23 Mar 2016

Mengenal Crafting

Maret 23, 2016 6
Meskipun kini penggemar crafting sudah mulai menjamur di berbagai penjuru, termasuk aku salah satunya, ternyata masih banyak loh yang belum mengetahui tentang apa itu crafting. Baiklah, untuk itu kali ini saya akan menuliskan penjelasan singkat tentang definisi dan beberapa istilah yang berhubungan dengan crafting dari rangkuman beberapa sumber yang saya dapatkan.


Apa itu crafting?

Crafting berasal dari kata "craft" dalam bahasa Inggris, yang jika dalam bahasa Indonesia berarti "kerajinan" atau biasa kita kenal dengan prakarya (hasil karya). Jadi kerajinan itu bukan berarti sangat rajin ya. :p

A craft is a pastime or a profession that requires particular skills and knowledge of skilled work. (Wikipedia)

Craft : an activity involving skill in making things by hand. (Oxford Dictionaries)

Craft : Skill in doing or making something, as in the arts; proficiency. (The Free Dictionary)



Definisi craft itu sendiri memang sangat luas. Singkatnya, definisi craft bisa berarti hobi atau profesi dimana melibatkan keterampilan tangan dan kecakapan pembuatnya dalam membuat sesuatu yang berguna. Juga tidak sedikit pula kegiatan craft yang mempunyai nilai seni (art) yang tinggi. Benda hasil craft juga biasa dikenal sebagai kerajinan, prakarya, hasil karya, ataupun handycraft. Jadi benda craft atau kerajinan bukanlah merupakan barang buatan pabrikan.

Kegiatan dalam melakukan craft biasa kita kenal dengan istilah crafting. Sedangkan orang yang berprofesi dalam membuat benda-benda hasil craft (kerajinan) biasa disebut dengan crafter atau pengrajin.

Apa saja yang termasuk dalam crafting?

Berikut adalah beberapa kegiatan atau hobi yang termasuk dalam kategori crafting (craft) :
- merajut (crochet dan knitting),
- menjahit / sewing,
- decoupage,
- menyulam / embroidery,
- quilting,
- patchwork,
- quilling (paper quilling),
- membuat dekorasi / aksesoris / pernak-pernik,
- origami,
- macrame,
- menganyam,
- menenun, dan lain sebagainya.

Sekian rangkuman tentang crafting yang bisa aku jelaskan, semoga bisa memberikan sedikit pencerahan tentang apa itu crafting ya. Kalau kamu punya hobi crafting juga nggak?

Happy crafting.. ☺

19 Mar 2016

Tutorial dan Tips Membuat Pita (Bow) dari Kain Perca

Maret 19, 2016 7
Punya banyak kain perca di rumah dan bingung mau dibuat apa? Hmm, gimana kalau kita bikin jadi pita yang imut dan unyu-unyu kayak kamu gals :p . Pita ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk bros, jepit rambut maupun aksesoris di baju kamu loh.

Di sini aku bakalan share langkah dasar untuk membuat pita atau bow dari kain perca. Cocok banget nih buat kalian yang masih pemula dan ingin belajar crafting. Karena cara membuatnya pun sangat simple dan mudah.

Tutorial Membuat Pita (Bow) dari Kain Perca

Tidak diperlukan syarat khusus harus memakai bahan apa untuk membuat pita. Jadi bahannya bisa pakai kain jenis apa saja yang kita punya di rumah. Bisa kain katun, satin, tile, kaos bahkan jeans. Dan yang akan saya gunakan untuk membuat pita kali ini adalah kain perca yang berbahan stretch (kaos).

Bahan yang diperlukan :
- Kain perca
- Benang & jarum jahit
- Gunting
Bahan membuat pita dari kain perca
Bahan membuat pita dari kain perca


Langkah-langkah membuat pita (bow) :
  1. Siapkan kain perca, bisa satu macam kain saja atau dua macam sebagai kombinasi warna (aku memakai dua buah kain perca dengan warna yang berbeda). Kemudian bagi kain menjadi dua bagian seperti pada pola berikut ini :
      - kain untuk pita dasar : berukuran 21 x 10 cm (aku menggunakan kain warna cream)
      - kain untuk ikat (obi) : berukuran 3,5 x 6 cm  (aku memakai kain warna orange)
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Pola di atas untuk membuat pita(bow) yang berukuran kurang lebih 10 x 6 cm. Untuk membuat pita yang lebih besar lagi, kalian bisa menambahkan ukurannya pada setiap panjang dan lebar pola sesuai keinginan, demikian pula sebaliknya.


  2. Untuk membuat pita dasar, siapkan kain untuk membuat pita dengan posisi kain bagian buruk menghadap ke muka. Kemudian lipat kedua pinggiran kain (sisi atas dan bawah) ke dalam masing-masing selebar 2cm seperti pada gambar di bawah ini. Hal ini untuk menyembunyikan bagian tiras(pinggiran) kain agar tidak terburai/terlihat.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    (Klik pada gambar untuk melihat lebih besar)

  3. Kemudian lipat bagian kanan kain ke dalam sepanjang 5,5cm (sedikit melebihi bagian tengah kain). Dan lakukan juga pada bagian kiri kain, sehingga ujung kain bagian kiri tertumpuk oleh ujung kain bagian kanan sekitar 0,5cm.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Ini dilakukan untuk menutup tiras bagian kanan dan kiri kain, juga nantinya membuat pita menjadi terlihat tebal (bervolume). Sehingga kain untuk membuat pita tersebut menjadi berukuran 10 x 6 cm.


  4. Langkah selanjutnya adalah membentuk kerutan/lipatan pita (bow) dari bahan yang sudah dibentuk pada langkah ke-3. Siapkan jarum yang telah dipasang benang jahit, dan bentuk simpul pada ujung benang. Lalu buat jahitan jelujur di bagian tengah bahan, dan pastikan pula ujung-ujung kain yang berada di tengah bahan tertindas oleh jahitan agar tidak lepas (seperti pada gambar bagian "belakang"). Untuk hasil yang rapi, usahakan menggunakan benang dengan warna yang senada dengan kainnya. Aku sengaja memakai warna benang yang berbeda agar mudah disimak (terlihat).
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Tips untuk menghasilkan bentuk sempurna (simetris) pada kerutan/lipatan di bagian tengah pita terdapat pada penentuan letak dan jahitan jelujur. Untuk membuat pita yang bagian tengahnya mempunyai 3 buah lipatan seperti pita pada umumnya dan  juga pada pita yang kubuat kali ini, buat jahitan jelujurnya seperti pada gambar.

