31 Mar 2016

Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Bosan dengan jilbab paris lama kamu yang modelnya itu-itu aja? Selain menyiasatinya dengan beragam cara model memakai jilbab, kita makeover aja yuk bikin jadi jilbab ruffle atau biasa disebut dengan jilbab rempel. Hitung-hitung sambil mengasah keterampilan menjahit kita. ;)

Makeover Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Para muslimah a.k.a hijabers pasti sudah pada tahu kan dengan jilbab paris? Setidaknya pada punya lah ya koleksi jilbab paris walaupun satu atau dua biji aja, eh atau malahan punya bejibun nih seperti aku, hehe. Secara jilbab paris ini kan bisa dibilang jilbab sejuta umat yang harganya terjangkau dan sangat nyaman dipakai.

Bagi yang belum pada tahu seperti apa itu jilbab paris, sini aku kasih tempe tahu. Jilbab paris ini bukan kerudung yang diimpor dari Paris ya. Tapi konon katanya jilbab paris ini adalah jilbab yang terbuat dari bahan kain katun paris. Umumnya dijual dalam bentuk segi empat dengan jahitan menyerupai neci di pinggiran kainnya. Dan bahan dengan kualitas terbaik adalah dari kain katun paris made in Japan.

Kebetulan aku punya dua buah jilbab paris dengan warna yang sama. Nah daripada punya double, mendingan aku makeover jadi satu aja kan. Jadi satu buah jilbabnya akan aku pakai menjadi bahan ruffle (rempel) untuk dipasang di jilbab yang satunya lagi. Sebenarnya untuk membuat jilbab ruffle ini nggak harus pakai jilbab paris kok. Kalian bisa mencoba berkreasi juga menggunakan jilbab segiempat dengan bahan lainnya yang ada di rumah. ;)


Tutorial Membuat Jilbab Paris Ruffle :
1. Untuk membuat jilbab paris ruffle, diperlukan dua buah jilbab paris (lihat gambar). Jilbab A sebagai jilbab utama, sedangkan jilbab B sebagai bahan membuat ruffle (rempel/rumbai). Usahakan keduanya berwarna sama, atau bisa juga menggunakan dua buah jilbab yang warnanya berbeda namun dengan padu padan warna yang serasi.
pola Makeover Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
Klik gambar untuk memperbesar
Potong jilbab B menjadi 2 bagian. Ambil satu potongan tadi lalu potong lagi menjadi 4 bagian (seperti pada gambar yang ditandai dengan garis putus-putus berwarna merah). Nah sisa potongan yang lainnya tadi bisa disimpan untuk dimanfaatkan menjadi bahan ruffle lagi untuk jilbab yang lainnya.

NB: Satu jilbab paris bisa dimanfaatkan sebagai bahan ruffle untuk dua buah jilbab.

2. Sambungkan (jahit) keempat buah potongan pada bahan B tadi secara memanjang. Kemudian buat kelim rol (tindas) pada salah satu tiras bahan. Jangan lupa saat membuat keliman, sisi kain bagian buruk (yang terdapat jahitan sambungan yang terlihat) menghadap ke sisi atas, jangan sampai terbalik (perhatikan pada gambar).
Makeover Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
NB: Setelah kain dipotong (pada step-1), usahakan segera membuat keliman. Karena tiras kain pada jilbab paris mudah brudul. Jadi berdasarkan pengalaman aku waktu bikin bahan ruffle ini, aku jahit kelim setelah keesokan harinya. Dan cukup menguras keringat juga nih saat bikin keliman. Hasilnya bisa dilihat seperti gambar, cukup berantakan dan kurang rapi. Jangan ditiru ya, hehe. :D


3. Step selanjutnya adalah membuat ruffle (rempel) pada bahan B dengan membuat jahitan kerut. Lalu buat jahitan dengan tension rendah di sepanjang tiras kain yang satunya (yang tidak ada keliman). Tarik salah satu ujung benang jahitan bagian bawah hingga membentuk kerutan. 
Makeover Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Ratakan (rapikan) kerutan, kemudian ukur dan sesuaikan panjang ruffle sepanjang dua buah sisi pada tepian jilbab A (atau seukuran dua kali panjang jilbab). Jika panjang ruffle masih kelebihan maka tarik lagi benangnya sampai panjangnya sesuai, atau sebaliknya. Lihat pada gambar di bawah ini.

