Semakin tinggi tingkat ketebalan kain maka semakin besar pula ukuran jarum jahit yang dibutuhkan.

Di mana letak "kode nomor" jarum mesin jahit?
Pada umumnya nomor pada jarum mesin jahit tertera pada kemasan dan juga pada pangkal jarum. Kode nomor ini mendefinisikan ukuran jarum mesin jahit. Semakin kecil nomor yang tertera maka semakin kecil pula ukuran jarum jahit, demikian pula sebaliknya. Penomoran pada jarum mesin jahit tertera di semua jenis jarum jahit, baik jarum jahit universal (yang biasa kita kenakan) maupun jarum jahit khusus, sebagaimana berfungsi untuk membedakan ukuran jarum jahit.



Apa arti dari dua "kode nomor/angka" yang tertera?
Pada gambar di atas, terdapat tulisan "ORGAN 90/14". Yang artinya adalah sebagai berikut:
"ORGAN" menyatakan bahwa jarum tersebut ber-merek Organ.
"90/14" menyatakan ukuran jarum. (terkadang juga tertera "14/90" pada beberapa merek jarum lainnya)
Sebenarnya angka "90" dan "14" ini mendefinisikan satu ukuran yang sama. Jadi angka "90" merupakan European size, dimana mengikuti standar satuan ukuran yang berlaku di daerah Eropa. Sedangkan angka "14" merupakan American size, dimana mengikuti standar satuan ukuran yang berlaku di daerah Amerika. Dan di negara kita sendiri umumnya mengikuti standar satuan ukuran Amerika. Yah kurang lebih sama halnya dengan satuan ukuran sepatu, dimana ukuran sepatu nomor 36 (European size) sama dengan ukuran sepatu nomor 6 (U.S/American size).


Bagaimana menentukan ukuran jarum yang tepat untuk kain?
Perbedaan ukuran/nomor pada jarum mesin jahit ini dibuat demi kelancaran dalam kegiatan jahit-menjahit. Ukuran jarum jahit yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan jenis kain yang akan dijahit. Karena jika salah memilih ukuran jarum juga dapat mengakibatkan jarum bengkok bahkan patah atau juga malah merusak kain yang dijahit.

Berikut adalah petunjuk umum dalam memilih jarum mesin jahit berdasarkan nomor jarum dan tipe kain yang cocok digunakan:
  1. Nomor 9/65 : cocok digunakan untuk tipe delicate fabrics atau jenis kain yang sangat tipis(menerawang) serta  mempunyai karakteristik halus dan lembut, seperti sifon, lace/tile, maupun organdi.

  2. Nomor 10/70 & 11/75 : cocok digunakan untuk jenis light-weight / very-fine fabrics atau kain yang tipis tapi tidak begitu menerawang seperti taffeta, sutra, velvet/beludru.

  3. Nomor 13/85 & 14/90 : cocok untuk tipe medium weight fabrics atau kain dengan ketebalan sedang yang umumnya dipakai, seperti katun, linen, flannel dan kain stretch.

  4. Nomor 16/100 : biasa digunakan untuk menjahit kain dengan tipe medium-heavy fabrics atau kain yang agak tebal, seperti kain wool, bahan jas, soft-denim.

  5. Nomor 18/110 ke atas : cocok untuk jenis heavy fabrics atau kain yang sangat tebal, seperti jeans/denim, kanvas, bahan korden, maupun kulit. Juga biasa digunakan untuk menjahit bahan dengan ketebalan sedang namun dijahit berlapis, seperti contohnya untuk membuat tas.
Petunjuk pemakaian jarum mesin jahit di atas biasanya digunakan jika kita memakai jarum jahit standar yang biasa kita pakai pada umumnya atau disebut juga dengan jarum universal. Namun untuk menghasilkan jahitan yang lebih bagus pada jenis kain tertentu, seperti kain kaos(stretch), jeans maupun kulit, alangkah baiknya mengenakan jarum jahit khusus yang disesuaikan dengan jenis jarum jahit beserta tingkat ketebalan kain.

Happy sewing.. :)


16:27 14 Comments

8 Dec 2015

Jamur Kancing Crispy Pedas

Biar masih ada kesan craftingnya, kali ini saya akan berbagi resep masakan yang sedikit berbau kancing. Nah lo?? Tenang-tenang, ini tetap bisa dimakan koq. :D

Kancing yang satu ini bukan kancing biasa. Yup, ini dia jamur kancing crispy pedas ala-ala saya, hihi. Bahasa kerennya spicy crispy champignon kali yah. Bisa dijadikan camilan saat santai sore hari, dan tentunya sehat dan bergizi. Dijamin rasanya tetap enak walaupun tanpa menggunakan penyedap rasa, lebih menyehatkan tentunya.