  5. Seperti yang terlihat di gambar, posisikan lebar bahan menghadap ke arah samping kiri-kanan. Mula-mula masukkan jarum dari arah "bagian depan" (bagian baik) bahan  di sebelah agak ujung kanan (jangan terlalu ujung). Kemudian tarik jarum hingga simpul ujung benang berada di posisi ujung kanan bahan. Lalu bagi menjadi 5 jahitan jelujur yang sama panjang ke arah kiri bahan, sehingga pada "bagian depan" bahan terlihat 2 buah benang jahitan, dan di "bagian belakang" bahan terdapat 3 buah benang jahitan.

    Untuk membuat pita dengan lebih dari 3 buah lipatan, kita bisa menambahkan jumlah jahitan jelujur. Seperti membagi 7 jahitan jelujur untuk menghasilkan 4 buah lipatan, dan seterusnya.


  6. Setelah membuat jahitan jelujur yang simetris, tarik benang(jahitan) hingga kain membentuk kerutan(lipatan) sampai rapat. Sambil ditahan dengan tangan, kemudian lilitkan benang melingkari bagian tengah pita, agar lipatan semakin kuat dan tidak mudah lepas.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Bagian depan pita dasar
    Lalu jahit mati pada bagian belakang (bagian buruk) pita. Dan hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di atas.


  7. Langkah selanjutnya adalah membuat pengikat pita (obi) sebagai penutup bagian tengah pita agar terlihat semakin rapi. Caranya adalah siapkan kain untuk obi dan bagian buruk kain letakkan menghadap ke muka. Lalu tekuk ke dalam pada bagian atas sisi kain yang memanjang selebar 1cm, lanjutkan pula pada bagian bawah kain. Sehingga pinggiran(tiras) kain bagian bawah menutupi pinggiran kain bagian atas seperti pada gambar.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Pola obi pada langkah-1 tersebut akah menghasilkan obi dengan lebar sekitar 1,5cm. Jika ingin membuat obi yang lebih lebar atau lebih kecil, tinggal diubah saja pada ukuran polanya.


  8. Letakkan pengikat pita melingkari bagian tengah pita, dengan bagian baik (bagian yang tidak ada tiras kain) ikat pita berada di luar. Posisikan bagian tengah ikat pita berada pada posisi bagian baik (depan) pita. Sehingga pada bagian buruk (belakang) pita terlihat seperti pada gambar berikut.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Bagian belakang pita
    Setelah merapatkan ikat pita, maka kedua ujung pita akan bertemu di bagian belakang pita. Pastikan kedua ujungnya saling menumpuk, kemudian tindas dengan jahitan. Janga lupa untuk jahit mati di akhir jahitan dan potong sisa benangnya. :)
Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
Bagian depan pita

Nah pitanya sudah jadi nih. Dan hasilnya akan terlihat seperti gambar di atas. Pita yang sudah jadi siap dipasang dimana saja sesuai keinginan kita. Tinggal dipasang di peniti bros, jepit rambut, ikat rambut atau bando menggunakan lem tembak-pun sudah bisa langsung kita pakai. :)

Selamat mencoba ya :)

16 Mar 2016

My Little Emergency Pincushion

Maret 16, 2016 2
Hai hai, kali ini aku mau kenalin barang imut-imut yang biasa aku bawa buat bepergian nih. Yup, dia adalah si mungil pincushion atau bantalan jarum pentul. Karena aku berjilbab, jadi jarum pentul sudah menjadi salah satu barang bawaan yang wajib ada di dalam tas aku kalau lagi bepergian kemana aja.

Tau sendiri kan kalau suka pakai jilbab non-instan seperti pashmina atau jilbab segi empat pasti tidak bisa lepas dari bantuan si jarum pentul. Fungsinya sih sebagai cadangan untuk berjaga-jaga kalau jarum pentul yang kupakai tetiba lepas dari sarangnya. Maklum, kadang kalau aku sedang hiperaktif banyak kegiatan pasti si jarum pentul yang tersemat di jilbabku suka tiba-tiba lepas dan ngilang secara misterius. :D

My Little Emergency Pincushion

 Aku sebut "emergency pincushion" karena waktu itu aku bikin bantalan jarum pentul ini secara dadakan banget. Karena sebelumnya aku suka asal naruh jarum pentul gitu aja di dalam pouch make-up, bahkan kadang aku taruh langsung di salah satu kantong tas. Alhasil bikin jari tanganku sering ketusuk ujung jarum pentul yang suka nongol keluar dari pouch sewaktu mau ambil barang di dalam tas. Nggak cuma jari tangan, tapi handphone akupun juga tak jarang kena sasaran kalau lagi taruh pouch make-up dan hp jadi satu di dalam tas, hiks. :'(

Karena itulah akhirnya waktu mau pergi keluar kota, dadakan deh bikin bantalan jarum pentul yang bisa masuk di pouch make-up supaya si jarum pentul nggak suka nusuk sana-sini lagi. Dan terbesit ide untuk bikin alas pincushionnya dari tutup botol plastik bekas minuman kemasan Mi*one seperti gambar di bawah ini nih.

My Little Emergency Pincushion

Bagian bantalan jarum pentulnya terbuat dari kain flanel yang diisi dengan dakron. Dan bagian bawah(alas) yang berwarna biru tua itu adalah tutup botol bekas yang aku maksud. Fungsinya sebagai alas yang dapat menahan agar ujung jarum pentul tidak keluar dari bantalan sehingga tidak akan menusuk benda lainnya.

