29 Okt 2020

Cara Membuat Plastic Yarn

Oktober 29, 2020 3

Sampah plastik memang masih menjadi momok bagi lingkungan. Tidak hanya di Indonesia, namun hampir di setiap belahan dunia, sampah plastik memang termasuk salah satu permasalahan yang cukup serius dikarenakan sifatnya yang tidak mudah terurai.


Berbagai cara mulai ditempuh dalam rangka mengurangi pencemaran sampah plastik ini. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Dan mengubah kantong plastik belanja menjadi plastic yarn (benang / tali plastik) adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan. Plastic yarn ini dapat berfungsi layaknya t-shirt yarn yang nantinya juga bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam kreasi kerajinan. Contohnya seperti dirajut menjadi tas, wadah maupun berbagai kreasi lainnya.


Seru juga kan kalau kita sendiri juga bisa turut andil dalam memanfaatkan sampah plastik yang ada di rumah kita menjadi sesuatu yang lebih berharga kembali. Walau pas lagi belanja di minimarket udah berusaha bawa tas belanja yang berbahan kain, tapi masih ada sampah plastik dari bungkus paketan barang belanjaan yang dibeli dari online shop yang masih susah dihindari, huhu. Apalagi kalau lagi musim diskonan di marketplace nih, merasa berdosa juga sih kalau belanja cuman sedikit tapi plastik bungkus paketannya jadi numpuk, huhu. Makanya aku cobain aja tuk dipilah dan diubah jadi plastic yarn.

Plarn / plastic yarn dari kantong plastik

Plastic yarn atau biasa disingkat sebagai plarn ini bisa dibuat dari kantong plastik atau tas kresek, selain itu juga bisa dibuat dari plastik kemasan dari paket pengiriman barang. Kalau dari plastik bungkus paketan, biasanya aku pilah dulu. Pisahkan atau buang dulu kertas/sticker yang menempel di plastik, seperti kertas alamat pengiriman maupun detail transaksi pengiriman supaya kantong plastiknya jadi nggak terlalu tebal dan kaku. 

Step tutorial membuat " plastic yarn (plarn) "
Rapihkan kantong plastiknya. Kemudian lipat ke samping menjadi 2 bagian dan sisakan sekitar 4cm di bagian kanan plastik . Jadi permukaan bagian kanan plastik (atau yang ada di bawah) lebih lebar daripada bagian kiri plastik (atas) ya. [Lihat di gambar sebelah kanan]

Potong bagian paling bawahnya. Selanjutnya, masih dengan posisi dilipat seperti tadi, potong-potong kantong plastik dengan lebar kurang lebih 4-6cm, atau tergantung ingin ketebalan yang seberapa. Potong dengan panjang sampai pada batas ujung plastik bagian kiri. Jadi yang sisa 4cm tadi jangan ikutan digunting. Jika lipatannya dibuka, hasilnya akan tampak seperti pada gambar yang ada di sebelah kanan.

Kemudian pindah posisi bagian yang tak terpotong berada di bagian atas. Caranya masukkan tangan ke bagian dalam kantong untuk membuka sela-sela kantong plastik, dan ubah posisi lipatan plastik (yang berada di tengah) menjadi berada di bagian pinggir kanan dan kiri plastik, sehingga bagian tak terpotongnya jadi berada di tengah seperti ini.


Lalu gunting menyerong mengikuti tanda garis kuning seperti di atas. Dan hasilnya nanti akan menjadi potongan tali memanjang seperti ini. 

Lanjutkan memotongnya sampai pada ujung kiri. Nah biasanya nanti tiap tali yang dihasilkan dari 1 kantong plastik, aku sambung pakai lem tembak (glue gun) dengan tali lainnya yang warnanya serupa.

Oh iya, kantong plastik yang aku pakai di atas masih ada sisa sticker dari ekspedisi jasa pengirimannya karena susah dilepas. Kalau mau dibersihkan semua, bisa direndam agak lama dulu di dalam air agar lem dari stickernya mudah lepas. Berhubung aku lagi males, jadi ya udah aku biarin gitu aja 😁. Nanti sewaktu akan dibuat rajutan, bagian yang ada sisa stickernya bisa dilipat di bagian dalam agar tak terlihat. 

22 Okt 2020

Asinan Buah Sambal Bangkok

Oktober 22, 2020 2
Lama nggak share resep nih. Nggak pede sebenernya, karena nggak ahli masak juga tapi sok-sok-an share resep, hihi. Yah namanya juga blog bebikinan, sah-sah aja kan ya kalau aku share apapun yang aku bikin, hehe (*maksa).

Kali ini aku mau share resep membuat asinan buah cuman pakai sambal bangkok. Berawal dari ngeliat instastory temen yang berakhir bikin ngiler. Dalam hati, masa iya pake sambal bangkok botolan yang biasa ku buat makan gorengan itu? Apa pakai bumbu rujak bangkok? Atau ada sambal bangkok yang lainnya? Apa akunya nih yang nggak update masakan bangkok? Eh setelah kutanya langsung, ternyata beneran pakai sambal bangkok botolan itu tuh yang biasa jadi saus cocolan dimsum.

Penasaran juga nih, beneran cocok nggak yah kalau dimakan pakai buah? Secara biasanya kan ku pakai makan gorengan atau siomay gitu. Kebetulan mumpung punya stocknya juga nih. Dan sewaktu aku cek di kemasannya, ternyata emang ada keterangannya loh kalau sambal ini cocok disajikan untuk salad buah juga. Nah lo, baru ngeh nih aku, haha. Jangan-jangan kamu juga?

Yodahlah yuk cuss langsung bikin aja. Cara bikinnya super duper gampang banget, cocok buat kamu yang mager tapi pengen bikin plus ngemil yang asem-asem pedes seger. 