Makeover Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle


4. Jahit ruffle mengelilingi 2 sisi tepi jilbab A (seperti pada gambar di atas). Lakukan dengan cara letakkan ruffle di bagian atas jilbab A, dengan bagian buruk ruffle menghadap ke atas. Dan lebihkan bagian tepi jilbab A sekitar 1cm, seperti pada gambar di bawah ini (jangan letakkan tepi ruffle sejajar dengan tepi jilbab A).
Makeover Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle


5. Tekuk tepi jilbab A ke dalam, menutupi tiras (tepi) ruffle, kemudian jahit. Dan hasilnya akan tampak seperti pada gambar di bawah ini.
Makeover Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
Detail jilbab ruffle bagian dalam
Cara membuat Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
Detail jilbab ruffle bagian luar


Dan refashion jilbab parisnya sudah selesai. Nggak terlalu sulit kan cara membuat jilbab rufflenya. Jilbab paris aku yang tadinya polosan, sekarang sudah jadi jilbab ruffle. Makin cantik kan? ;)

Cara membuat Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Selamat berkreasi ;)


23:57 6 Comments

27 Mar 2016

Weekend itu Sederhana

Kata orang bahagia itu sederhana. Bagi aku weekend pun juga sederhana. Nggak melulu harus piknik, nge-mall atau kongkow-kongkow ngopi syantik di cafe. Di rumah juga bisa dong menikmati weekend. :D

Kalau waktu weekend lagi di rumah aja, biasanya aku menikmati weekend dengan utak-atik cantik di dapur. Seperti hari ini, pengen cobain bikin pizza sekalian mumpung lagi ada bahannya di dapur. Karena lagi malas masak yang ribet di tengah cuaca yang panas, coba ubek-ubek resep pizza no oven deh alias pakai teflon. Dan ini dia hasilnya.


Aku namain "pizza sejoli" kali ya, hihihi. Secara bikinnya hasil duet maut ama sang kekasih hati. Weleh-weleh sok romantis. :p

Hmm, lumayan deh walaupun pakai bahan seadanya. Nggak ada paprika juga hayuk hajar aja. Nggak ada keju mozzarella, parutan keju cheddar pun juga jadi. Bahkan biar ada kesan meltingnya, sampai bikin cheese sauce sendiri dari keju cheddar juga, hihi.

Kalau yang ini aku sebutnya pizza setengah veggie. Toppingnya ada nanas, jagung manis dan juga jamur. Hihi, nggak bisa disebut pizza veggie juga sih, secara masih pakai taburan keju yang notabene adalah produk olahan dari hewani kan.


Sebenarnya sih tadi bikin tiga buah pizza yang bikinnya dicicil dari sore dan baru lanjut lagi selepas magrib. Tapi yang dua sebelumnya gak sempet kefoto. Karena udah kecapekan plus keringetan, yang ada keburu kalap dan lapar. Hahaha.

Tiga buah pizza yang menutup malam ini dengan begitu sempurna. Busyet, rakus amat? Hahaha, nggak lah ya. Pizzanya dibagi ama orang tua juga kali. Dan bagi-bagi beberapa slice juga ke tetangga sebelah. :)


Weekend itu sederhana kan? Di mana aja tetap bisa kok menikmati weekend bersama orang tercinta. Biarin deh dibilang kurang piknik, yang penting aku bahagia. :p

Gimana dengan weekendmu hari ini? ;)


23:47 18 Comments

23 Mar 2016

Mengenal Crafting

Meskipun kini penggemar crafting sudah mulai menjamur di berbagai penjuru, termasuk aku salah satunya, ternyata masih banyak loh yang belum mengetahui tentang apa itu crafting. Baiklah, untuk itu kali ini saya akan menuliskan penjelasan singkat tentang definisi dan beberapa istilah yang berhubungan dengan crafting dari rangkuman beberapa sumber yang saya dapatkan.