Yuk ikut aku memasak di dapur. Ini dia bahan yang dibutuhkan untuk membuat jamur kancing crispy pedas.
Bahan utama :
  - jamur kancing / champignon (1 bungkus)
  - air es
  - minyak goreng

Bumbu crispy :
  - tepung beras (5 sdm)
  - tepung tapioka (2 sdm)
  - merica (secukupnya)
  - garam (secukupnya)
  - bubuk bawang putih (secukupnya)
  - cabe rawit iris tipis (5 buah)

Pelengkap :
  - saus tomat / saus sambal
  - mayonnaise
  - bubuk cabe


Cara membuat :
  1. Campur semua bumbu menjadi satu dalam wadah, aduk rata.
  2. Sementara itu cuci bersih jamur, dan iris tipis. Rendam beberapa detik saja ke dalam air es, tiriskan.
  3. Selagi jamur dalam keadaan agak basah, langsung masukkan dalam wadah berisi tepung yang telah berbumbu. Aduk/balur rata dengan tepung.
  4. Panaskan minyak, goreng jamur hingga berwarna keemasan, tiriskan.
  5. Sajikan selagi hangat dengan saus sambal / mayonnaise, bisa juga tambahkan taburan bubuk cabe sesuai selera.
Hmm nyam nyamm. Selamat mencoba.. ^^
10:07 67 Comments

7 Dec 2015

Membuat Bros dari Perca Batik

Hai hai. Siapa yang tidak suka batik? Sebagai bangsa Indonesia kita wajib dong mencintai salah satu warisan budaya negeri kita tercinta ini.

Walaupun belum begitu paham dengan jenis-jenis batik nusantara, namun saya pun termasuk salah satu penggemar batik nih. Saking ngiritnya cintanya dengan batik, kain batik sisa menjahit pakaian dari penjahitpun kadang masih saya minta kembali, hihi. Lumayan kan jadi punya banyak koleksi perca batik. :p

Membuat Bros dari Perca Batik

Karena saya berhijab, maka kali ini saya akan mencoba memanfaatkan salah satu koleksi kain perca batik saya untuk dibuat menjadi bros hijab yang sangat simple. Yuk kita sama-sama belajar membuat bros cantik dari kain perca batik.

Bahan yang diperlukan:
  - Kain perca batik
  - Benang dan jarum
  - Gunting
  - Lem tembak
  - Kain flanel
  - Peniti bros
  - Manik-manik atau aksesoris pendukung

Membuat Bros dari Perca Batik
Bahan yang diperlukan

Membuat Bros dari Perca Batik
Cara membuat bros dari kain perca batik

Ikuti langkah cara mudah membuat bros oval dari kain perca batik seperti yang tertera pada gambar di atas. Rinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan kain perca batik dengan ukuran memanjang. Saya menggunakan ukuran 5 x 95cm. Tekuk ujung kain ke bagian dalam (bagian kain yang buruk), untuk menutupi tiras ujung kain. Lakukan pada kedua ujung kain.
  2. Lipat kain menjadi dua (satukan tiras kain) dan jahit jelujur pinggirnya hingga ke ujung. Lalu serut hingga hasilnya tampak seperti pada gambar nomor 3.
  3. Potong sisa tiras, atau kemudian bakar tepi tirasnya pada api agar rapi. Kemudian satukan ujung kain dengan menumpuk sedikit bagian ujung kain, lalu jahit atau lem.
  4. Bentuk kain memanjang(oval). Lalu buat alas bros dari kain flanel bebentuk oval, sesuaikan dengan ukuran panjang bros (kurangi 1 - 2 cm dari ukuran bros/kain yang telah dibentuk oval). Saya menggunakan ukuran 4 x 6,5 cm.
    Kemudian rapatkan tepian tiras kain yang saling berhadapan hingga bagian tengah tidak ada rongga. Lalu lem pada sekeliling alas bros.
    Pasang peniti bros pada bagian belakang alas bros (flanel).
  5. Masukkan benang pada salah satu ujung tiras kain, lalu masukkan mutsin/manik-manik ke dalam benang dan jahit untuk menutupi bagian tengah bros. Bisa juga ditutup dengan aksesoris lain sesuai selera. :)