Bahan yang dibutuhkan :
  • Buah nanas
  • Buah mangga muda
  • Sambal bangkok botol (aku pakai Indofood)
  • Air matang
  • Gula secukupnya

Langkah membuat Asinan Buah Sambal Bangkok :
  1. Potong-potong buah nanas dan mangga muda kira-kira sampai 2/3 mangkuk, atau sesuai selera.
  2. Tambahkan sambal bangkok kira-kira hingga seperempat botol sambal atau sesuai selera.
  3. Beri air sampai mangkuk hampir terisi penuh. Aduk rata.
  4. Koreksi rasa. Kalau kurang tahan pedas, tambahkan gula 2sdt / sesuai selera, aduk rata.
  5. Masukkan ke dalam kulkas agar segar, biarkan buah terendam kuah sambalnya selama beberapa saat. Semakin lama, akan semakin terasa lebih sedap. Biasanya bikin malam, baru dimakan esok harinya. Kalau mau cepat dan udah nggak tahan ingin keburu dimakan, bisa masukkan saja di freezer sebentar.
Asinan buah ini emang cocok disantap dalam kondisi dingin. Apalagi dimakannya pas siang bolong saat lagi panas-panasnya gitu. Beuuhh, nyess banget di tenggorokan. Rasanya segar banget, ada perpaduan rasa asam, pedas, manis dan agak asin (*yah namanya juga asinan) plus ada aroma bawang putih khasnya rasa sambal bangkok.  

17 Okt 2020

Bermain dengan Bayangan

Oktober 17, 2020 14
Pagi hari termasuk salah satu waktu yang tepat kalau kamu akan mengambil foto di dalam rumah dengan memanfaatkan cahaya alami dari matahari. Seperti yang pernah aku bahas di postingan tentang " tips motret kece pakai hp untuk pemula ", bahwa waktu ideal untuk memotret dengan memanfaatkan cahaya matahari pagi adalah sekitar jam 6.30 - 9.00. Karena saat itu cahaya matahari masih belum terlalu terang sekali, "nggak nyentrong" kalau kata orang Jawa. Tapi hal ini bukan jadi patokan pasti, karena juga tergantung kondisi cuaca pada saat itu.


Kalau kali ini, justru aku malah mencoba memanfaatkan bayangan yang dihasilkan dari pancaran sinar matahari. Pagi itu, sekitar pukul 8:30, saat itu nggak sengaja melihat ke arah pintu kasa. Eh ternyata di lantai depan pintu itu terlihat ada bayangan yang terbentuk dari pintu kasa. Pintu kasa ini memang menghadap ke arah timur. Jadi kebetulan pada waktu itu sinar matahari yang cahayanya lagi cerah-cerahnya memancar ke arah pintu kasa hingga membentuk bayangan seperti ini.

Wah dipakai buat foto-foto sepertinya cakep juga nih, begitu kataku dalam hati. Kenapa baru kepikiran kali ini ya? Beneran baru nyadar aku tuh ada bayangan cantik begini kalau pagi hari. Karena selama ini lihat foto orang lain yang cakep-cakep itu kan pakai efek shadow dari jendela. Pengennya juga dapet bayangan jendela, tapi malah cahayanya cuman ngelewatin pintu kasa itu 😄. Gpp deh, gitu aja juga udah alhamdulillah senengnya. 
 


* Ingin tahu behind the scene lainnya? Cek akun Instagram phonegraphy aku ya di sini @aiynov. Jangan lupa di follow juga. 😀

Langsung deh ku ambil alas foto dan beberapa perintilan props untuk foto, dan seperti biasa jepret aja pakai hp. Cuman pakai props cangkir dan shawl aja, buat ngetes dulu cakep banget ato enggak. Dan memang agak males juga sih kalau foto pagi-pagi, hehe. Awalnya juga nggak kepikiran untuk bikin BTS (behind the scene) dari foto ini. Eh nggak taunya, begitu tau hasilnya cakep juga ( * menurut aku ) , malah jadi pengen fotoin lagi. Yasudah, kucoba ambil buku sama kacamata, biar berlaga seperti lagi baca buku syantik, padahal aslinya malah di depan pintu, wkwk. Kira-kira begitulah BTS (behind the scene)-nya. 

Padahal sebenernya ini cakep juga loh kalau dimanfaatkan untuk foto produk dengan nuansa syahdu gitu. Misalnya untuk foto produk seperti shawl atau bahkan kain batik. Efek shadows atau bayangan ini nggak melulu akan mengganggu fokus pada object yang akan difoto. Justru dengan teknik tertentu, malah akan menambah kesan dramatis pada object foto. 

Sebelum ada yang bertanya, "Eh, eh.. itu koq cangkirnya kosong tapi di foto ada isinya?". Jadi emang fotonya pakai cangkir kosong , karena kelamaan kalau kudu bikin kopi duluan ya kan, wkwk. Maka aku edit aja di aplikasi picsart, pakai sticker bergambar kopi. 

Sekalian cerita juga nih, kalau agak siangan sedikit, pancaran cahaya mataharinya itu majuan tuh jadi di depan pintu sebelah luar (halaman) . Sampai pada akhirnya maju lagi ke halaman depan situ yang nanti bakalan membentuk bayangan dedaunan mangga, yg pernah ku pakai foto di postingan sebelumnya tentang ciptakan foto ala cafe dari rumah. Sampai-sampai kalau pas lagi jemur bantal atau kerupuk mentah, tiap 1-2 jam sekali kudu dipindahin maju sedikit-sedikit ke arah timur biar objectnya jemurannya pas kena teriknya matahari 😄.

Dan intinya, masyaAllah ada bayangan pintu kasa aja dah bikin pagiku bahagia 😍. Yuk cobain juga deh untuk foto produk jualan kamu, siapa tau kamu nggak nyadar juga kalau sebenarnya ada bayangan cantik yang terbentuk di sudut rumah kamu. Coba deh di cek ya besok pagi, kira-kira ada bayangan cantik yang seperti apa?


12 Okt 2020

Cara membuat (Makeover) Jilbab Crochet

Oktober 12, 2020 2

Pas lagi buka medsos, eh di beranda kok sering muncul postingan online shop yang jual pashmina atau jilbab crochet. Mungkin karena bagian tepi jilbabnya dihias seperti renda rajutan gitu. Ada juga yang bilang jilbab picot. Setelah ku cari tahu, ternyata proses pembuatan rajutannya ini menggunakan mesin picot, baru tahu juga nih aku. Motif renda rajutnya ini ada yang terdiri dari 1 layer saja maupun 2 layer.  Cantik juga yah. 