Apa itu crafting?

Crafting berasal dari kata "craft" dalam bahasa Inggris, yang jika dalam bahasa Indonesia berarti "kerajinan" atau biasa kita kenal dengan prakarya (hasil karya). Jadi kerajinan itu bukan berarti sangat rajin ya. :p

A craft is a pastime or a profession that requires particular skills and knowledge of skilled work. (Wikipedia)

Craft : an activity involving skill in making things by hand. (Oxford Dictionaries)

Craft : Skill in doing or making something, as in the arts; proficiency. (The Free Dictionary)
Definisi craft itu sendiri memang sangat luas. Singkatnya, definisi craft bisa berarti hobi atau profesi dimana melibatkan keterampilan tangan dan kecakapan pembuatnya dalam membuat sesuatu yang berguna. Juga tidak sedikit pula kegiatan craft yang mempunyai nilai seni (art) yang tinggi. Benda hasil craft juga biasa dikenal sebagai kerajinan, prakarya, hasil karya, ataupun handycraft. Jadi benda craft atau kerajinan bukanlah merupakan barang buatan pabrikan.

Kegiatan dalam melakukan craft biasa kita kenal dengan istilah crafting. Sedangkan orang yang berprofesi dalam membuat benda-benda hasil craft (kerajinan) biasa disebut dengan crafter atau pengrajin.

Apa saja yang termasuk dalam crafting?

Berikut adalah beberapa kegiatan atau hobi yang termasuk dalam kategori crafting (craft) :
- merajut (crochet dan knitting),
- menjahit / sewing,
- decoupage,
- menyulam / embroidery,
- quilting,
- patchwork,
- quilling (paper quilling),
- membuat dekorasi / aksesoris / pernak-pernik,
- origami,
- macrame,
- menganyam,
- menenun, dan lain sebagainya.

Sekian rangkuman tentang crafting yang bisa aku jelaskan, semoga bisa memberi sedikit pencerahan tentang crafting ya. Kalau kamu punya hobi crafting juga nggak?

Happy crafting.. ^__^

16:42 5 Comments

19 Mar 2016

Tutorial dan Tips Membuat Pita (Bow) dari Kain Perca

Punya banyak kain perca di rumah dan bingung mau dibuat apa? Hmm, gimana kalau kita bikin jadi pita yang imut dan unyu-unyu kayak kamu gals :p . Pita ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk bros, jepit rambut maupun aksesoris di baju kamu loh.

Di sini aku bakalan share langkah dasar untuk membuat pita atau bow dari kain perca. Cocok banget nih buat kalian yang masih pemula dan ingin belajar crafting. Karena cara membuatnya pun sangat simple dan mudah.

Tutorial Membuat Pita (Bow) dari Kain Perca

Tidak diperlukan syarat khusus harus memakai bahan apa untuk membuat pita. Jadi bahannya bisa pakai kain jenis apa saja yang kita punya di rumah. Bisa kain katun, satin, tile, kaos bahkan jeans. Dan yang akan saya gunakan untuk membuat pita kali ini adalah kain perca yang berbahan stretch (kaos).

Bahan yang diperlukan :
- Kain perca
- Benang & jarum jahit
- Gunting
Bahan membuat pita dari kain perca
Bahan membuat pita dari kain perca


Langkah-langkah membuat pita (bow) :
  1. Siapkan kain perca, bisa satu macam kain saja atau dua macam sebagai kombinasi warna (aku memakai dua buah kain perca dengan warna yang berbeda). Kemudian bagi kain menjadi dua bagian seperti pada pola berikut ini :
      - kain untuk pita dasar : berukuran 21 x 10 cm (aku menggunakan kain warna cream)
      - kain untuk ikat (obi) : berukuran 3,5 x 6 cm  (aku memakai kain warna orange)
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Pola di atas untuk membuat pita(bow) yang berukuran kurang lebih 10 x 6 cm. Untuk membuat pita yang lebih besar lagi, kalian bisa menambahkan ukurannya pada setiap panjang dan lebar pola sesuai keinginan, demikian pula sebaliknya.