Membuat Bros dari Perca Batik
Alternatif lain menggunakan aksesoris diamond baris

Kini bros batik saya sudah jadi dan siap menjadi aksesoris untuk mempercantik hijab saya. Bros buatan kamu mana..? :)

13:05 30 Comments

6 Dec 2015

Mengenal Jenis Jarum Mesin Jahit Universal

Jarum jahit tentu merupakan salah satu perlengkapan utama dalam menjahit. Namun tahukah kamu bahwa ada beragam jenis jarum jahit yang tidak hanya dibedakan dari segi ukuran jarum saja, tetapi berdasarkan media kain maupun berdasarkan jenis mesin yang dipakai. Dan yang akan saya bahas kali ini adalah mengenai jarum jahit universal.

Apa itu jarum jahit universal?
Seperti arti kata universal yang berarti umum, maka jarum jahit universal adalah jarum jahit  standar dengan bagian ujung jarum (point) runcing namun sedikit membulat (tidak terlalu runcing), tidak mempunyai kode warna dan cocok digunakan untuk menjahit kain pada umumnya. Jenis jarum ini adalah jenis jarum standar yang biasa kita kenal dan wajib kita miliki. Jarum jahit inilah yang biasa kita gunakan di mesin jahit rumahan kita, baik itu mesin jahit konvensional (manual) maupun mesin jahit listrik (multifungsi).


Loh memangnya ada jarum mesin jahit yang gak umum ya? Tentu ada. Ada beberapa jenis jarum jahit khusus yang dipergunakan spesial untuk menjahit bahan-bahan yang memerlukan perhatian/treatment khusus dalam menjahitnya, semisal jeans, kain kaos hingga kulit. Perbedaan lebih spesifiknya terdapat pada bagian ujung jarum, namun secara kasat mata akan sedikit sulit untuk membedakannya. Biasanya jenis jarum jahit khusus ini ditandai dengan kode warna tertentu di bagian jarumnya. Nanti akan saya bahas di lain waktu ya.

Umumnya jika kita membeli di toko alat jahit, kita tidak perlu menyebutkan untuk membeli jarum jahit universal. Bisa diketawain kali ama penjualnya, hihi. Karena secara tidak langsung jika kita ingin membeli jarum mesin jahit, sudah pasti penjual toko akan memberikan kita jarum standar ini.

Selain itu, seperti yang saya tahu memang pada kemasan jarum dengan harga standar biasanya tidak menuliskan spesifikasi detail jenis jarum. Biasanya pada kemasan luar hanya tertera spesifikasi ukuran jarum. Berbeda dengan jarum jahit merk tertentu yang dikemas secara premium dan dengan harga yang pasti lebih mahal, biasanya ada spesifikasi mengenai klasifikasi jarum. Jadi pada kemasan luar umumnya terdapat keterangan "universal needle" beserta spesifikasi ukuran jarum. Gunanya untuk membedakan dengan jenis jarum khusus yang lainnya.


Kelebihan dan kekurangan jarum jahit universal
Singkatnya jarum jahit universal ini adalah jarum serbaguna yang wajib kita miliki. Selain itu juga sangat mudah ditemukan di setiap toko perlengkapan alat jahit. Karena bersifat universal maka jenis jarum ini bisa digunakan untuk menjahit di hampir semua jenis kain pada umumnya seperti katun, sifon, sutra, rayon, jeans, kanvas, dan lain sebagainya. Tinggal disesuaikan saja ukuran jarumnya berdasarkan dengan tingkat ketebalan kain yang akan dijahit.

Walaupun juga dapat digunakan untuk menjahit berbagai macam kain, namun jarum ini kurang berfungsi secara maksimal saat digunakan untuk menjahit beberapa jenis kain tertentu. Memang masih bisa menggunakan jarum jahit universal(standar) ini, namun hasilnya tidak akan serapi menggunakan jarum jahit khusus.

Khususnya pada jenis kain yang bersifat sangat lentur dan elastis (stretch) atau kain kaos seperti jersey, lycra maupun spandex. Dari hasil pengalaman saya saat menjahit bahan spandex menggunakan jarum jahit universal, biasanya pola jahitannya akan loncat-loncat (ada bagian yang tidak terjahit), atau terkadang benang hasil jahitannya menjadi kurang rapat (sedikit longgar). Lihat di sini untuk tips dan trik menjahit kain kaos.