Kalau dilihat sekilas, polanya sih seperti pola rajutan tusuk rantai aja. Wah kayaknya bisa juga nih kalau bikin sendiri, hahaiy 😉. Mumpung lagi kekinian, jadi pengen ikutan juga ah punya hijab crochet ini, dan...... cobain bikin sendiri donk pastinya 😀. 

Hjab crochet (kiri) 1 layer , (kanan) 2 layer


Skill level :

Easy (mudah)

Catatan :

ch = chain (s) / rantai
sc = single crochet
sl st = slip stitch



Bahan yang dibutuhkan untuk membuat jilbab picot :
  1. Jilbab ( sebenarnya terserah mau pakai jilbab apa aja, bisa jilbab instan, pashmina, atau segiempat. Kali ini aku pakai jilbab segiempat cornskin)
  2. Benang jahit 3 roll
  3. Wadah / cup kecil untuk tempat benang
  4. Hakpen rajut (aku pakai merk Rose nomor 1/0)
  5. Gunting
  6. Jarum jahit



Tutorial membuat hijab crochet / picot :

Masukkan benang ke dalam cup untuk memudahkan agar benang tidak menggelinding sewaktu merajut. Oh iya, di sini aku pakai 3 benang jahit warna abu-abu yang agak sedikit berbeda warna. Karena emang punyanya itu sih, dan lagi males beli ke toko jahit jadi aku pakai bahan yang ada, hehe. Tapi waktu dicoba bikin rajutannya, nggak seberapa kentara juga kok karena warnyanya nyaris sama. 



Berhubung ini pakai jilbab square, cara memakainya tentu perlu dilipat menjadi segitiga , sehingga sisi bagian dalamnya nggak akan terlihat. Maka teman-teman bisa merajutnya hanya di 2 sisi saja , atau kalau mau rajin merajut di semua sisi juga tak apa 😀. Tapi karena aku seringnya suka pakai jilbab segiempat yang dilipat jadi persegi panjang, jadi aku akan merajutnya di ketiga sisi jilbab. 



Row 1 ( layer 1 ) :

ch di paling ujung jilbab (sebagai pengganti sc di awal) - ch4.
sc di setiap 2 baris jahitan kelim jilbab  -  ch4 [ulangi step ini sampai diseluruh permukaan sisi jilbab yang dirajut].

Saat mengambil benang, sisakan bagian ujung benang agak panjang agar nantinya memudahkan untuk dijahit mati pada bagian buruk jilbab. Aku memasukkan hakpen di bagian bawah lipatan kelim jilbab agar lebih mudah. Lihat gambar di bawah ini. 
Cara memasukkan hakpen di jilbab untuk mengambil benang




sc di setiap 2 baris jahitan
step pola pada layer ke-1


Lakukan crochet / rajutan pada layer pertama sesuai dengan pola yang sudah aku sebutkan di atas pada round 1. Ulangi sampai ujung sisi yang terakhir. Dan jika selesai, hasilnya akan terlihat seperti ini. 

Hijab crochet 1 layer

1 layer saja sebenarnya juga cukup manis ya. Tapi kalau kamu mau bikin renda rajutnya menjadi 2 layer , maka lanjutkan step berikut.


Row 2 ( layer 2 ) :

Balik jilbab (pada posisi bagian buruk kain).
ch2.
slst di bagian space ch yang ada di round 1   -  ch5 [ulangi di setiap ch space sampai yang terakhir] . 


step pola pada layer ke-2



Lakukan sampai ch space yang terakhir. Kemudian potong benang berikan sisa agak panjang. Masukkan ketiga ujung benang pada jarum, lalu jahit mati pada kain di bagian belakang jilbab. Lakukan juga pada ujung benang yang ada pada awal rajutan. Dan hasilnya akan terlihat seperti ini.

Hijab crochet 2 layer


Waktu tahap awal bikin (belum selesai), aku kok merasa kurang suka ya ama rajutan yang 2 layer ini. Kesannya terlalu ramai. Jadi pas di tengah jalan gitu, sempat aku dedel lagi loh. Tapi demi tutorial hijab crochet ini akhirnya aku bikin lagi deh sampai selesai. Eh ternyata cakep juga pas udah jadi 😀😀. Nah kalau kamu, lebih suka yang 1 layer atau 2 layer? Atau mau bikin jadi 5 layer juga boleh-boleh aja, hihi. 






 

27 Sep 2020

Ide Kreasi DIY dari Kaos Lamamu

September 27, 2020 0
Jangan keburu buang kaos lamamu yang sudah usang dan nggak layak pakai. Karena masih bisa dijadiin barang yang layak untuk dipakai lagi loh. Lah emang bisa? Bisa banget kalau kita upcycle atau rombak kembali menjadi sesuatu yang baru dengan beberapa cara. Bisa dijahit kembali, diikat, dianyam atau bahkan dirajut. Wah seru kan.

Apa aja sih kreasi DIY yang bisa dibuat dari kaos lama yang tidak terpakai lagi? Nah di bawah ini adalah beberapa contoh bebikinan yang pernah aku buat dari t-shirt bekas milik beberapa orang penghuni rumahku, wkwk. Hmm, jangan bilang kalau kamu mau kasih baju bekasmu untuk minta dibikinin juga, bikin sendiri aja gih! 😛.


Placemat / coaster rajut
Suka merajut? Nggak ada salahnya bikin tablemat (placemat) atau alas meja rajut dari kaos bekasmu seperti ini.

Caranya ubah dulu kaos menjadi t-shirt yarn atau benang dari bahan kaos dengan cara digunting. Setelah menjadi t-shirt yarn, baru selanjutnya dirajut dengan pola melingkar seperti ini. Dan hasilnya, jadi tatakan meja yang cantik seperti baru.


Rug / karpet
Karpet dari bahan kaos seperti foto di bawah ini, cara membuatnya juga dirajut. Sama seperti cara membuat placemat rajut. Hanya saja buat dengan ukuran yang lebih besar. Aku juga memakai beberapa kaos yang berbeda warna sebagai variasi. Cantik kan?
   



