4 Nov 2017

Tutorial Membuat Napkin atau Serbet Renda

Beberapa hari kemarin tuh ceritanya lagi suka banget buka-buka IG postingan orang yang doyan masak-masak sekalian buat nambah ilmu masak aku yang masih pas-pasan. Eeh malahan jadi gagal fokus ama perlengkapan makannya, salah satunya ya napkinnya itu.

Kayaknya sekarang lagi kekinian nih napkin atau serbet makan yang pinggirannya pakai renda. Motifnya juga lucu-lucu, ada polkadot, stripes juga bunga-bunga shabby chic. Jadi pengen punya donk, secara serbet di rumah cuman ada motif kotak-kotak gitu doank. Dan mumpung punya bahannya, cus aja deh bikin sendiri. 😁



Bahan yang dibutuhkan untuk membuat napkin lace ini adalah :
- Kain perca ( berbahan katun / linen ) berukuran 50 x 50 cm
- Renda ukuran kecil. Di sini aku memakai renda katun.
- Gunting dan perlengkapan menjahit


Cara membuat serbet renda

  • Jahit kelim di semua bagian tepi kain. Aku menggunakan kelim dengan cara melipat kain. Bisa juga dengan diobras.




  • Kemudian pasang renda pada tepi kain di bagian baik kain. Caranya, lipat ke dalam bagian ujung renda agar renda terlihat rapi, kemudian letakkan di atas tepi kain dimulai dari bagian dekat sudut kain (beri jarak ± 2cm dari sudut kain) seperti pada gambar. Sematkan jarum pentul untuk menahannya. Usahakan jahitan kelim tertutupi renda. 





  • Lanjutkan memasang renda di sepanjang tepi kain dengan menyematkan jarum pentul seperti pada gambar.




  • Jika sudah sampai pada bagian bagian ujung kain, maka tekuk/lipat kecil saja di bagian sisi dalam renda agar membentuk lipitan seperti pada gambar. Dan tindas tiap lipitan menggunakan jarum pentul. Tiga buah lipitan saja sudah cukup.  



  • Lanjutkan memasang renda di sekeliling tepi kain.




  • Jika sudah sampai pada ujung awal renda dipasang tadi, maka sisakan renda kurang lebih 3 - 4 cm lalu potong renda tersebut seperti gambar di bawah ini.



  • Mulai menjahit. Jahit tindas di bagian pinggir renda bagian dalam dimulai dari renda awal dipasang dan lanjutkan mengelilingi seluruh tepi renda seperti pada gambar. Pelan-pelan saat jahitan berada di bagian pucuk kain agar jahitan rapi. Dan pada sisa renda terakhir tadi, ditumpukkan di atas renda awal dipasang lalu tekuk ujungnya kebawah seperti pada renda bagian awal, lalu jahit tindas. Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.





Dan selesai. Kini akupun juga punya napkin kekinian.🙌 Lucu juga ya napkinnya. Tinggal perlengkapan makannya aja nih yang belum kekinian, hohoho. 😃



Oh iya, napkin ini juga bisa lo kita jadikan sebagai usaha sampingan. Mumpung lagi kekinian, cus deh bikin sendiri terus kamu jual ke teman-teman kamu yang hobi masak di dapur atau suka koleksi kitchen set. 😄 Bisa juga nih dipakai sebagai props photo. Cantik kan! Selamat mencoba ya.. 😊




22:58 3 Comments

13 Oct 2017

Upcycle ~ Membuat Ciput Rajut dari Baju Lama

Ngacung dulu buat yang pakai jilbab. Karena yang bakalan aku bikin kali ini khusus untuk yang berhijab ya. Mumpung sekarang lagi trend ciput rajut, jadi kepikiran deh buat upcyle baju rajut aku yang sudah lama tak terpakai.


Emang dalaman jilbab yang berbahan rajut ini lebih enak dan nyaman banget dipakainya. Kalau dipakai lama juga nggak bikin sakit di kepala dan kuping. Jadi kalau kamu ada baju atau cardigan rajut yang nggak terpakai, nggak ada salahnya juga cobain di-upcycle menjadi ciput / dalaman jilbab berbahan rajut.

Yuk kalau gitu langsung aja simak cara membuatnya ya.

1. Siapkan pakaian bekas yang berbahan rajut. Bisa baju, sweater atau cardigan. FYI, usahakan bahan pakaian rajut yang akan dipakai adalah yang tidak terlalu tebal dan jarak rajutannya rapat, agar nyaman dipakai.