  2. Untuk membuat pita dasar, siapkan kain untuk membuat pita dengan posisi kain bagian buruk menghadap ke muka. Kemudian lipat kedua pinggiran kain (sisi atas dan bawah) ke dalam masing-masing selebar 2cm seperti pada gambar di bawah ini. Hal ini untuk menyembunyikan bagian tiras(pinggiran) kain agar tidak terburai/terlihat.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    (Klik pada gambar untuk melihat lebih besar)

  3. Kemudian lipat bagian kanan kain ke dalam sepanjang 5,5cm (sedikit melebihi bagian tengah kain). Dan lakukan juga pada bagian kiri kain, sehingga ujung kain bagian kiri tertumpuk oleh ujung kain bagian kanan sekitar 0,5cm.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Ini dilakukan untuk menutup tiras bagian kanan dan kiri kain, juga nantinya membuat pita menjadi terlihat tebal (bervolume). Sehingga kain untuk membuat pita tersebut menjadi berukuran 10 x 6 cm.


  4. Langkah selanjutnya adalah membentuk kerutan/lipatan pita (bow) dari bahan yang sudah dibentuk pada langkah ke-3. Siapkan jarum yang telah dipasang benang jahit, dan bentuk simpul pada ujung benang. Lalu buat jahitan jelujur di bagian tengah bahan, dan pastikan pula ujung-ujung kain yang berada di tengah bahan tertindas oleh jahitan agar tidak lepas (seperti pada gambar bagian "belakang"). Untuk hasil yang rapi, usahakan menggunakan benang dengan warna yang senada dengan kainnya. Aku sengaja memakai warna benang yang berbeda agar mudah disimak (terlihat).
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Tips untuk menghasilkan bentuk sempurna (simetris) pada kerutan/lipatan di bagian tengah pita terdapat pada penentuan letak dan jahitan jelujur. Untuk membuat pita yang bagian tengahnya mempunyai 3 buah lipatan seperti pita pada umumnya dan  juga pada pita yang kubuat kali ini, buat jahitan jelujurnya seperti pada gambar.

  5. Seperti yang terlihat di gambar, posisikan lebar bahan menghadap ke arah samping kiri-kanan. Mula-mula masukkan jarum dari arah "bagian depan" (bagian baik) bahan  di sebelah agak ujung kanan (jangan terlalu ujung). Kemudian tarik jarum hingga simpul ujung benang berada di posisi ujung kanan bahan. Lalu bagi menjadi 5 jahitan jelujur yang sama panjang ke arah kiri bahan, sehingga pada "bagian depan" bahan terlihat 2 buah benang jahitan, dan di "bagian belakang" bahan terdapat 3 buah benang jahitan.

    Untuk membuat pita dengan lebih dari 3 buah lipatan, kita bisa menambahkan jumlah jahitan jelujur. Seperti membagi 7 jahitan jelujur untuk menghasilkan 4 buah lipatan, dan seterusnya.


  6. Setelah membuat jahitan jelujur yang simetris, tarik benang(jahitan) hingga kain membentuk kerutan(lipatan) sampai rapat. Sambil ditahan dengan tangan, kemudian lilitkan benang melingkari bagian tengah pita, agar lipatan semakin kuat dan tidak mudah lepas.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Bagian depan pita dasar
    Lalu jahit mati pada bagian belakang (bagian buruk) pita. Dan hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di atas.