Keset
Rug rajut seperti di atas, bisa juga kamu alih-fungsikan sebagai keset di depan kamar mandi loh. Atau bisa juga membuat keset dari bahan kaos dengan cara dianyam seperti yang dijual di pasar-pasar.


Macrame plant hanger
Ini nih yang lagi kekinian dan bisa bikin tampilan rumahmu makin cantik cuma dari baju bekasmu. Usahakan pakai kaos yang berwarna netral seperti putih atau cream biar nggak terlalu ramai kalau mau bikin gantungan pot macrame dari kaos lamamu yang udah nggak terpakai. 


Caranya gunting kaos memanjang dengan lebar sekitar 3-5cm hingga menyerupai tali. Siapkan pot yang akan dipakai. Ikat-ikat tali dari potongan kaos menggunakan teknik macrame kemudian pasang pada pot. Isi pot dengan tanaman marambat atau tanaman gantung. Gantungin deh di beberapa sudut rumahmu asal jangan gantung di hatimu yah 😆😆.


Pin cushion
Kalau ini sih nggak butuh bahan yang banyak. Jadi sisa potongan kaos yang kamu pakai masih bisa dimanfaatkan juga untuk membuat bantalan tuspin. Cukup potong kain menjadi dua bagian dengan bentuk persegi sekitar 6x6 cm atau bentuk lainnya sesuai keinginan kamu. Sambungkan kedua bagian kain dengan dijahit, beri sisa untuk lubang atau sedikit ruang untuk memasukkan dakron. Isi dengan dakron lalu tutup lubang dengan jahitan. Jadi deh bantalan jarum pentul mini ini.


Bros
Sisa potongan kaos yang kamu kreasikan juga masih bisa dibikin menjadi beberapa bros. Contohnya seperti bros pita ini. Kamu juga bisa kreasikan dengan model bros yang lainnya ya. Lihat di sini untuk cara membuat pitanya.




Masker kain kaos
Lagi masa pandemi dan katanya bahan kaos sangat recommended menjadi bahan masker. Nggak ada salahnya juga bikin masker dari kaos bekas, asal yang masih bagusan ya dan nggak ada lubang alias bolong-bolong. Juga jangan salah menempatkan pola di bagian ketiak kaos, ntar maskermu aroma bau ketek kan nggak asyik juga, hehe. 

Tapi menjahit kain kaos ini agak susah-susah gampang sih. Memang agak berbeda dari menjahit kain seperti biasanya. Lihat juga yuk tips dan trik cara menjahit kain kaos yang aku rangkum di sini sesuai dengan pengalaman aku.  



Sarung Bantal Sofa
Kamu punya t-shirt yang udah nggak muat 😁 tapi sayang ama gambarnya yang kece? Eits, bisa kamu jadiin cushion cover aja nih kayak gini. Yuk cek aja di sini untuk melihat cara membuat sarung bantal dari tshirt bekas

sarung bantal sofa dari kaos bekas



Ciput jilbab
Nah kalau ini aku bikinnya dari bahan kaos rajut sih. Tapi bisa juga kamu bikin dari bahan kaos katun atau kaos rayon bahkan lebih nyaman lagi dipakai. Lihat cara membuat dalaman jilbab rajut dari baju lamamu di sini.



Dan sebetulnya masih banyak lagi kreasi lainnya yang bisa dimanfaatkan dari limbah kaos bekas. Nah kalau kamu, kaos bekasnya dikemanain? Didaur ulang juga seperti beberapa contoh di atas, eh atau malah bikin kreasi yang lainnya? Share yuk..!


26 Agu 2020

Ciptakan Foto Nuansa Cafe Hanya dari Rumah

Agustus 26, 2020 6
Assalamu'alaikum. Hai hai, apa kabar? Masih betah #dirumahaja kan? Harus betah donk ya. Sebisa mungkin keluar rumah hanya kalau ada keperluan yang penting-penting aja, biar pandemi ini juga segera berlalu, aamiin.

Aku mau sedikit sharing nih tentang tips foto kece cuma dari rumah aja. Dan seperti biasa, tentunya gear yang aku gunakan ya cuman pakai kamera hp. Cuman yang akan aku bahas kali ini sih lebih kepada konsep dan penataan. Jadi pakai kamera apapun juga bisa aja sih dipraktekin, itu juga kalau kalian tertarik ama tips receh aku ini, hehe. Kali ini konsep yang akan ku angkat adalah tentang nuansa cafe. Seperti foto di bawah ini nih, fotonya udah " cafe look a like " nggak sih? Berasa lagi ngafe outdoor gitu yah. Tapi padahal cuman di rumah aja. Nah loe?



" Mbak.. mbak, rumahnya emang kayak cafe kali? "
Enggak gaes, foto ini tuh sebenernya penuh kepalsuan. Eh tapi bukan berarti ku pengen bo'ong juga karena kepalsuan ini. Yang akan aku kupas adalah bagaimana caranya bisa menciptakan foto yang bagus walaupun hanya dari rumah dan pakai barang yang seadanya di rumah. Jadi ini juga bisa menjadi acuan bagi teman-teman yang sedang membutuhkan foto produk sesuai dengan kebutuhan. Misalkan ingin foto produk kopi dengan nuansa seperti lagi minum kopi di cafe. Maka nggak juga harus keluar dulu ke cafe. Kita bisa ciptakan nuansa cafe itu dari rumah, seperti ini. 

Foto di bawah ini adalah behind the scene (BTS) dari konsep cafe lookalike ini. Foto ini diambil di halaman rumah, tepatnya di balik pagar. Kebetulan langit-langit di atasnya terbuka, hanya tertutupi ranting-ranting tanaman pohon mangga di luar pagar yang menjulang hingga ke dalam. Jadi saat hari menjelang siang, kira-kira antara pukul 10:00 - 11:00 pagi, ada bayangan yang menurutku indah yang terbentuk dari ranting dan dedaunan pohon mangga di depan rumah yang tepat jatuh di posisi itu. MaasyaaAllah, dan menurutku itu sangat cantik sekali, sungguh nikmat mana yang kau dustakan? Kalau masih jam 8:00 pagi biasanya malah terlalu teduh dan cahayanya masuk tepat di depan pintu. Jadi kalau seperti yang aku bilang di artikel Tips Motret Kece Pakai HP untuk Pemula bahwa waktu ideal untuk memotret dengan memanfaatkan cahaya matahari adalah pada pagi hari sekitar jam 6.30 - 9.00 atau sore hari sekitar pukul 15.00-16.30 , itu juga bukan melulu harus menjadi patokan. Jadi tergantung juga pada kondisi yang dibutuhkan dan cuaca saat itu. Oh ya, berhubung sudah cukup terbantu dengan berbagai efek pencahayaan yang alami ini, jadi kali ini aku nggak perlu menggunakan bantuan tambahan seperti blocker , diffuser, dan lain-lain. Hanya sedikit memoles foto memakai filter menggunakan aplikasi editing foto.



