15 Dec 2015

Mengenal Ukuran Jarum Mesin Jahit

Di dalam menjahit, khususnya menggunakan mesin jahit, kita juga perlu mengenal lebih jauh mengenai jarum mesin jahit sebagai pendukung kelancaran dalam menjahit. Seperti jarum jahit tangan yang mempunyai ukuran bermacam-macam, demikian halnya dengan jarum mesin jahit. Yup, jarum yang digunakan khusus untuk mesin jahit ini selain memiliki beberapa tipe, juga memiliki ukuran yang beragam dan umumnya dinyatakan dengan "kode nomor". Semakin tinggi tingkat ketebalan kain maka semakin besar pula ukuran jarum jahit yang dibutuhkan.

Di mana letak "kode nomor" jarum mesin jahit?
Pada umumnya nomor pada jarum mesin jahit tertera pada kemasan dan juga pada pangkal jarum. Kode nomor ini mendefinisikan ukuran jarum mesin jahit. Semakin kecil nomor yang tertera maka semakin kecil pula ukuran jarum jahit, demikian pula sebaliknya. Penomoran pada jarum mesin jahit tertera di semua jenis jarum jahit, baik jarum jahit universal (yang biasa kita kenakan) maupun jarum jahit khusus, sebagaimana berfungsi untuk membedakan ukuran jarum jahit.



Apa arti dari dua "kode nomor/angka" yang tertera?
Pada gambar di atas, terdapat tulisan "ORGAN 90/14". Yang artinya adalah sebagai berikut:
"ORGAN" menyatakan bahwa jarum tersebut ber-merek Organ.
"90/14" menyatakan ukuran jarum. (terkadang juga tertera "14/90" pada beberapa merek jarum lainnya)
Sebenarnya angka "90" dan "14" ini mendefinisikan satu ukuran yang sama. Jadi angka "90" merupakan European size, dimana mengikuti standar satuan ukuran yang berlaku di daerah Eropa. Sedangkan angka "14" merupakan American size, dimana mengikuti standar satuan ukuran yang berlaku di daerah Amerika. Dan di negara kita sendiri umumnya mengikuti standar satuan ukuran Amerika. Yah kurang lebih sama halnya dengan satuan ukuran sepatu, dimana ukuran sepatu nomor 36 (European size) sama dengan ukuran sepatu nomor 6 (U.S/American size).


Bagaimana menentukan ukuran jarum yang tepat untuk kain?
Perbedaan ukuran/nomor pada jarum mesin jahit ini dibuat demi kelancaran dalam kegiatan jahit-menjahit. Ukuran jarum jahit yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan jenis kain yang akan dijahit. Karena jika salah memilih ukuran jarum juga dapat mengakibatkan jarum bengkok bahkan patah atau juga malah merusak kain yang dijahit.

Berikut adalah petunjuk umum dalam memilih jarum mesin jahit berdasarkan nomor jarum dan tipe kain yang cocok digunakan:
  1. Nomor 9/65 : cocok digunakan untuk tipe delicate fabrics atau jenis kain yang sangat tipis(menerawang) serta  mempunyai karakteristik halus dan lembut, seperti sifon, lace/tile, maupun organdi.

  2. Nomor 10/70 & 11/75 : cocok digunakan untuk jenis light-weight / very-fine fabrics atau kain yang tipis tapi tidak begitu menerawang seperti taffeta, sutra, velvet/beludru.

  3. Nomor 13/85 & 14/90 : cocok untuk tipe medium weight fabrics atau kain dengan ketebalan sedang yang umumnya dipakai, seperti katun, linen, flannel dan kain stretch.

  4. Nomor 16/100 : biasa digunakan untuk menjahit kain dengan tipe medium-heavy fabrics atau kain yang agak tebal, seperti kain wool, bahan jas, soft-denim.

  5. Nomor 18/110 ke atas : cocok untuk jenis heavy fabrics atau kain yang sangat tebal, seperti jeans/denim, kanvas, bahan korden, maupun kulit. Juga biasa digunakan untuk menjahit bahan dengan ketebalan sedang namun dijahit berlapis, seperti contohnya untuk membuat tas.
Petunjuk pemakaian jarum mesin jahit di atas biasanya digunakan jika kita memakai jarum jahit standar yang biasa kita pakai pada umumnya atau disebut juga dengan jarum universal. Namun untuk menghasilkan jahitan yang lebih bagus pada jenis kain tertentu, seperti kain kaos(stretch), jeans maupun kulit, alangkah baiknya mengenakan jarum jahit khusus yang disesuaikan dengan jenis jarum jahit beserta tingkat ketebalan kain.

Happy sewing.. :)


16:27 11 Comments

11 comments Write Comments

Maaf mau tanya...
Jarum saya patah ukurannya 90/14 terus saya ganti pake jarum 13 tp benang bagian atas saya putus terus... ngaruh tidak y jarumnya...
Terima kasih

Hai mbak Intan, sebenarnya banyak faktor sih yang bikin benang mudah putus.
Yg aku alami, biasanya krn kain yg dijahit terlalu tebal/berlapis2,
Atau ketegangan benangnya terlalu rapat.
Posisi normal biasanya ada di angka 3-5.
Bisa di cek juga dengan cara benang atas coba di tarik dengan tangan, kalau susah ditarik/seret berarti ketegangan benang perlu dilonggarkan..
Posisi jarum yg salah juga bisa mempengaruhi, coba di cek lagi apakah sudah benar bagian yg datar ada di belakang dan bagian yang lengkung ada di depan..
Semoga membantu ya mbak.. :)

Bermanfaat skali artikelnya, makasih 😍😍🙌

Kalo ukuran benang yg sprti 60/2, gitu" gmna cara ngebedainnya, msih suka bingung.. :-(

Maaf saya mau tanya kalau untuk membordir pakai jarum yang uukuran 9,14,21 atau 23?. Trims

Hallo mba...sebelumnya terimakasih utk share infonya, yang mau saya tanyakan kalau menggunakan benang nylon utk bagian atas dan spulnya yang harus dipakai jarum nomor berapa? Terimakasih.

maaf mau tanya kak, kalau kain tenun pakai nomor jarum berapa ya? makasih

maaf kalau mesin jahit portabel yg bisa ganti jarum jahitan. kira2 bisa jahit celana jeans ga. yg pas buat lipatan bawah minimal 3 lipatan.. cocok y pake jarum nomor brp yah?

Artikelnya berguna banget mba.. . Barokalloh ya mba.. .

Saya mau tanya juga mba., kalau buat bahan kaos, pakai jarum no brp mba?

Makasih banyak ya mba

Kalau jahitan loncat atau benang tidak saling mengait karena bahan terlalu berlapis2 kenapa ya? Saya menjahit ban pinggang pada seragam sekolah..

Benang cinta ku putus dengan si Dia berapa jarum kah yg harus kuminum/kumakan dan ukuran berapa? ...... heheheheg

Terimakasih untuk berkomentar dengan baik dan sopan... :)