Kalau dilihat, memang pincushion ini sangat sederhana sekali. Bahkan tutup botolnya pun tidak tertutup oleh hiasan apapun. Yah karena bikinnya juga dadakan, tidak sampai 2 menit juga sudah jadi. Dan yang paling kusuka, walaupun bentuknya mini seukuran diameter tutup botol tapi ternyata jarum pentulnya bisa muat banyak. Yey! :D

 Ehm, adakah yang mau tahu cara membuat pincushion mini seperti ini? Tunggu artikel aku selanjutnya ya.

12 Mar 2016

Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama

Maret 12, 2016 18
Pengen bergaya ala-ala Risty Tagor? Tau kan ciri khas style jilbab si artis cantik yang mirip aku ini adalah memakai inner hijab atau dalaman jilbab yang mempunyai aksen kerutan. Dalaman hijab model ini biasa disebut dengan ciput kerut atau ninja kerut.

Gak usah jauh-jauh pergi ke mall atau malah lama nunggu pesanan dari online shop buat punya inner kerut. Tinggal ambil dalaman jilbab di lemari pakaian dan kita ubah menjadi ciput kerut. Biar makin cantik, modis dan pintar menjahit, hihihi. Bikinnya juga cepat lho, GPL alias gak pakai lama deh pokoknya. :D

DIY inner hijab kerut

Jangan khawatir kalau gak punya mesin jahit. Karena kali ini aku akan bermain-main dengan jahitan tangan untuk membuat dalaman jilbab kerut. Yuk ikuti step by step-nya ya.

👉👉 Klik di sini, untuk melihat cara membuat ciput rajut dari baju lama 👈👈

Bahan yang dibutuhkan:
Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
( klik pada gambar
untuk memperbesar gambar
)

- Ciput / dalaman jilbab
   (bisa menggunakan ciput bandana, ciput ninja, ciput cepol)
- Benang jahit (gunakan warna yang senada dengan ciput)
- Jarum jahit
- Gunting

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
  • 1. Buat jahitan jelujur kurang lebih sepanjang 9-10cm pada ciput seperti pada gambar. Jarak antar jahitan jangan terlalu lebar.
    Untuk ciput bandana, letakkan jahitan jelujur di bagian tengah ciput. Ciput ini lebih fleksibel karena aksen kerutan bisa di pindah posisinya sesuai keinginan. Caranya tinggal geser/putar bandana-nya saja ke kiri/kanan saat dipakai untuk menyesuaikan posisi kerutan ingin diletakkan di bagian tengah atau samping.
    Jika menggunakan ciput ninja atau ciput cepol, maka letak aksen kerutannya paten (tidak bisa digeser). Jadi letakkan jahitan jelujur agak ke samping kiri/kanan jika menginginkan kerutan seperti belahan rambut samping.

  • Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
  • 2. Tarik sisa benang hingga terbentuk kerutan yang rapat pada ciput. Lalu jahit mati di sisi belakang ciput (sisi bagian buruk) dan potong sisa benang. 
  • Jika punya mesin jahit, bisa ditambahkan jahitan tindas pada kerutan ciput tersebut agar jahitan lebih kuat dan hasilnya lebih rapi. Dan ciput kerut siap dipakai. ;)  
Hah gitu doank? Iya, cuma dua step aja maka dalaman jilbab kerut ini sudah jadi. Cepat kan bikinnya. Jadi gak perlu kelamaan keliling "mol" buat beli ninja kerut. Hasilnya akan terlihat seperti ini kalau dipakai. Udah mirip Risty Tagor belum? Hehehe. :D

Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
ciput kerut belah tengah

Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
ciput kerut belah samping,
dipakai untuk dalaman jilbab ruffle
Dan, masih belum lengkap kalau kamu cuma bikin ciputnya aja. Mau bikin jilbab rufflenya juga nggak? Lihat tutorialnya di sini yuk. ;)


7 Mar 2016

Tutorial Membuat Juntai Anggur untuk Aksesoris

Maret 07, 2016 10


Aksesoris dengan tambahan pemanis manik-manik yang menjuntai kini kian banyak diminati. Terutama bros juntai, bakalan lebih seru lagi jika kita dapat membuat bros juntai sendiri ya.

Kali ini saya akan menunjukkan cara untuk memasang juntai mutsin/manik-manik untuk membuat juntai anggur. Dinamakan juntai anggur karena disusun dari manik-manik yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai rangkaian buah anggur. Selain sebagai pemanis tambahan pada bros, juntai anggur ini juga bisa dimanfaatkan menjadi anting-anting, bandul gantungan kunci atau aksesoris lainnya.

Bahan yang diperlukan untuk membuat juntai anggur:
Tang aksesoris (tang pelintir, tang penjepit, tang potong)
Rantai kecil
Paku T (headpin)
Ring kecil
Mutsin / mote

Lihat juga di sini, mengenal perlengkapan dan bahan membuat juntai.
Cara membuatnya :

(klik pada gambar untuk
memperbesar gambar)
1. Masukkan mutsin (manik-manik) ke dalam paku T (head pin) sesuai selera. Dalam setiap paku T bisa diisi satu atau dua manik-manik.

2. Bengkokkan sisa kawat/paku T yang tidak terisi mutsin menggunakan tang penjepit (flat nose plier). Hasilnya bisa dilihat pada gambar.

3. Bentuk loop(lingkaran) sesuai ukuran yang diinginkan pada ujung paku T menggunakan tang pelintir (round nose plier) ke arah yang berlawanan dari proses nomor-2. Agar tidak terlalu sakit di jari, gunakan bantuan tang penjepit untuk menjepit kawat. Biarkan loop sedikit terbuka (lingkaran jangan ditutup rapat).

4. Potong jika ada sisa kawat pada loop yang telah dibuat agar rapi dengan menggunakan tang potong (cutting plier / diagonal plier / end nipper plier).

5. Sematkan loop pada salah satu mata rantai, dan putar ujung kawat yang terbuka hingga loop tertutup rapat dengan batuan tang pelintir.