  7. Langkah selanjutnya adalah membuat pengikat pita (obi) sebagai penutup bagian tengah pita agar terlihat semakin rapi. Caranya adalah siapkan kain untuk obi dan bagian buruk kain letakkan menghadap ke muka. Lalu tekuk ke dalam pada bagian atas sisi kain yang memanjang selebar 1cm, lanjutkan pula pada bagian bawah kain. Sehingga pinggiran(tiras) kain bagian bawah menutupi pinggiran kain bagian atas seperti pada gambar.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Pola obi pada langkah-1 tersebut akah menghasilkan obi dengan lebar sekitar 1,5cm. Jika ingin membuat obi yang lebih lebar atau lebih kecil, tinggal diubah saja pada ukuran polanya.


  8. Letakkan pengikat pita melingkari bagian tengah pita, dengan bagian baik (bagian yang tidak ada tiras kain) ikat pita berada di luar. Posisikan bagian tengah ikat pita berada pada posisi bagian baik (depan) pita. Sehingga pada bagian buruk (belakang) pita terlihat seperti pada gambar berikut.
    Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
    Bagian belakang pita
    Setelah merapatkan ikat pita, maka kedua ujung pita akan bertemu di bagian belakang pita. Pastikan kedua ujungnya saling menumpuk, kemudian tindas dengan jahitan. Janga lupa untuk jahit mati di akhir jahitan dan potong sisa benangnya. :)
Langkah Dasar Membuat Pita (Bow) dari Kain
Bagian depan pita

Nah pitanya sudah jadi nih. Dan hasilnya akan terlihat seperti gambar di atas. Pita yang sudah jadi siap dipasang dimana saja sesuai keinginan kita. Tinggal dipasang di peniti bros, jepit rambut, ikat rambut atau bando menggunakan lem tembak-pun sudah bisa langsung kita pakai. :)

Selamat mencoba ya :)

09:53 3 Comments

16 Mar 2016

My Little Emergency Pincushion

Hai hai, kali ini aku mau kenalin barang imut-imut yang biasa aku bawa buat bepergian nih. Yup, dia adalah si mungil pincushion atau bantalan jarum pentul. Karena aku berjilbab, jadi jarum pentul sudah menjadi salah satu barang bawaan yang wajib ada di dalam tas aku kalau lagi bepergian kemana aja.

Tau sendiri kan kalau suka pakai jilbab non-instan seperti pashmina atau jilbab segi empat pasti tidak bisa lepas dari bantuan si jarum pentul. Fungsinya sih sebagai cadangan untuk berjaga-jaga kalau jarum pentul yang kupakai tetiba lepas dari sarangnya. Maklum, kadang kalau aku sedang hiperaktif banyak kegiatan pasti si jarum pentul yang tersemat di jilbabku suka tiba-tiba lepas dan ngilang secara misterius. :D

My Little Emergency Pincushion

 Aku sebut "emergency pincushion" karena waktu itu aku bikin bantalan jarum pentul ini secara dadakan banget. Karena sebelumnya aku suka asal naruh jarum pentul gitu aja di dalam pouch make-up, bahkan kadang aku taruh langsung di salah satu kantong tas. Alhasil bikin jari tanganku sering ketusuk ujung jarum pentul yang suka nongol keluar dari pouch sewaktu mau ambil barang di dalam tas. Nggak cuma jari tangan, tapi handphone akupun juga tak jarang kena sasaran kalau lagi taruh pouch make-up dan hp jadi satu di dalam tas, hiks. :'(

Karena itulah akhirnya waktu mau pergi keluar kota, dadakan deh bikin bantalan jarum pentul yang bisa masuk di pouch make-up supaya si jarum pentul nggak suka nusuk sana-sini lagi. Dan terbesit ide untuk bikin alas pincushionnya dari tutup botol plastik bekas minuman kemasan Mi*one seperti gambar di bawah ini nih.

My Little Emergency Pincushion

Bagian bantalan jarum pentulnya terbuat dari kain flanel yang diisi dengan dakron. Dan bagian bawah(alas) yang berwarna biru tua itu adalah tutup botol bekas yang aku maksud. Fungsinya sebagai alas yang dapat menahan agar ujung jarum pentul tidak keluar dari bantalan sehingga tidak akan menusuk benda lainnya.