* Ingin tahu behind the scene lainnya? Cek akun Instagram phonegraphy aku ya di sini @aiynov. Jangan lupa di follow juga, wkwk.

Karena akupun juga nggak punya meja atau kursi cafe, jadi aku setting dengan memanfaatkan alas foto berbahan hardboard dengan motif marble.  Letakkan objek yang kamu inginkan di atas alas foto. Gunakan alas foto yang kaku / kokoh ya, sehingga bisa kuat jika dimanfaatkan sebagai pengganti permukaan meja. Seperti pada gambar di atas, alas foto ini aku letakkan di atas kursi plastik berwarna hijau sebagai pengganti kaki meja. Jadi alas fotonya nggak ditaruh langsung di atas lantai atau permukaan tanah ya, supaya terkesan real. Agar terlihat ada space antara objek dengan lantai seperti memang sedang diletakkan di meja beneran. Dan juga biar bisa ada sedikit efek bokehnya kalau kamu jepret pakai hp yang cameranya bisa support efek bokeh.

Dan biar nggak kelihatan penuh dengan kepalsuan 🤭, maka fotonya diambil dengan style flatlay, yakni pengambilan gambar dari atas atau dengan sudut 90° dari permukaan tanah. Jadi kursi plastik yang nggak aestetik itu aman dari bidikan kamera, hehe.

Dan yang terakhir, saat memotret tangan kiriku sambil memegang daun palem artificial yang aku gunakan sebagai framing di foto biar semakin manis. Juga sekalian aku manfaatkan agar ada tambahan shadow dari daun palem agar menambah kesan yang lebih dramatis. Halah, bahasaku 😌. Oh iya, kalau memanfaatkan shadows saat mengambil foto seperti ini juga harus diperhatikan jangan sampai bayangan tubuh atau sebagian anggota badan kamu juga masuk di frame yah. 

Gimana-gimana? Tertarik juga pengen nyoba foto seperti ini? Atau ada saran juga buat fotoku yang abal-abal ini? Tinggalin di kolom komen yah. See yaa..


11 Agu 2020

DIY Fake Pensil dari Ranting Kayu

Agustus 11, 2020 20

DIY time..! Kali ini aku mau sharing cara membuat fake pencil yang terbuat dari ranting kayu. Kenapa aku sebut fake pensil, karena bentuknya aja yang seperti pensil tapi ini nggak bisa berfungsi sebagai pensil. Ribet amat yak? Hehe. Jadi ini tuh hanya dummy yang berfungsi sebagai pajangan atau untuk properti foto tentunya. Nggak bisa dipakai buat nulis di kertas apalagi di hati kamu 😆.


Bagi yang suka pernak-pernik unik begini, pasti tau deh twig pencil yang gemesh ini pun juga mulai banyak dijual di pasaran. Udah kepengen punya banget dari dulu. Dalam hati, ah bikin sendiri bisa kayaknya, tapi sempet maju mundur juga karena terbatas ama bahan untuk bikin lubang isi pensilnya. Harusnya dilubangin pakai bor size kecil gitu untuk bisa ditancepin isi pensil, tapi nggak punya bor kecil. Hmm gimana yah, pengennya sih bikin pensil beneran. Mau beli, ah sayang. Dasar aku 😝. Makanya bikin versi fake aja deh, mayan kan buat nambahin koleksi props foto.





Pengen punya juga? Yuk kita bebikinan bareng-bareng dari rumah masing-masing ya 😁 . Cara membuat fake twig pencil ini gampang banget kok. 

Bahan yang dibutuhkan adalah :
  1. Ranting atau dahan tanaman
  2. Alat potong / gunting tanaman
  3. Cutter / pisau
  4. Spidol permanent


Step ke-1 , Potong rantai

Hunting dulu tanaman yang ada di rumah kamu. Lalu potong sebagian dahan atau rantingnya. Jangan lupa ijin emak kau dulu ya biar nggak kena omel, bisa berabe 😅. Tapi kalau menurut pelajaran biologi, sepertinya lebih tepat menggunakan kata dahan daripada ranting. Karena kalau ranting itu cabang dari dahan yang mempunyai ukuran lebih kecil-kecil. Dan gegara ini pula aku jadi kepo dan belajar lagi perbedaan antara batang, dahan dan ranting, wkwk. Di sini aku memanfaatkan dahan tanaman bougenville yang sudah tumbuh lebat di halaman rumah.

Potong ranting atau dahan tanaman seukuran pensil atau sesuai keinginan. Aku pakai dahan yang ukurannya lebih besar dari pensil yaitu dengan diameter 1cm. Lalu ku potong-potong kurang lebih sepanjang 12cm. Dan bersihkan. 

Karena aku pakai tanaman bougenville yang mana dahan atau rantingnya mempunyai duri, maka aku potong juga durinya menggunakan cutter. Bersihkan juga daun-daunnya, sisakan batangnya aja. Tapi aku coba bikin 1 buah yang ada daunnya , sepertinya unik juga, hehe.

Step ke-2 , Raut

Bentuk salah satu bagian ujung batang kayu menjadi runcing seperti saat kita sedang meraut ujung pensil. Aku coba raut pakai cutter ternyata bisa dan gampang kok, kirain agak lebih susah dibanding meraut pensil biasa. Atau kalau batang kayu yang kamu pakai agak keras, bisa juga gunakan pisau. Gunakan dengan hati-hati ya, jangan sampai tangan kamu terluka, apalagi hati kamu 😝.