Sekian penjelasan mengenai definisi jarum jahit universal, yang tentunya saya dapatkan dari pengalaman saya dalam belajar menjahit. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sama-sama sedang mendalami ilmu jahit-menjahit. Sekarang saya mau lanjut belajar menjahit lagi ya. Siapa yang mau ikut? :)

Happy sewing.. ^__^

15:17 44 Comments

5 Dec 2015

Serunya Pengalaman Membeli Mesin Jahit

Saya ingin banyak dan lama sedikit bercerita tentang pengalaman saya dalam membeli mesin jahit. Jujur saya sendiri baru memiliki mesin jahit sekitar 2 tahun belakangan ini. Aahh campur aduk rasanya saat baru pertama kali punya mesin jahit sendiri, jauh lebih bahagia daripada punya hp baru atau motor baru. *biarin deh dibilang norak :p

Tapi pengalaman saya saat pertama kali membeli mesin jahit kala itu, nyaris membuat saya galau dan gundah gulana, secara pengetahuan saya di dunia jahit menjahit terutama permesin jahitan masih terbilang cethek sangat minim. Pada waktu itu, yang saya hanya tahu hanya ada dua jenis mesin jahit, yaitu mesin jahit manual yang berwarna hitam seperti milik mama, dan juga mesin jahit listrik seperti milik tante saya. Dan ternyata semakin ke sini semakin banyak pula berbagai jenis dan type mesin jahit yang beredar di pasaran.




Pengalaman membeli mesin jahit mini stapler
Sebelum membeli mesin jahit beneran, saya sempat tertarik untuk membeli mesin jahit mini yang berbentuk seperti stapler. Waktu itu saya membeli di seorang pedagang kaki lima di depan pertokoan dengan harga Rp.40.000. Katanya mesin jahit ini bisa digunakan hingga bahan jeans dan bahannya lumayan kuat dibanding dengan mesin jahit stapler yang berharga Rp.25.000. Di sana si penjual juga mempraktekkan cara menjahitnya dengan menggunakan bahan kain jeans. Wah harga segini sudah bisa jahit bahan jeans pula, pikir saya. Tak lama berpikir, saya pun langsung membelinya. Lumayan bisa dipakai untuk permak pakaian yang lepas jahitannya atau untuk membuat aksesoris.

Cara pengoperasiannya sama persis seperti stapler, ditekan menggunakan tangan secara manual maka akan membentuk satu jahitan. Dan pertama kali saya mencoba membuat aksesoris menggunakan kain jeans dengan mesin jahit stapler ini memang lancar. Namun, setelah beberapa kali pemakaian koq tiba-tiba jahitannya loncat-loncat, lalu benar-benar sama sekali tidak dapat digunakan.

Ah, padahal baru sehari saya pakai mesin jahit ini, selebihnya tidak dapat digunakan. Entah karena memang bodinya yang ringkih dan saya paksakan menjahit bahan jeans (karena mengikuti perkataan si penjual) atau memang karena kesialan saya saja yang kebetulan mendapatkan barang yang cacat produksi.


Pengalaman membeli mesin jahit listrik (multifungsi)
Setelah sedikit kecewa dengan mesin jahit mini dan uang hasil ngerayu suami tabungan sudah cukup, maka saya putuskan untuk membeli mesin jahit sungguhan yang sewajarnya. Karena ingin melihat secara langsung dan tidak ingin terkena biaya ongkos kirim yang mahal maka saya memutuskan untuk tidak membeli mesin jahit secara online. Berbekal sedikit ilmu hasil browsing dari internet, kemudian saya nekat pergi ke beberapa toko mesin jahit di kota saya tinggal.

Ketidaktahuan saya mengenai ragam dan jenis mesin jahit juga nyaris membuat saya sedikit tertipu oleh beberapa penjual mesin jahit, salah satunya seperti ditawarkan harga yang jauh lebih mahal dari harga pasaran. Tak jarang juga terkadang si penjual bersikap jutek dan kurang ramah saat menjawab pertanyaan saya tentang detail dan fitur mesin jahit. Ah mungkin hanya kebetulan juga kali ya bertemu penjual yang kurang ramah seperti itu.