6. Ulangi lagi proses nomor 1 hingga 5, hingga rangkaian tersusun seperti anggur sesuai dengan panjang juntai yang diinginkan. Kemudian potong sisa rantai menggunakan tang potong.

7. Buka lubang ring dengan cara memasukkan ujung tang pelintir di tengah ring, lalu regangkan tang perlahan hingga ring sedikit terbuka. Lalu pasang ring pada bagian atas rantai, dan juntai anggur siap dipasang sebagai pelengkap aksesoris. Caranya adalah dengan menyematkan ring juntai ke aksesoris, kemudian jangan lupa untuk merapatkan kembali ring yang terbuka menggunakan tang.

Contoh juntai jika diaplikaskan menjadi bros
Mudah bukan? Asalkan kita memiliki perlengkapan untuk membuat juntai, maka ingin membuat juntai yang seperti apapun pasti bisa.

Selamat berkreasi.. :)


4 Mar 2016

Perlengkapan dan Bahan Membuat Juntai Untuk Aksesoris

Maret 04, 2016 10
Siapa yang suka pakai aksesoris? Samaan donk kita,hehe. Seperti ada yang kurang kali ya kalau gak pakai aksesoris sebagai pelengkap OOTD (Outfit of The Day) kita. *ciehh bahasanya sok fashionista :p

Saya termasuk penggemar aksesoris terutama yang berjuntai melambai gitu, seperti bros, anting, gelang hingga necklace headband. Aaa suka banget deh pakainya. Apalagi dipakainya waktu lagi kondangan, berasa wanita banget, hihi. :D

Kalau dulu sih saya suka beli-beli aja di toko aksesoris. Tapi karena rasa penasaran saya akhirnya pengen juga donk mencoba sendiri untuk belajar membuat aksesoris juntai sendiri, terutama bros juntai yang sekarang lagi ngehits.


Ternyata bahan dan perlengkapan membuat bros juntai ini banyak juga macamnya. Tergantung kita ingin membuat juntai yang seperti apa. Berikut ini akan saya ulas beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuat juntai aksesoris.

1. Tang aksesoris (pliers)
Tang atau plier ini berfungsi sebagai alat untuk membantu merangkai aplikasi juntai yang dibutuhkan. Tang untuk membuat aksesoris juntai ini ada beberapa jenis, yang pada umumnya masing-masing berfungsi sebagai alat untuk memotong, membentuk loop(bulatan) dan menjepit. Dalam merangkai juntai biasanya digunakan untuk memotong rantai/kawat, membuka-tutup ring, dan juga membentuk loop atau memelintir kawat / pin. Untuk lebih detailnya, lihat di sini.


2. Ring
Berupa kawat yang berbentuk melingkar seperti cincin. Ring adalah salah satu bahan utama untuk membuat juntai. Sebab fungsinya adalah sebagai perantara untuk mengaitkan rantai ke bandul. Tersedia dalam berbagai macam ukuran serta berbagai warna seperti warna gold, silver, bronze dan copper.

3. Rantai
Berfungsi sebagai dasar(tempat) mengaitkan aplikasi untuk juntai yang akan dirangkai. Rantai ini memiliki beragam bentuk dan ukuran. Warnanya pun juga ada bermacam-macam dan bisa disesuaikan dengan warna ring.

4. Pin / paku juntai
Pin atau sejenis kawat berbentuk paku ini berfungsi sebagai tempat menyusun manik-manik yang nantinya akan digantung menjuntai pada rantai atau menjadi beberapa rangkaian antar pin, dengan cara membentuk loop(lingkaran) pada bagian ujungnya (setelah pin di isi manik-manik) dengan bantuan tang. Setiap pin atau paku juntai hanya dapat diisi dengan satu hingga tiga manik-manik, berdasarkan ukuran panjang pin dan manik-manik. Paku juntai ini pada umumnya ada dua jenis, yaitu :

Paku T ( head pin)
Berupa kawat yang salah satu bagian ujungnya menyerupai kepala paku. Sedangkan bagian ujung yang satunya dibentuk menjadi loop(lingkaran) untuk dikaitkan/dirangkaikan pada loop yag lain atau pada rantai.Biasa digunakan untuk membuat juntai anggur.

Paku 9 (eye pin)
Bentuk dan fungsinya hampir sama seperti head pin, berupa kawat yang bagian ujung lainnya berbentuk melingkar. Biasanya berfungsi untuk membuat jutaian yang berbentuk memanjang. Karena kedua sisinya dapat dibentuk menjadi loop(lingkaran), sehingga kedua ujung head pin ini berfungsi sebagai konektor atau penyambung antar loop kawat.


5. Mutsin / manik-manik / pernak-pernik lainnya
Mutsin(mutiara sintetis) biasa digunakan sebagai aplikasi pelengkap aksesoris karena harganya yang terjangkau sebagai pengganti mutiara asli. Kita bisa juga menggantinya dengan manik-manik lain sesuai selera untuk dipasang pada head pin / eye pin menjadi juntai. Atau bisa juga menggunakan pernak-pernik lainnya seperti manik akrilik, bulu-buluan, pita ataupun kain yang telah dibentuk sedemikian rupa.


6. Charm (bandul)
charm bulat (connector charm)
Charm adalah bandul yang biasanya berbentuk lempengan. Charm ini mempunyai 1 buah loop di bagian atas sebagai tempat untuk pengait. Selain itu juga ada charm yang mempunyai loop di bagian atas dan bawah bandul yang biasa disebut dengan connector charm, yaitu charm yang berfungsi untuk menyambungkan antar loop atau sebagai alternatif pengganti rantai untuk tempat menggantung aplikasi juntai. Connector charm memiliki beragam bentuk seperti charm tetes, charm bulat, charm oval dan lain sebagainya.


7. Cangkang (Bead Caps)
Berfungsi sebagai aksesoris pelengkap atau mahkota penutup untuk menghias bagian atas mutsin/mote atau juntai tali agar terlihat lebih menawan. Tersedia dalam beragam bentuk dan ukuran.