Step ke-3 , Sempurnakan

Ujung batang yang runcing tadi warnai dengan warna hitam menggunakan permanent spidol atau cat. Poles sedikit saja hanya pada bagian paling ujung. Agar terlihat seperti isi pensil beneran. Nah udah mirip pensil kan.


Step ke-4 , Hiasi

Aku menambahkan aksen irisan kayu seperti twig pencil yang dijual di pasaran, agar terlihat lebih unik atau plagiat 🙈. Caranya cukup kupas sedikit bagian kulit kayunya seperti pada gambar di bawah ini. Lalu rapikan.



Dan selesai..


Udah lumayan mirip nggak sih? Yeay akhirnya punya juga pensil yang unique ini buat ku pakai jadi properti foto. Eh atau bisa juga jadi pajangan di area ruang meja belajar / kerja kamu loh. 



4 Agu 2020

Tips Motret Kece Pakai HP untuk Pemula

Agustus 04, 2020 8
Cuman modal hape tapi pengen hasil jepretan bisa kece? Uhm bisa banget. Apalagi di jaman sekarang ini, berbagai merk smartphone udah banyak menyediakan ponsel dengan fasilitas kamera yang lumayan canggih. Tapi, nggak harus koq kita beli hp baru biar hasil jepretan kita jadi bagus. Karena untuk dapat menghasilkan foto yang kece, selain bermodalkan kamera yang bagus, kita juga harus memahami beberapa teknik fotografi. Nggak harus jadi fotografer profesional juga sih, yah paling enggak foto hasil jepretan kita jadi lebih aestetic, agak-agak kece dikit dan nggak jelek-jelek amat, ye kan 😁 ?? 

Foto di bawah ini juga hasil jepretan dari kamera hp jadul aku yang udah discontinued di pasaran dan harga secondnya juga pasti udah di bawah 1juta deh. Asal nggak jadul-jadul amat sih ya hp-nya keq yang masih camera vga gitu 🙊 , hehe . Yah walau nggak bisa dipungkiri juga bahwa kamera yang bagus tentu akan sangat berpengaruh di hasil jepretan. Tapi setidaknya, bisa membantu banget bagi kita yang dengan gadget seadanya untuk bisa menghasilkan foto yang bagus seperti layaknya jepretan profesional.

* Ingin tahu hasil jepretan lainnya yang cuman bermodalkan pakai smartphone? Cek Instagram phonegraphy aku ya di sini @aiynov. Jangan lupa di follow juga, wkwk. 



Seperti kita nih teman blogger seperjuangan, selain konten pada blog yang bermanfaat dan berkualitas, foto yang bagus dan menarik pasti juga akan menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung blog. Bagi kita yang minim modal ( * eh atau aku doank?😃 ) , kita bisa koq menghasilkan foto yang bagus untuk isi dan tampilan konten blog dengan memanfaatkan smartphone yang kita pakai ini. Juga bagi teman-teman yang berjualan online atau punya online shop yang masih memulai untuk mengembangkan bisnisnya , bisa banget praktekkan beberapa tips di bawah ini agar barang dagangan kamu bisa punya foto produk yang lebih kece. Cukup kamu sendiri yang motoin pakai smartphone yang kamu pakai. Dijamin, foto produk yang lebih kece pasti akan lebih meningkatkan daya tarik pembeli kamu.

Berikut adalah tips memotret foto pakai smartphone agar hasil foto kita jadi semakin menarik :
  1. Pastikan cukup cahaya
  2. Ini tips yang paling penting diperhatikan. Karena kunci utama dalam mengambil gambar menggunakan hp adalah cahaya yang cukup untuk menerangi object sehingga hasil foto bisa terlihat jernih walaupun dijepret hanya menggunakan kamera ponsel.

    Coba deh bandingin, foto selfie kamu kalo lagi di outdoor  vs indoor, pasti lebih bagus dan jernih kalau foto outdoor kan? Gaes, itu bukan karena kamu kalau lagi keluar pakai makeup lengkap jadi keliatan lebih kece, enggak juga. Tapi secara ngak langsung, kalau lagi foto di taman dibanding foto kamu di dalam kamar, pasti cahayanya lebih banyak di taman kan? 

    Untuk tips pencahayaan, kita bisa memanfaatkan natural light atau cahaya alami dari sinar matahari, asal jangan terlalu terik juga jangan terlalu remang-remang warung kali ah 😬. Ini yang sering aku lakukan selama ini, lumayan lah menghemat biaya kan, hehe. Waktu ideal untuk memotret dengan memanfaatkan cahaya matahari adalah pagi hari sekitar jam 6.30 - 9.00 atau sore hari sekitar pukul 15.00-16.30.  Perlu diingat juga, bahwa ini nggak juga bisa dianggap sebagai patokan wajib ya, jadi tergantung faktor lainnya juga seperti kondisi cuaca saat itu, lokasi pengambilan gambar, juga tergantung kebutuhan foto juga. 

    Tips ini juga bisa banget kamu praktekkan untuk foto produk. Selain di ruangan terbuka, sebenarnya kita juga bisa mengambil foto dari dalam rumah seperti di teras rumah atau di pinggir jendela. Ingat, jangan pernah foto di dalam kamar tertutup, Keq aku dulu nih, pantesan fotonya selalu burek, wkwk. 

    Selain memanfaatkan cahaya alami, kita juga bisa memanfaatkan artificial light . Lampu studio ini bisa dibeli di toko perlengkapan fotografi atau kita juga bisa bikin DIY sendiri.


  3. Pelajari komposisi dan teknik fotografi
  4. Tidak bisa dipungkiri, secanggih apapun gadget yang kita miliki, kalau kita nggak paham bahkan nggak belajar teknik fotografi pasti akan tetap nggak bakalan maksimal hasilnya. Setidaknya komposisi dalam penataan object maupun angle dalam pengambilan gambar juga penting untuk dipelajari.


  5. ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)
  6. Sampai saat ini pun, aku juga nggak paham-paham amat tentang teknik fotografi. Karena masih begitu banyak yang memang harus dipelajari. Apalagi sebagai pemula, awalnya pasti akan merasa bingung kalau harus mempelajari bahkan jika kita dipertemukan dengan istilah-istilah yang masih awam terdengar di telinga kita.