Tapi berbekal pengalaman tersebut saya jadi semakin bertambah ilmu, yang tadinya saya kira hanya ponsel saja yang ada garansi tidak resmi, ternyata mesin jahit juga demikian, terutama pada mesin jahit listrik. Walaupun mesin jahit itu sama persis,  namun ada beberapa penjual yang hanya memberikan garansi selama 1 tahun (garansi resmi pada umumnya), ada yang 6 bulan, bahkan ada juga yang tidak mampu menjelaskan detail spesifikasi garansi mesin jahit tersebut. *nah loe? >__<

Dan saya juga akhirnya baru mengetahui bahwa ternyata mesin jahit listrik multifungsi ini ada yang paten (harus pakai meja sebagai penyangga), ada yang portable (tanpa meja), dan juga semi portable. Selain itu ada mesin jahit yang pengaturannya manual dan ada juga yang digital. Pun juga ada mesin jahit yang tanpa menggunakan pedal. Dari sisi bahan pun juga ada yang berbody luar dan dalam full plastik (kecuali mesin), ada juga yang berbody full besi, ada juga yang campuran dari keduanya.

Dan semua pengetahuan tentang permesin jahitan yang saya miliki ini bisa saya dapatkan hanya dalam waktu sehari, walaupun harus dengan berpanas-panasan keliling dari toko ke toko dan terkadang mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dari beberapa penjual. Namun tentunya tidak mungkin bisa saya dapatkan dari hasil browsing seharian karena informasi yang masih terbatas atau mungkin quota internet yang terbatas, haha. :D

Duh kebayang kan gimana makin bingungnya saya saat akan membeli mesin jahit. Belum lagi fitur-fitur termasuk berbagai macam pola jahitan yang ditawarkan di setiap mesin jahit listrik. Secara harga mesin jahit listrik ini sama seperti harga hp, jadi saya memang sangat selektif memilihnya. *takut ogah rugi :p


Lalu mesin jahit apa yang akhirnya saya beli? Intipin di sini aja. Kalau kamu, bagaimana pengalamanmu membeli mesin jahit?

17:31 54 Comments

4 Dec 2015

Apa Itu DIY ?

Tentu teman-teman pernah dan sering mendengar kata DIY kan? Karena ini merupakan blog crafting, maka yang saya bahas tentu bukanlah Daerah Istimewa Yogyakarta. DIY yang saya maksudkan ini adalah kepanjangan dari do it yourself.

Sesuai kepanjangannya yang berasal dari bahasa Inggris, DIY atau do it yourself  jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka dapat berarti "lakukan sendiri". Atau dalam bahasa gaulnya berarti kerjain sendiri, bikin sendiri.




Apa itu DIY?
Menurut sang ratu kamus alias Wikipedia Indonesia, ternyata DIY (do it yourself) dalam bahasa Indonesia ini disebut juga sebagai swakriya. Nah loh, saya koq baru dengar ya dengan istilah ini? Malahan saya lebih familiar istilah DIY daripada swakriya. *tutup muka pakai bantal >__<

Jadi berdasarkan Wikipedia Indonesia, swakriya (dalam bahasa Inggris: DIY - do it yourself) adalah metode membangun, memodifikasi, atau memperbaiki sesuatu tanpa bantuan seorang ahli atau profesional. Penelitian akademik menggambarkan swakriya sebagai perilaku di mana "seorang individu terlibat bahan baku, semi-baku, dan bagian komponen untuk memproduksi, mengubah, atau menyusun ulang kepemilikan materi, termasuk yang diambil dari lingkungan alam (misalnya, lanskap)".

Secara garis besarnya, DIY (do it yourself) ini berarti suatu kegiatan membuat, memperbaiki dan atau memodifikasi sesuatu yang dilakukan sendiri oleh seseorang tanpa memerlukan bantuan seorang yang ahli di bidangnya. Seperti misalnya, si Surtiani ingin mengikuti kontes fashion kucing, dan saat kontes berlangsung ia ingin kucing peliharaannya yang dinamakan Raisya mengenakan pakaian yang bagus dan lucu, lalu Surtiani mencoba untuk membuat sendiri pakain untuk si Raisya dengan bahan dan perlengkapan yang ia miliki tanpa harus pergi ke penjahit. Nah contoh cerita kegiatan Surtiani yang membuatkan baju untuk Raisya ini bisa disebut sebagai DIY. Akan tetapi kegiatan mandi sendiri, cuci piring sendiri serta cuci baju sendiri tidak dapat disebut sebagai DIY ya teman-teman. *nama dan kasus cerita ini hanyalah sekedar contoh semata, mohon maaf jika ada kesamaan dalam penulisan kisah atau nama :)

Ternyata istilah ini sudah dikenal setidaknya sejak tahun 1912 dan mulai dipakai secara umum di negara Amerika Serikat sejak tahun 1950-an, terutama pada kegiatan perbaikan rumah dan pemeliharaan. Dan seiring perkembangan waktu, istilah ini semakin dikenal dan meluas di berbagai bidang khususnya dalam bidang seni kerajinan dan keterampilan atau crafting. Bahkan semakin banyak kita jumpai tutorial DIY yang berhubungan dengan crafting baik berupa blog maupun video.