8. Klep (clamp)
Biasa digunakan untuk menjepit ujung bulu/aplikasi kain sebagai pelengkap juntai. Pada ujung atasnya terdapat lubang(loop) sebagai jalur untuk pengait pada kawat atau rantai. Sama halnya dengan ring, klep juga tersedia dalam berbagai pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan warna ring, pin maupun aksesoris kawat lainnya.


9. Senar / benang andaria
Senar adalah berupa benang berbahan nilon dengan warna transparan dan mempunyai beragam tingkat ketebalan. Senar juga ada yang bersifat elastis dan ada juga yang berwarna-warni. Benang andaria mirip seperti senar, berwarna transparan namun ukurannya lebih tipis seperti benang jahit, sehingga juga dapat digunakan untuk menjahit payet pada pakaian. Kita dapat menggunakan senar / benang andaria jika ingin membuat juntaian yang hanya terdiri dari rangkaian atau susunan mutsin/manik-manik (tanpa menggunakan rantai).

Bahan untuk membuat juntai di atas tidak hanya dikreasikan untuk membuat bros juntai saja. Selain itu juga bisa diaplikasikan untuk membuat kalung, gelang, anting-anting maupun cincin. 

Perlengkapan dan bahan utama yang biasa dipakai sebagai patokan untuk membuat juntai sebagai pelengkap aksesoris adalah dari poin 1 - 6. Sedangkan yang lainnya tidak harus digunakan semuanya, tergantung kebutuhan saja ingin membuat juntai yang bagaimana. Bahkan kita juga bisa berkreasi membuat juntai dari benang rajutan atau dari bahan yang lainnya.


Selamat berkreasi ya.. :)


2 Mar 2016

Apa Itu Mutsin ?

Maret 02, 2016 7
Yuhu, ada yang sudah kenal belum dengan mutsin? Yang belum kenal, yuk aku kenalin dulu. Ingat, mutsin yang ini bukanlah si om Mutsin penyanyi dangdut yang ngehits di jamannya itu yah. *Hehe becanda nih om, maafin saya yah. :)

Mengenal mutsin

Mutsin adalah nama beken singkatan dari mutiara sintetis. Jadi mutsin ini tergolong manik-manik yang merupakan mutiara buatan berbahan dasar sintetis buatan seperti kaca atau plastik yang diberi lapisan pewarna dan dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai mutiara asli.

Mutsin memiliki beragam jenis, warna dan ukuran, ada yang ringan dan juga ada yang berat. Biasanya ukuran yang terkecil adalah mulai dari ukuran 4mm. Umumnya berbentuk bulat, namun ada juga yang berbentuk lonjong. Umumnya berbentuk berupa butiran dan memiliki lubang di bagian tengahnya sebagai jalur untuk merangkai/menggabungkan antar mutsin.

Mutsin Ringan
Mutsin ini memiliki berat yang sangat ringan dan terbuat dari plastik sintetis. Ada yang berbentuk butiran biasanya memiliki ciri-ciri lubang yang lebih besar. Selain itu  ada pula yang berbentuk rentengan alias sudah terangkai antar mutsin. Jadi antar mutsin dengan benangnya pun sudah menyatu sehingga tidak perlu lagi untuk dirangkai atau digabungkan. Jika ingin digunakan, tinggal dipotong saja benangnya sesuai dengan panjang yang diinginkan dan langsung dipasang.
mengenal mutsin
mutsin renteng

Mutsin Berat
Tentunya ini adalah mutsin dengan kualitas yang baik, lebih berat dan kokoh serta warnanya lebih berkilau daripada mutsin ringan. Mutsin jenis ini ada yang permukaannya rata, dan ada juga yang disebut mutsin jeruk karena permukaannya kasar seperti kulit jeruk.
Mutsin
mutsin kulit jeruk

Karena warnanya yang beragam, mutsin biasa digunakan untuk membuat atau menghiasi aksesoris seperti pada bros, gelang, kalung atau aksesoris lainnya. Walaupun ada beragam jenis manik-manik baik yang berbahan sintetis maupun kayu serta bebatuan alam, mutsin juga banyak diminati semua kalangan karena harganya yang sangat terjangkau dibandingkan mutiara asli ataupun mutiara imitasi yang masih memanfaatkan bahan dasar dari alam. Selain itu rangkaian mutsin ini tidak terlalu berat dikenakan jika dibandingkan dengan rangkaian manik-manik atau mote yang berbahan batu-batuan.

Namun mutsin memiliki kekurangan yaitu lapisan pewarnanya yang sewaktu-waktu dapat mengelupas. Jadi harus berhati-hati dalam pemasangan dan perawatannya.

Sudah kenal kan dengan si mutsin yang cantik ini. Kalau begitu bagaimana jika kita lanjut mencoba membuat aksesoris menggunakan mutsin. :)


27 Feb 2016

Si Garlik, Cara Asyik Makan Singkong

Februari 27, 2016 15
Pengen ngemil asyik di sore yang mendung ditemani rintik hujan yang syahdu. Tapi stok di rumah cuman ada singkong. Hmm diapain ya enaknya? Bosan dengan kudapan singkong yang itu-itu aja. Akhirnya bikin "si garlik" yang krenyes-krenyes dan yummy aja deh.


Apa itu si garlik? Sebenarnya istilah ini adalah sebutan dari mama aku yang notabene adalah orang Jawa. Dalam bahasa Indonesia "sigar" berarti potong/belah, sedangkan "cilik" berarti kecil. Jadi si garlik a.k.a "singkong sigar cilik" berarti singkong yang dibelah kecil-kecil dan dimasak sedemikian rupa sehingga menjadi kudapan yang lezat.

Kudapan ini biasa kami buat jika sedang membuat banyak singkong kukus di rumah. Karena kebetulan papa aku sukanya singkong kukus, tapi kalau anak muda seperti saya *cieehh sok muda*, kadang bosan juga lah ya kalau cuman makan singkong kukus atau rebus saja. Pengennya yang rada kekinian gitu donk. *Preeettt :p

Nah kalau dilihat dari fotonya, mirip-mirip dengan french fries yah. Yah jadi gambarannya memang si garlik ini adalah singkong yang nantinya diolah dan digoreng menyerupai french fries, dan cara makannya pun juga lebih enak dicocol dengan saus tomat apalagi saus sambal. Baiklah kalau begitu kita mulai saja memasaknya.