    Daripada bingung dan akhirnya nyerah, ku coba pakai tips ini. Lihat hasil jepretan para master fotografi atau foto-foto yang menurut kita kece. Amati foto dan styling-nya, bandingkan dengan hasil foto kita, kekurangannya dimana. Berasa banyak banget dan minder duluan sih pastinya, akupun dulu juga begitu, hehe. Awalnya kita tiru aja dulu tuh style-nya sebagai inspirasi, sampai kita merasa berhasil bisa motret mirip seperti punya dia. Kalau udah lumayan bisa, baru deh kita eksplore kemampuan dengan memodifikasinya sampai lama-kelamaan kita bisa menciptakan ide dan kreatifitas foto sendiri. Ingat, jangan jadi jiplakers sejati ya, hehe. Kita pasti punya ciri khas masing-masing. 


  7. Sering berlatih
  8. Ini juga kunci penting dalam semua kegiatan. Kita nggak akan bisa menemukan letak kesalahan kita dan bisa memperbaikinya kalau nggak sering berlatih. Untuk awal-awal, nggak usah muluk-muluk dulu pengen foto yang dengan banyak properti foto (props) atau pakai teknik yang susah. Mulai berlatih dari hal yang termudah yang ada di sekitar kita, atau bahkan yang minim props. Semakin sering kita berlatih, secara nggak langsung skill kita juga akan terasah. 


  9. Percantik dengan aplikasi edit foto
  10. Seperti wajah kita yang kurang greget kalau nggak pakai makeup 😁, maka foto yang baguspun juga perlu sedikit di-touchup atau dipoles menggunakan aplikasi editing foto. Nggak usah terlalu berlebihan juga layaknya bold makeup, bukankah makeup minimalis juga bisa memancarkan aura kecantikan kita? ehehehe.  Biasanya yang diperlukan adalah editing di bagian kontras, pencahayaan, tone atau warmth, sesuaikan saja dengan kebutuhan. Manfaatkan juga filter yang ada di aplikasi edit foto, dijamin akan menambah mempercantik tampilan foto kita.    


  11. Kenali fitur kamera hp
  12. Tak kenal maka tak sayang. HP dengan harga murah belum tentu nggak bisa menghasilkan foto yang bagus. Begitu pula sebaliknya, HP semahal apapun, kalau kita nggak paham mengenai teknik pengambilan gambar juga fitur kamera di smartphone tersebut, bisa jadi hasil fotonya juga bakalan B aja. Biasanya, masing-masing smartphone punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang punya kelebihan pada kualitas suara, ada yang punya kelebihan di bahan yang dipakai, begitu pula ada juga yang punya kelebihan pada kamera. Bahkan ada juga tipe smartphone yang lebih memiliki keunggulan pada kamera depan daripada kamera belakang. 

    Setelah mengenali kelebihan dan kekurangan smartphone yang kita gunakan seperti yang dijelaskan pada point di atas, kita juga perlu mengenali fitur kamera ponsel yang kita punya. Hal ini bertujuan agar kita bisa mengeksplore lebih dalam lagi kemampuan kamera smartphone yang kita pakai.  Seperti pada fitur manual mode, kita juga perlu memahami fungsi ISO , SS dan fitur lainnya. 

Kalau menurut pengalaman pribadi aku selama ini sih point penting untuk pemula biar bisa motret kece pakai smartphone adalah seperti yang udah dijabarkan di atas. Eh atau ada yang mau nambahin?

Btw, selamat belajar moto-moto ya gaes. Semoga bermanfaat.. 😉

3 Jul 2020

Konten Baru Phonetography di Jemari Ayumna

Juli 03, 2020 4
Tak terasa hampir 3 tahun sudah aku sempat vakum menulis dan berbagi tutorial bebikinan di blog ini. Ternyata, menulis itu memang membuat candu. Yah walaupun aku nggak pandai menulis, lah wong bikin caption di Instagram aja bisa makan waktu lama, bahkan sering pada akhirnya nggak jadi posting gegara bingung mau ditulis caption apa walau fotonya udah siap di posting, hehe. Dan kini aku memutuskan untuk mencoba kembali menulis di blog ini. Rindu bercerita pengalaman seruku (*bagiku) saat bebikinan, belajar menjahit, merajut, atau saat masak ala kadarnya di dapur. Kadang suka ketawa sendiri waktu kubuka lagi blog ini dan lihat beberapa postingan di sini, yang kadang kata-katanya sedikit eh apa banyak ya alay, apalagi fotonya yang amburadul 😀. Yup, that's the point.

Lalu,
"Kemana aja selama ini?" 
    sok Sibuk pindah di Instagram, hehe. 

"Lah apaan Instagram @jemari.ayumna aja juga nggak aktif-aktif amat, jarang ada postingannya!"
    Ya di akun lain lah, wkwk.

"Ngapain? Sok asik pengen jadi selebgram?"
    Hahaha, belajar foto! Sampe akhirnya bisa foto agak bagusan seperti ini. 😁

Hasil foto produk pakai kamera ponsel

Jadi, seperti yang aku bilang di post sebelumnya kalau beberapa tahun belakangan kemarin itu tuh aku lagi suka belajar foto-foto. Maksudnya biar tampilan foto di blog ini rada bagusan gitu kalau dilihat. Secara blog ini kan kontennya lebih ke bikin tutorial, jadi banyak foto step by step saat menjelaskan apa yang sedang aku buat. Sampai pada akhirnya waktu kubuka Instagram aku menemukan komunitas fotografi yang kita juga bisa sambil belajar di situ pakai tools apapun, mau kamera DSLR atau kamera hp (handphone) pun juga nggak masalah. Banyak banget teman-teman di sana yang fotonya pada keren-keren walaupun cuma foto pakai hp. Berhubung waktu itu fotoku yang masih amburadul, walaupun udah bergonta-ganti angle tapi tetap aja masih nggak keren, sapa coba yang nggak penasaran pengen juga fotonya jadi lebih cantik dan menarik walau cuman modal pakai kamera hp. Sempet juga aku coba foto pake kamera pocket karena mungkin bisa bikin hasil jepretan jadi lebih bagus, eh ternyata tetep aja sering amburadul hasilnya, haha. Berarti masalahnya bukan cuma karena tools apa yang dipakai, tapi ada masalah juga pada si pemotretnya yang nggak punya skill fotografi 😄.