Potong pakaian tersebut dengan ukuran 41 cm x 26 cm seperti pada gambar di bawah ini. Bagian ujung bawah baju rajutan akan digunakan sebagai bagian muka/dahi pada dalaman jilbab. Jika kamu menggunakan cardigan rajut, maka bagian yang dipotong adalah cardigan bagian belakang.


2. Lipat potongan bahan menjadi dua. Atur supaya bagian baik kain saling berhadapan, sehingga bagian buruk kain yang berada di sisi luar. Kemudian sambungkan/jahit, beri jarak 1 cm dari tepi kain sebagai kampuh.
Oh iya, menjahit bahan rajutan juga gampang-gampang susah seperti menjahit kaos. Kadang suka loncat-loncat jahitannya. Di sini aku menggunakan jarum nomor 14. Dan pada saat menjahit, usahakan kain agak ditarik sedikit (jangan berlebihan) agar jahitan juga stretch mengikuti sifat kain. 


3. Lipat ujung bagian atas membentuk wiru/lipitan dan tahan dengan jarum pentul. Kemudian jahit, beri jarak kampuh 1cm.

4. Jahit zigzag bagian tepi kain agar tidak brudul. Atau bisa juga diobras kalau kalian punya mesin obras karena akan lebih rapi lagi hasilnya.




Dan taraaaa... Ciput rajut ini sudah siap dipakai. asilnya gak kalah kan ama ciput rajut yang dibeli di toko sebelah. 😄


23:38 No Comments

4 Oct 2017

Makeover Pashmina yang Kependekan

Pernah beli pashmina tapi berasa kependekan alias kurang panjang? Aku sih sering banget. Buat aku, pashmina yang panjangnya nggak sampai 2meter itu kalau dipakai di badan aku jatuhnya jadi tanggung. Jadi kalau aku lagi pengen pakai model tertentu, kurang bisa maksimal nutupin dada.



Tapi kalau udah suka ama motifnya ya mau gimana lagi, kadang tetep dibeli juga itu pashmina. Dan ujung-ujungnya juga tuh jilbab jadi jarang kepakai. Sayang kan kalau cuma ngendon doank di lemari.

Nah bagai mendapat pangsit wangsit dari Gunung Kidul  😄 , mendadak kok aku ada ide nih buat makeover beberapa pashmina aku biar jadi makin panjang. Gimana caranya? Ya jelas disambung lah, namanya juga biar makin panjang, hihihi. Aku akan menyambungnya di kedua sisi ujung pashmina dengan kain yang akan kuberi "sedikit" aksen ruffle (kerutan).

Sebelum memulai, kita juga perlu memperhatikan komposisi bahan, warna, motif dan lebar dari kedua bahan yang akan disatukan. Jangan asal sambung-menyambung menjadi satu ya. Jangan sampai saling tabrak, entar ditilang pak polisi. Nah loe, nggak nyambung. 😂

Aku pilih yang gampang aja. Kebetulan punya pashmina sifon berwarna hitam polos, jadi nggak susah juga cari warna yang serasi sebagai kain tambahannya. Dan pilihanku jatuh kepada kain sifon dengan warna dasar hitam bermotif daun putih - abu sebagai kain sambungannya (bahan untuk ruflle).

 Umumnya ukuran pashmina adalah 175 x 70cm. Kali ini aku memakai 2 buah kain sambungan (untuk bahan ruffle) dengan ukuran masing-masing yaitu 21cm x 85cm (sudah termasuk kelebihan kain untuk ruang menjahit kampuh dan kelim). Sehingga setelah disambung nantinya panjang pashmina akan menjadi sekitar 215cm.

Panjang kain untuk sambungannya aku lebihkan 15cm dari lebar pashmina untuk membuat sedikit kesan ruffle(kerutan). Sengaja aku buat "sedikit saja" terlihat berkerut (ruffle) karena aku ingin agar tidak terlalu terlihat ramai, Ini sesuai selera aja sih, jadi silakan menyesuaikan panjang dan lebar kain sesuai selera untuk menghasilkan panjang pashmina seperti yang diinginkan.



Buat ruffle pada kain sambungan seperti gambar di atas. Lihat di sini untuk cara menjahit ruffle (kerutan) pada kain.  Sesuaikan panjang ruffle agar sama ukurannya dengan lebar pashmina yaitu 70 cm,. Lalu gabungkan ujung pasmina dengan kain sambungan dengan cara menjahitnya di bagian tanda garis putus-putus berwarna merah seperti pada gambar di bawah ini. Lakukan pada masing-masing sisi kanan dan kiri pashmina. Jangan lupa pada saat menjahit kain, posisikan bagian baik kain saling berhadapan.

   

Dan hasilnya akan terlihat seperti gambar di atas ini.Pashmina aku sekarang udah panjang. Makin cantik ya? 