Bahan yang diperlukan adalah:
- Singkong (kupas dan bersihkan)
- Bumbu bubuk perasa (balado/keju/barbeque/jagung bakar/sesuai selera)
- Mayonaise
- Saus tomat / saus sambal


Cara membuatnya:
  1. Kukus singkong hingga matang, kurang lebih selama 30 menit.

  2. Potong-potong kukus singkong secara memanjang (straight cut), menyerupai kentang french fries.



  3. Goreng di atas api sedang hingga terlihat garing dan berwarna keemasan dan tiriskan.


  4. Taruh singkong goreng dalam toples dan masukkan bumbu bubuk perasa secukupnya, kemudian tutup toples rapat-rapat. Lalu shake(kocok) toples hingga singkong terbalur rata oleh bumbu.

  5. Pindahkan ke wadah saji, dan sajikan dengan saus tomat/saus sambal dan mayonaise selagi hangat.




Yumm, rasanya tidak kalah dengan french fries yang di jual di mall-mall loh. Apalagi dimakan di kala hujan, dan dimakan berdua dengan sang kekasih. Aiih, bahagia itu sederhana kan. Yukk ah, mari makan.. ;)


20 Feb 2016

Sepatu Baru untuk Mesin Jahitku

Februari 20, 2016 6
Siapa bilang cuma cewek doank yang doyan sepatu? Nih buktinya, mesin jahit juga kudu pakai sepatu. Bahkan kali ini mesin jahit saya juga minta sepatu baru dengan model yang berbeda dari yang lama, dan gak tanggung-tanggung jumlahnya ada 32 set sekaligus. Hehe, jangan dipercaya sih. Gak mungkin juga mesin jahit bisa ngomong. Sebenarnya sih saya-nya aja yang mupeng ama si sewing machine presser foot 32 set ini. :D

Ceritanya bermula pada awal bulan Februari kemarin tepatnya pada tanggal 1 Februari, awalnya iseng-iseng aja sih buka web-nya Lazada. Dan ternyata selama bulan Februari ini lagi ada promo diskon khusus valentine. Iseng lagi deh cari presser foot alias sepatu mesin jahit yang sebenarnya sudah lama jadi incaran saya. Dan bertemulah saya dengan si presser foot 32 set ini.

Sepatu mesin jahit adalah bagian dari mesin jahit yang fungsi pada umumnya yaitu untuk menahan kain yang dijahit di atas permukaan mesin jahit, dan juga terdapat lubang sebagai tempat keluar masuknya jarum jahit saat proses menjahit dilakukan. Sebenarnya sepatu mesin jahit mempunyai jenis yang beragam dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dari sepatu mesin jahit standar yang biasa dipakai untuk menjahit pada umumnya.

Berbeda jenis mesin jahit juga berbeda pula jenis sepatu mesin jahitnya. Beda jenis mesin jahit di sini adalah dalam artian antara mesin jahit manual (mesin jahit hitam) dengan mesin jahit listrik multifungsi (portable). Karena mesin jahit milik saya adalah mesin jahit portable, maka saya membeli sepatu mesin jahit khusus untuk mesin jahit portable.

sepatu mesin jahit
32pcs Sewing Machine Presser Foot
Kebetulan waktu itu adalah hari Senin, dan baru ingat juga kalau di Lazada kan setiap hari Senin ada promo diskon tambahan sebesar 10% khusus untuk pembelian menggunakan kartu kredit. Ahhaaa, diskon lagi. Langsung makin semangat deh buat ngembat sepatu mesin jahit ini. Awalnya gelora asmara berbelanja saya semakin menggebu-gebu begitu tahu ada diskon tambahan lagi sebesar 15% jika transaksi dilakukan melalui aplikasi Lazada pada smartphone. Seru nih pikir saya. Udah barangnya diskon, dapat tambahan diskon lagi sebesar 10% dari kartu kredit, dan ditambah lagi 15%. Dan ternyata saya salah pemirsa, diskon tambahannya sih hanya berlaku untuk salah satu pilihan saja alias gak bisa double-double. Hahaha, maklum namanya juga wanita, matanya bisa ijo kalau banyak diskonan. :p

Jadi akhirnya saya pilih untuk memasukkan kode diskon yang paling besar yaitu diskon 15% dengan syarat bertransaksi melalui aplikasi di smartphone. Dan makin senang lagi karena ternyata bebas biaya ongkos kirim, karena kebetulan barang ini dijual oleh seller asing dari negeri China. Karena memang sepatu mesin jahit yang saya beli ini adalah sepatu mesin jahit buatan China, bukan keluaran resmi dari produsen mesin jahit tertentu. Tapi karena tempat untuk dudukan sepatu mesin jahit bersifat universal maka umumnya bisa dipakai di mesin jahit multifungsi/portable merk apa saja.

Karena dikirim dari luar negeri, maka estimasi pengirimannya pun tergolong cukup lama yaitu sekitar kurang lebih hampir 2 bulan. Jadi saya melakukan transaksi order pada tanggal 1 Februari dan perkiraan barang sampai yaitu sekitar tanggal 20-26 Maret. Ah sudahlah gak apa-apa, batin saya, namanya juga free ongkir (ongkos kirim) kan. Asal barangnya datang dan sampai dengan selamat aja.

Dan ternyata, pada tanggal 18 Februari saya mendapatkan kiriman email dari Lazada yang menginformasikan nomor resi barang orderan saya. Setelah saya cek status pengiriman barangnya, ternyata barang pesanan saya sudah ada di bandara Jakarta. Dan tanggal 20 Februari barang pesanan sudah sampai di rumah saya. Benar-benar sampai di tangan jauh lebih cepat dari estimasi. Aihhh senangnya. :D

sepatu mesin jahit
Penampakannya setelah saya buka packing luarnya
Dan syukurlah barang pesanan saya sampai dengan selamat. Terlihat dari foto di atas, barang dibungkus oleh bubble wrap. Jika diperhatikan dengan seksama, bahannya memang agak berbeda dengan keluaran produsen mesin jahit ternama. Terutama untuk bagian komponen sepatu mesin jahit yang berbahan plastik, bahannya memang agak sedikit ringkih. Tapi cukup worth it lah ya untuk sekelas produk buatan China.