Manfaat DIY
DIY bukan hanya merupakan kegiatan iseng-iseng yang dilakukan hanya untuk sekedar mengisi waktu luang, Meskipun terlihat tidak praktis (dibandingkan dengan membeli), namun ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dalam melakukan DIY ini yaitu :
1. menambah kreatifitas
2. menambah wawasan
3. menghemat biaya
4. barang yang dibuat unik / tidak pasaran
5. mandiri
6. perasaan puas dan bangga dengan hasil karya buatan sendiri

Sekarang sudah tahu kan apa itu DIY beserta kelebihannya. Nah apakah kalian berminat untuk mencoba ber-DIY ria..? :)

14:05 26 Comments

3 Dec 2015

Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)

Membaca buku adalah salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Tak hanya sekedar menambah ilmu pengetahuan, namun kegiatan ini juga disinyalir mampu melepas penat dan menghilangkan kebosanan. Tapi akan menjadi tidak mengasyikkan apabila di saat akan melanjutkan membaca namun tidak ingat pada halaman keberapa terakhir kali kita membacanya.

Untuk itulah pembatas buku sangat diperlukan sebagai penanda buku. Namun tidak semua buku, baik novel, komik, ensiklopedia maupun jenis buku yang lainnya, mempunyai pembatas buku. Sayang sekali kan jika kita harus mencari-cari terlebih dahulu halaman mana yang terakhir kali dibaca, atau bahkan harus melipat halaman buku sebagai penanda.

Yuk..yuk..kita membuat pembatas buku sendiri saja yang juga dapat berfungsi sebagai penghias buku. Kali ini saya akan membuat kreasi DIY (do it yourself) cara membuat pembatas buku dari paperclip (klip kertas) dengan juntai yang cantik sekali seperti saya. *prettt :p

DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)


Bahan yang diperlukan:
  - paper clip (warna-warni)
  - juntai rantai
  - round nose plier (tang pelintir)


Langkah Pertama
Langkah awal yang harus dilakukan pada tutorial membuat pembatas buku juntai ini adalah membentuk paperclip menjadi bentuk hati. Lakukan seperti pada penjelasan di bawah ini sesuai dengan nomor gambar.
DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)
1. Pegang bagian tengah paper clip (bagian kawat yang lurus) dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang ujung paper clip yang melengkung seperti pada gambar nomor 1.
2. Tekan ke dalam (ujung paper clip yang melengkung) sambil tetap menjepit bagian tengah paper clip, agar bagian bawah clip berbentuk sudut dan bagian tengah atasnya saling menyilang seperti bentuk hati.
3. Paperclip yang sudah dibentuk menyerupai hati akan tampak seperti pada gambar nomor 3.
4. Rapikan bentuk hati dengan sedikit mengangkat ke atas pada bagian clip yang ada di jempol sebelah kiri.


Langkah Kedua
Berikutnya adalah memasang juntai ke paper clip yang telah berbentuk hati. Berikut adalah uraian penjelasannya.
DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)
5. Pegang bagian paling atas juntai (ring) seperti yang ditunjuk oleh tanda panah berwarna merah.
6. Buka ring tersebut menggunakan tang, dan kaitkan pada bagian tengah atas hati (bagian paper clip yang saling menyilang).
7. Tutup kembali ring tadi menggunakan tang.
8. Hasilnya akan tampak seperti ini jika bentuk hati (paper clip) terbalik.

Langkah Ketiga
Selanjutnya tinggal memasang pembatas buku (bookmark) juntai ini di bagian halaman buku yang diinginkan. Pembatas buku ini juga bisa dipasang di halaman buku diary kamu. ;)
DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)

9. Posisikan paper clip seperti bentuk hati.
10. Masukkan kertas pada bagian tengah-tengah di antara sisi clip yang berbentuk sudut (bagian bawah sudut hati) dengan bagian clip yang menyilang seperti pada gambar.