Bisa dilihat deh foto-foto lama di blog ini seperti apa. Bahkan sempat mengira juga kalau mungkin aku salah pilih background foto yang kurang kece motifnya. Sampai pernah coba pakai background foto motif bunga, yang ternyata tetep enggak banget hasilnya, duhh 🙈. 

Hasil jepretan sebelum belajar fotografi, wkwk

Sampai pada akhirnya belajar melihat foto orang lain juga tips dan triknya, terutama yang ada di beberapa komunitas fotografi. Dan kemudian aku ketagihan untuk explore skill belajar foto, ditambah lagi di komunitas itu juga mulai sering ada giveaway (GA)-nya. Jadilah aku yang sempet juga dijulukin ratu GA ini, karena tiap ada GA dikejar buat ikutan, haha. Apalagi kalau sampe bisa menangin GA-nya, wah makin bikin ketagihan deh, hehe. Sampai pada akhirnya aku lupa bahwa tujuanku ingin bisa foto yang bagus karena agar foto di blog ini bisa lebih enak dilihat. Namun blog ini pun semakin tak tersentuh lagi 😢.

Lalu kenapa pada akhirnya ada konten phonetography di sini sedangkan aku sama sekali nggak ada basic ilmu di dunia fotografi? Nggak ada maksud sama sekali untuk sok pintar atau mau menggurui. Hanya ingin berbagi pengalamanku saja selama belajar fotografi secara otodidak walaupun cuma pakai kamera ponsel sesuai dengan pengetahuan minim yang aku dapatkan. Bisa jadi aku yang agak pelupa ini, suatu saat memang beneran lupa gimana caranya atau tips dan trik mengambil foto yang bagus. Inilah salah satu fungsi blog ini dibuat.

Juga semoga bisa berbagi hal yang mungkin sekecil apapun itu bisa memberikan manfaat juga untuk orang lain. Seperti blogger yang ingin membuat tampilan di blog nya jadi lebih kece pakai foto sendiri. Terutama juga bagi UMKM atau pedagang online shop yang masih merintis, dan belum bisa atau bingung gimana caranya foto produk sendiri, atau mungkin belum cukup modal untuk menyerahkan foto produknya di jasa foto produk secara profesional, kita masih bisa melakukannya di rumah dengan tools seadanya hanya bermodalkan pakai kamera hp yang kita pakai, seperti yang sedang aku tekuni saat ini. Walaupun nggak bisa dipungkiri bahwa perangkat yang lebih bagus seperti menggunakan camera DSLR sudah pasti hasilnya akan terlihat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kamera handphone ya. 

Oh iya, kalau ada yang ingin tahu kepo hasil foto-fotoku yang lain kayak gimana aja, bisa intip akun Instagram aku @aiynov . Beberapa hasil jepretanku yang cuma difoto pakai hp aku tampilkan di bawah ini. Uhm, jangan cuma diintip aja sih, kalau bisa di follow juga yah ku ngemis followers nih, hehe.



2 Jul 2020

DIY Tatakan Gelas dari Kardus Bekas

Juli 02, 2020 0
Hai, kali ini aku mau bikin tatakan gelas (coaster) yang cukup simple dan super duper gampang dibuat. Nggak pakai ribet deh dibikinnya. Kebetulan lagi pengen tatakan gelas bernuansa monochrome hitam dan putih gitu, kayak gini nih.

Tutorial Coaster
DIY Tatakan Gelas Monochrome

Buat yang hobi koleksi pernak pernik nuansa black and white, nggak ada salahnya cobain bikin juga. Caranya gampang banget lah udah keq keterampilan anak TK kali ya, tapi gpp deh dijadiin tutorial sapa tau ada yang pengen juga bikin tatakan gelas yang low budget ini, wkwkk.

Bahannya gampang banget deh, cuman butuh :
  1. Kardus bekas
  2. Kertas HVS
  3. Lepek / tatakan gelas (untuk membuat pola lingkaran)
  4. Lem kertas / lem tembak
  5. Gunting
  6. Printer (Kalau kamu nggak ada printer kayak aku, bisa diganti pakai spidol dan penggaris)



Cara membuatnya :
  • Pertama, siapkan kertasnya. Kamu bisa print dan cari pattern gratis yang kamu suka di google. Karena printer aku rusak, jadinya ku gambarin sendiri pake spidol, lalu di-fotocopy untuk menghindari resiko luntur, biar punya banyak juga dan nggak capek nggambarinnya, hehe 😄. Seperti foto di bawah, aku menggambar motif kotak-kotak pakai penggaris, dan juga motif polkadot.
  • Kertas yang sudah digambar tadi bisa juga dilaminasi biar lebih awet ya (* aku skip step yang ini).
  • Selanjutnya, bikin pola lingkaran pakai lepek / alas cangkir pada kardus bekas. Kardus ini nanti akan dipakai sebagai alasnya agar makin kokoh. Lakukan hal yang sama pada kertas bergambarnya, kemudian gunting mengikuti pola. 

  • Lem kertas bermotif di atas kardus yang sudah dipotong lingkaran menggunakan lem kertas. Kalau kertas bermotif tadi dilaminasi, tempelkan pake lem tembak ya.


Coaster dari kardus bekasnya siap dipakai dan difoto syantik untuk menghiasi feeds Instagram kamu , hehe. Lucu juga yah buat properti foto. Ehm, kamu yang punya online shop jualan makanan atau minuman, atau jualan aksesoris dan foto produk sendiri dari rumah, bisa dicoba bikin nih biar tampilan foto produkmu makin kece dan bisa menjadi nilai tambah untuk jualan kamu nih. 

Eh iya, di Jemari Ayumna bakal ada menu terbaru lo yaitu PHONETOGRAPHY, alias fotografi pakai handphone. Kamu yang lagi belajar foto-foto tapi cuman punya camera hp seperti aku ini, atau punya jualan online shop dan pengen fotoin produk kamu sendiri cuma pakai hape, bisa cek di sini ya.