Penampakan bagian belakang,
terdapat informasi masing-masing jenis sepatu mesin jahit dalam tulisan China
Untuk fungsinya, jujur saya masih belum cukup menguasai semua jenis sepatu mesin jahit ini. Jadi saya memang belum mencobanya satu-persatu nih, hanya saya coba beberapa saja. Dan sejauh ini masih berfungsi secara normal dan nyaman untuk digunakan.

Namun dari keterangan yang tertera di deskripsi barang pada website penjualan, sepatu mesin jahit ini terdiri dari :
  1. Fringe Foot
  2. Cording Foot
  3. Braiding Foot
  4. Pearl Piping Cording Foot
  5. 9 Grooves Pintuck Foot
  6. 7 Grove Pintuck Foot
  7. Concealed ZIP Foot
  8. 5 Hole Cording Foot
  9. 6mm Round Rolled Hem Foot
  10. Teflon Snap on foot
  11. Open Toe Embroidery Foo
  12. Open Toe Foo
  13. Cording Foot
  14. Snap on 1/4" Metal Patchwork Quilting Foot
  15. Straight Stitch Foot
  16. 1/4 Piecing Foot Guide
  17. Edge Stitch Foo
  18. Satin Stitch Foot
  19. 7 Hole Cording Foot
  20. Patchwork Edge Joining Stitch Foot
  21. Guide Stitch Foot
  22. Blind Hem Foo
  23. Gathering / Welting Foot 
  24. 3mm Rolled Hem Foot
  25. 6mm Rolled Hem Foot
  26. 3mm Round Rolled Hem Foot
  27. Roller Foot
  28. Embroidery Darning Foot
  29. Adjustable Bias Binder Foot
  30. Quilting Darning Embroidery Foot
  31. Adjustable Zip Foot
  32. Knit Foot
Dan entahlah apa itu arti dan fungsinya, karena saya hanya bisa menerjemahkannya saja ke dalam bahasa Indonesia. Hahaha. Apalagi pada kemasan luarnya malah hanya ada gambar dan keterangan dalam bahasa China, dan tidak dilampirkan buku panduan pemakaian.

Baiklah, sekian dulu cerita saya. Sekarang saya mau belajar dulu utak-atik sepatu mesin jahit ini. Nanti di lain waktu akan saya coba ulas satu-persatu fungsi dan cara pakai masing-masng jenis sepatu mesin jahit ini.

Happy sewing.. ;)


10 Feb 2016

Mesin Jahit Mini, Cocokkah untuk Pemula ?

Februari 10, 2016 12
Seiring dengan perkembangan jaman maka semakin berkembang pula beraneka ragam jenis mesin jahit. Dari yang dulunya mesin jahit dioperasikan manual menggunakan tangan, kemudian berkembang menjadi mesin jahit manual yang menggunakan pedal dengan cara dikayuh dengan kaki hingga mesin jahit listrik. Bahkan kini lagi ngehits banget nih yang namanya mesin jahit mini baik yang manual hingga portable, yang jenisnya pun sudah beraneka ragam dan mudah ditemukan di pasaran.

Apa itu mesin jahit mini?

Mesin jahit mini ini berbeda dari mesin jahit yang biasa kita temui pada umumnya. Sesuai dengan namanya, tentunya mesin jahit mini adalah mesin jahit yang berukuran mini atau lebih kecil dari mesin jahit standar. Karena berdimensi kecil sehingga mesin jahit ini memudahkan untuk dibawa atau dipindah kemana saja.

Berdasarkan ukuran dan cara pemakaiannya, umumnya mesin jahit mini terdiri dari dua jenis yaitu :

Mesin jahit mini tangan(stapler), yaitu mesin jahit mini yang ukurannya mampu dijangkau oleh kepalan tangan. Umumnya bentuk dan cara mengoperasikannya hampir sama seperti staples.

Biasanya mesin jahit tangan ini hanya menggunakan 1 spool benang saja, sehingga hasil jahitannya persis seperti jahitan rantai. Karena bentuknya yang sangat mini, tentu saja mesin jahit staples ini memiliki harga yang sangat terjangkau, bahkan dibandrol hanya dengan harga puluhan ribu rupiah saja.


Mesin jahit mini portable, yaitu mesin jahit mini yang bentuk dan pengoperasiannya hampir sama persis dengan mesin jahit listrik (portable) pada umumnya namun dengan ukuran yang lebih kecil sehingga lebih ringan. Umumnya mesin jahit ini nyaris mirip seperti mesin jahit standar yaitu menggunakan 1 spool benang dan 1 sekoci, sehingga hasil jahitan juga persis seperti hasil jahitan pada mesin jahit biasa.

Jika kita perhatikan akhir-akhir ini sedang hits banget ya pemasaran mesin jahit mini portable buatan China. Mesin jahit mini ini sebagian besar berbahan dasar plastik, sehingga terbilang sangat ringan. Karena bodynya yang kecil dan ringan, pastinya harga mesin jahit mini portable ini sangat murah meriah. Dan tidak tanggung-tanggung, harga yang beredar di pasaran pun di bandrol dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah saja. Harga mesin jahit mini portable ini sangat variatif tergantung fitur yang ditawarkan, umumnya berkisar antara Rp. 200.000 - Rp. 500.000. Sangat terjangkau sekali ya, jauh di bawah harga mesin jahit portable standar yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Seiring berkembangnya waktu kini semakin banyak ditemukan di pasaran beraneka ragam jenis mesin jahit mini portable yang menggunakan daya listrik dan juga baterai sehingga kita tidak perlu kebingungan menjahit saat listrik sedang mati. Bahkan kini juga mulai bermunculan mesin jahit mini portable yang juga memiliki beberapa pola jahitan yang mirip dengan mesin jahit portable rumahan.