Jika dilihat dari bagian dalam / halaman buku, seperti yang terlihat pada gambar di atas (bagian bawah), maka tampak di sebelah kiri yaitu bentuk pembatas buku paper clip tampak depan (berbentuk hati), sedangkan pada gambar di sebelah kanan adalah penampakan pada bagian belakangnya (bagian yang saling menyilang). Sedangkan juntainya tentu menjuntai keluar area buku. :)


DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)

Dan seperti inilah bentuk pembatas bukunya jika dilihat dari bagian sampul buku. Jadi semakin semangat membaca buku ya, karena selain sebagai penanda buku, pembatas buku ini juga bermanfaat sebagai hiasan buku milik kamu. Jadi cantik luar dalam kan? *ah itu kan saya :D

Lihat juga tutorial membuat juntai anggur untuk aksesoris.
Untuk kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat pembatas buku juntai ini, nih silakan diintip videonya saja. Jangan lupa juga untuk like dan subscribe video ini di Youtube. *aih promo :p


07:03 12 Comments

2 Dec 2015

Celemek Kenangan

Hai hai.. Mau sedikit pamer share cerita aja sih. Tadi aku habis buka-buka lemari niatnya sih mau cari sprei untuk tempat tidur aku. Eh gak taunya malah nemu celemek unyu-unyu ini.


Melihat celemek ini membuatku flashback ke masa lalu. Karena celemek ini dibuat beberapa tahun yang lalu tepatnya saat aku duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahasa beken Inggrisnya sih apron. Jaman dulu aku lebih kenal dengan istilah celemek, karena dulu belum ada acara Master Chef, jadi aku gak kenal tuh yang namanya apron, hihi. *ketauan tuanya deh  >__<

Celemek ini dibuat sebagai tugas sekolah, aku lupa sih lebih tepatnya tugas mata pelajaran apa. Sepertinya tugas seni dan kerajinan tangan kali ya. Seingatku celemek ini mendapatkan nilai 9 dari si ibu guru *mudah-mudahan ingatanku masih normal.

Aku yang jahit? Oh tentu tidak *pengakuan dosa. Jaman dulu sih aku baru bisa jahit bandana atau sekedar permak benerin dan makeover pakaian. Celemek ini mama aku yang jahit, tapi bukan berarti aku gak ikut andil dalam membuat celemek ini. Aku juga kebagian jahit sih walaupun hanya memasang rendanya aja, dan pita-pita di kantongnya juga aku yang menambahkan. Eh tapi aku juga loh yang bikin desain celemek ini, terutama yang punya ide kantong di bagian dada berbentuk semangka itu, juga dua kantong di depannya *pamerrrrr. Dan dijahitnya menggunakan mesin jahit manual yang berwarna hitam itu. Sepertinya jaman dulu belum ada mesin jahit listrik/portable *aduh ketauan lagi tuanya :D

Curang donk ya tugas sekolah koq dibikinin mama, hehe. Ah itu sih salah gurunya aja, lah di sekolah gak ada pelajaran menjahit menggunakan mesin jahit koq malah diberi tugas bikin celemek *ampun bu guru. Masa iya mau jahit manual, duh kapan selesainya, ini tugas loh yang harus segera dikumpulkan *alibi. Dan rata-rata teman sekelasku juga gak bikin celemek sendiri alias sama-sama dijahitin tetangga orang tua masing-masing. Aku yakin si ibu guru juga pasti tahu deh kalau bukan muridnya yang bikin, jarang banget kan ada anak SMP bisa kece gitu jahitnya.

Nah baru nyadar juga, tumben-tumbenan nih nulis pakai kata "aku". Sekali-sekali boleh beda lah ya biar ada variasi, hehe. Sekian kisah kecurangan masa SMPku bersama celemek kenangan aku. Kamu..kamu..pernah curang apa di sekolah? :p

19:10 98 Comments

1 Dec 2015

Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali

Bagi para wanita muslimah pasti tidak asing lagi dengan mukena bali. Mukena atau perlengkapan sholat wanita ini sempat booming di dua tahun belakangan ini. Bahkan hingga kini pun mukena bali masih banyak peminatnya karena bahannya yang lembut, jatuh dan dingin sehingga nyaman dikenakan, walaupun sudah sedikit tergeser dengan kehadiran mukena katun jepang.