19:29 3 Comments

2 Oct 2017

I'm Coming Back

Hai hai, apa kabar semuanya? Masih cinta dunia craft kan? Masi suka ber-DIY ria? Masih suka main-main ama jarum dan benang ? Masih main-main ke blog Jemari Ayumna ini? Huaaaaa aseli aku kangen banget ama semuanya, termasuk sahut-sahutan di komen dan mampir balik ke blog kalian. 😭

Ternyata udah setahunan yah aku ngilang di mari. Huhuhuu. Blog inipun juga sangat amat jarang banget aku intipin. Jadi maafkan yah, karena pastinya banyak komentar-komentar maupun pertanyaan dari teman-teman semua yang gak aku balas. 😭

Bagiku, ternyata konsisten menulis itu emang susah banget yah. Atau kayaknya memang aku orang yang susah untuk konsisten di segala hal. 😭 Jujur, karena aku tuh orangnya moody'an. Kalau udah ada satu atau beberapa hal yang ngeganggu di pikiran meskipun dikit aja, ilang deh itu mood. Gak profesional donk? Iya, dan aku memang harus terus dan terus belajar untuk menjadi blogger yang profesional. *eciyeh*

Nah kalau sempet lama ngilang gini, pasti ada beberapa pertanyaan yang sering muncul. Eh emang kalian bakalan nanya? *KEPEDEAN ini sih, hahahah*

Ngapain aja selama ini? 
Hemm, aku sendiri juga bingung mau ngejawab apa, hahhaha. Yang jelas sih masih main-main DIY juga, hunting kreasi / tutorial craft di berbagai media buat nambah-nambah ilmu dan inspirasi. Cuman emang beberapa waktu kemarin sempat belajar menggeluti dunia phonetography alias foto-foto layaknya photographer profesional tapi menggunakan kamera ponsel. *meskipun belom jadi profesional juga 😄 * Ternyata seru juga sih, dan yah biar foto-foto di blog aku nantinya jadi lebih kece juga kan.
Koq ga diposting di blog? 
Ehem ehemm.. Tetep "moody" yang jadi alasannya. 😄  Cuman sempat ada juga beberapa karya yang aku posting di beberapa medsos. Jadi, yuk ah di follow Instagram dan like Facebook Fanpage Jemari Ayumna yah. *ngiklan*

Baiklah, mohon doanya agar aku bisa konsisten nulis di mari ya, terutama untuk sharing kreasi DIY. Dan maafkan bahasaku yang masih acak adul karena lama gak nulis dan merangkai kata-kata. Sampai jumpa di kreasi DIY Ayumna selanjutnya. 😘


12:38 No Comments

23 Aug 2016

Cara Membuat Ruffle atau Kerutan pada Kain

Buat kamu yang ingin tampil lebih feminim, penambahan aksen rempel atau ruffle sering digunakan untuk menghiasi berbagai model rok atau pakaian wanita. Nggak hanya itu, aksen ruffle atau kerutan ini juga sering ditambahkan sebagai pemanis pada mukena, jilbab maupun aksesoris lainnya yang berbahan dasar kain. Biarpun aku sudah manis, aku tetap suka loh pakai baju atau aksesoris yang berbau ruffle gitu. :p
 
Di dunia jahit menjahit, tentu kita harus mengetahui teknik cara menjahit kerutan pada kain. Dan ternyata, ada banyak cara untuk membuat jahitan kerutan ini, mulai dari menjahit manual menggunakan tangan, membuat trik jahitan dengan mesin jahit, bahkan dengan bantuan sepatu mesin jahit khusus untuk membuat kerutan atau ruffle.


Cara paling mudah dan praktis untuk menjahit kerutan sebenarnya adalah dengan memakai bantuan sepatu mesin jahit khusus yaitu gathering foot (sepatu kerut). Karena bukan sepatu mesin jahit yang biasa dipakai pada umumnya, dan biasanya tidak include pada saat pembelian mesin jahit, maka tidak semua orang mempunyai sepatu kerut ini.

Nah kali ini aku akan menunjukkan tips dan trik cara menjahit kerutan menggunakan mesin jahit dengan cara manual seperti yang kebanyakan orang lain lakukan. Buat kamu yang nggak punya gathering foot (ruffling foot), keempat cara di bawah ini bisa jadi alternatif pilihan untuk membuat kerutan rempel menggunakan mesin jahit. Dulu cara lama ini juga biasa aku lakukan sebelum aku membeli gathering foot.

Klik halaman berikutnya ( page 2 - 5 ) untuk melihat cara dan langkah membuat kerutan pada kain.

Page :
1 2 3 4 5
17:42 16 Comments