Tapi jangan salah, ternyata ada juga loh mesin jahit mini keluaran merek ternama yang desainnya pun juga tak kalah stylish. Bahkan ada pula yang desainnya dilengkapi dengan gambar Hello Kitty, lucu ya. Tentu saja bahan yang digunakan juga lebih kokoh sehingga harga yang dibandrol juga bisa mencapai 1jutaan rupiah. Bahkan juga ada fitur dan desainnya dirancang "semi heavy duty". Namun dalam pemasarannya mesin jahit mini "branded" ini memang sengaja diperuntukkan untuk anak-anak. Dengan ukuran yang lebih mini sehingga tidak terlalu kebesaran bagi anak-anak serta fitur yang tidak terlalu rumit, maka anak-anak juga lebih nyaman untuk memakainya.


Apakah "worth it" untuk pemula?

Sebelum memutuskan untuk membeli mesin jahit mini, kita perlu mengetahui terlebih dahulu beberapa fitur kelebihan dan kekurangannya. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan mesin jahit mini yang saya rangkum berdasarkan pengalaman saya.

Kelebihan mesin jahit mini :
1. Harganya sangat murah dan terjangkau.
2. Bentuknya kecil dan ringan, sehingga mudah dibawa dan dipindah kemana saja.
3. Tidak perlu khawatir saat tidak ada jangkauan listrik, karena mesin jahit mini portable bisa memanfaatkan daya dinamo atau baterai tentunya dengan batas waktu tertentu saja.
4. Cocok untuk pemula maupun anak-anak, karena pengoperasian/penggunaannya yang mudah dan praktis sehingga tepat dijadikan sebagai sarana belajar menjahit.
5. Desain yang cantik dan menarik.

Kekurangan mesin jahit mini ( buatan China / bukan "branded") :
1. Untuk bodynya relatif ringkih, karena hampir keseluruhan bodynya berbahan dasar plastik.
2. Kurang kuat untuk menjahit bahan tebal terutama jeans, sehingga tidak disarankan untuk menjahit yang berbahan tebal apalagi untuk membuat tas.
3. Tidak ada garansi resmi, dibandingkan dengan mesin jahit portable yang rata-rata bergaransi resmi 1 tahun.
4. Kurang cocok dijadikan perlengkapan menjahit sebagai keperluan bisnis konveksi rumahan.

NB: Kekurangan dan kelebihan yang saya jabarkan di atas dikhususkan untuk mesin jahit mini buatan China atau "bukan branded" yang berharga ratusan ribu rupiah, bukan keluaran merek ternama yang dibandrol bisa mencapai 1jutaan rupiah. Karena mesin jahit mini keluaran merek ternama tentu bergaransi dan bahannya juga tidak berbeda jauh dari mesin jahit portable standar (perbedaan spesifik lebih kepada ukuran dan fiturnya).

Nah setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin jahit mini yang telah dijabarkan di atas, setidaknya kita bisa menyimpulkan sendiri pilihan yang tepat untuk membeli mesin jahit ya. Tentunya mesin jahit mini ini memang tidak direkomendasikan bagi seseorang yang sudah memiliki keahlian expert dalam kegiatan jahit-menjahit.

Namun jika kamu seorang pemula yang baru saja ingin memulai belajar menjahit menggunakan mesin jahit, terutama dengan budget terbatas, tidak ada salahnya untuk menjatuhkan pilihan pada mesin jahit mini. Dan berdasarkan pengalaman pribadi, saya lebih menyarankan untuk membeli mesin jahit mini portable ketimbang mesin jahit mini staples. Dan dengan harga yang cukup ramah di kantong, kita sudah bisa belajar menjahit menggunakan mesin jahit layaknya seorang ahli sambil mengisi waktu luang di rumah, namun tetap disarankan dengan pemakaian sewajarnya.

Dengan mesin jahit mini ini kita sudah bisa membuat aksesoris atau kerajinan tangan sendiri seperti membuat pita, bandana dan lain sebagainya. Pun juga bisa digunakan untuk permak pakaian yang ringan-ringan saja dan sewajarnya, seperti untuk menjahit bagian kemeja yang jahitannya lepas.

Jadi mesin jahit mini lebih cocok digunakan untuk menjahit bahan yang ringan dan dengan ketebalan standar, seperti sifon, katun, atau flanel. Dan tidak disarankan untuk menjahit ataupun permak pakaian dengan bahan tebal seperti jeans atau canvas jika ingin mesin jahit mini milikmu tahan lama. Karena bahan dasarnya dominan terbuat dari plastik maka kita memang harus ekstra hati-hati dalam pemakaiannya. Jangan dipaksakan kerja terlalu berat, terlebih dalam sehari jangan sampai digunakan non stop atau terus-menerus. Kalau kamu mengoperasikannya dengan pemakaian yang wajar, saya rasa mesin jahit mini portable kamu akan fine-fine saja dan lebih awet serta tahan lama. Jadi overall mesin jahit mini ini memang lebih cocok untuk kegiatan crafting yang ringan.

Eeeiitts, tapi jika kamu mempunyai budget berlebih, apalagi jika rencana jangka panjang belajar menjahit ini kedepannya untuk membuat pakaian sendiri atau bahkan sebagai prospek berbisnis kecil-kecilan, saya sarankan sih untuk membeli mesin jahit biasa saja yang fiturnya tidak terlalu ribet dan cocok untuk mesin jahit rumahan. Jika budget masih pas-pasan maka tidak ada salahnya untuk menabung dahulu hingga budget dirasa cukup, apalagi mesin jahit rumahan juga ada kok yang dibandrol dengan harga kurang dari 1juta rupiah. Daripada menyesal kemudian karena sudah terlanjur beli mesin jahit mini tapi akhirnya rusak gegara pemakaiannya yang terlalu dipaksakan. Yah seperti pepatah mengatakan, "ada harga ada rupa" kan. :)

Semoga informasi ini dapat membantu teman-teman yang sedang galau ingin membeli mesin jahit ya. Happy sewing.. ^^