Sebetulnya saya sendiri kurang begitu paham dengan asal usul mukena bali. Karena mukena ini tidak hanya dijual dan diproduksi di Bali, namun di berbagai daerah pun juga banyak yang memproduksinya. Mungkin dinamakan demikian karena bahannya yang menggunakan kain rayon yang identik dengan motif bunga-bunga seperti kain pantai (kain bali) yang biasa kita jumpai di pulau Bali.


Saat ini kain rayon yang biasa dipakai sebagai bahan mukena bali ini semakin mudah kita jumpai di pasaran. Jadi kita juga bisa membuat mukena bali sendiri di rumah tanpa harus pergi ke Bali untuk membeli kainnya, hehe. Pada umumnya kain ini identik dengan motif bunga-bunga di salah satu tepian sisinya, sedangkan di bagian lainnya tidak bermotif (polos). Namun ada juga yang bermotif di kedua tepi sisinya (bagian polos berada di tengah) dan juga ada yang full motif.

Bagi yang ingin berkreasi membuat mukena sendiri, langkah yang pertama harus dilakukan tentu adalah membuat pola kemudian memotong bahan (kain) sesuai dengan pola yang telah dibuat. Pada dasarnya pola dasar untuk membuat mukena bali sama dengan mukena biasa pada umumnya. Namun karena umumnya motif pada kain rayon (bahan untuk mukena bali) hanya berada di sebagian sisinya, terkadang membuat kita menjadi kebingungan untuk memotong pola mukena bali. Alih-alih bisa jadi salah potong dan gagal untuk menjahit mukena bali. Untuk teman-teman peminat mukena bali dan ingin membuatnya sendiri, berikut ini saya berikan tips untuk memotong pola mukena bali agar hasil mukena nantinya terlihat lebih menarik.

Lihat di sini jika ingin praktek membuat pola mukena untuk pemula.


Pola Pertama
Pada dasarnya cara memotong pola mukena bali sama seperti dengan cara memotong mukena pada umumnya. Untuk membuat bawahan mukena juga seperti biasa cukup siapkan kain yang telah diukur untuk menjadi bawahan mukena (berbentuk persegi panjang) dan sambungkan kedua sisinya dengan dijahit.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Pada gambar di atas ini (bagian atas) terdapat gambar ilustrasi kain rayon (bahan mukena bali) yang akan dijadikan atasan mukena. Untuk membuat pola dasar, lipat kain tersebut menjadi dua bagian, dan hasilnya akan nampak seperti gambar di bawahnya. Pada gambar tersebut, terlihat garis putus-putus berwarna merah (berbentuk seperti seperempat lingkaran) yaitu sebagai penanda untuk memotong kain yang akan dijadikan atasan mukena.

Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali

Setelah kain dipotong, hasilnya akan nampak seperti gambar di atas ini. Pola seperti ini adalah pola dasar mukena bali pada umumnya. Kita tinggal menambahkan pola untuk bagian ikat kepala dan bagian dagu.

Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali

Pola dasar inilah yang nantinya jika selesai dijahit maka akan menghasilkan mukena seperti pada gambar di atas ini, dimana pada bagian depan dari atasan mukena bermotif polos, sedangkan motif bunga-bunga berada di bagian belakang. Gambaran lebih jelasnya perhatikan pada gambar ilustrasi berikut ini.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Bentuk mukena bali dari pola pertama




Pola Kedua
Alternatif model lainnya,kita bisa membuat mukena bali dengan motif bunga-bunga berada pada bagian depan, mulai dari kepala hingga bagian dada ke bawah. Perbedaannya hanya terdapat pada letak pemotongan polanya. Perhatikan gambar berikut.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Jika pada pola pertama bagian kepala ada di sisi kain sebelah atas (bagian yang polos), maka untuk pola kedua bagian kepada berada di sisi kain sebelah bawah (bagian yang bermotif bunga). Cara memotongnya juga tinggal mengikuti garis putus-putus berwarna merah. Dan hasil akhir mukena yang selesai dijahit akan tampak seperti gambar ilustrasi di bawah ini.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Bentuk mukena bali dari pola kedua

Menarik kan. Nah kalian lebih suka pola yang mana? Kalau saya sih suka keduanya. Kalau kalian sudah bisa membuat pola mukena, kita lanjut belajar membuat mukena di sini yuk. Selamat berkreasi ya.. :)

16:28 57 Comments