Kalau dilihat, memang pincushion ini sangat sederhana sekali. Bahkan tutup botolnya pun tidak tertutup oleh hiasan apapun. Yah karena bikinnya juga dadakan, tidak sampai 2 menit juga sudah jadi. Dan yang paling kusuka, walaupun bentuknya mini seukuran diameter tutup botol tapi ternyata jarum pentulnya bisa muat banyak. Yey! :D

 Ehm, adakah yang mau tahu cara membuat pincushion mini seperti ini? Tunggu artikel aku selanjutnya ya.

14:20 2 Comments

12 Mar 2016

Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama

Pengen bergaya ala-ala Risty Tagor? Tau kan ciri khas style jilbab si artis cantik yang mirip aku ini adalah memakai inner hijab atau dalaman jilbab yang mempunyai aksen kerutan. Dalaman hijab model ini biasa disebut dengan ciput kerut atau ninja kerut.

Gak usah jauh-jauh pergi ke mall atau malah lama nunggu pesanan dari online shop buat punya inner kerut. Tinggal ambil dalaman jilbab di lemari pakaian dan kita ubah menjadi ciput kerut. Biar makin cantik, modis dan pintar menjahit, hihihi. Bikinnya juga cepat lho, GPL alias gak pakai lama deh pokoknya. :D

DIY inner hijab kerut

Jangan khawatir kalau gak punya mesin jahit. Karena kali ini aku akan bermain-main dengan jahitan tangan untuk membuat dalaman jilbab kerut. Yuk ikuti step by step-nya ya.

Bahan yang dibutuhkan:
Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
( klik pada gambar
untuk memperbesar gambar
)

- Ciput / dalaman jilbab
   (bisa menggunakan ciput bandana, ciput ninja, ciput cepol)
- Benang jahit (gunakan warna yang senada dengan ciput)
- Jarum jahit
- Gunting

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
  • 1. Buat jahitan jelujur kurang lebih sepanjang 9-10cm pada ciput seperti pada gambar. Jarak antar jahitan jangan terlalu lebar.
    Untuk ciput bandana, letakkan jahitan jelujur di bagian tengah ciput. Ciput ini lebih fleksibel karena aksen kerutan bisa di pindah posisinya sesuai keinginan. Caranya tinggal geser/putar bandana-nya saja ke kiri/kanan saat dipakai untuk menyesuaikan posisi kerutan ingin diletakkan di bagian tengah atau samping.
    Jika menggunakan ciput ninja atau ciput cepol, maka letak aksen kerutannya paten (tidak bisa digeser). Jadi letakkan jahitan jelujur agak ke samping kiri/kanan jika menginginkan kerutan seperti belahan rambut samping.

  • Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
  • 2. Tarik sisa benang hingga terbentuk kerutan yang rapat pada ciput. Lalu jahit mati di sisi belakang ciput (sisi bagian buruk) dan potong sisa benang. 
  • Jika punya mesin jahit, bisa ditambahkan jahitan tindas pada kerutan ciput tersebut agar jahitan lebih kuat dan hasilnya lebih rapi. Dan ciput kerut siap dipakai. ;)  
Hah gitu doank? Iya, cuma dua step aja maka dalaman jilbab kerut ini sudah jadi. Cepat kan bikinnya. Jadi gak perlu kelamaan keliling "mol" buat beli ninja kerut. Hasilnya akan terlihat seperti ini kalau dipakai. Udah mirip Risty Tagor belum? Hehehe. :D

Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
ciput kerut belah tengah

Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
ciput kerut belah samping,
dipakai untuk dalaman jilbab ruffle
Dan, masih belum lengkap kalau kamu cuma bikin ciputnya aja. Mau bikin jilbab rufflenya juga nggak? Lihat tutorialnya di sini yuk. ;)


16:41 17 Comments

7 Mar 2016

Tutorial Membuat Juntai Anggur untuk Aksesoris



Aksesoris dengan tambahan pemanis manik-manik yang menjuntai kini kian banyak diminati. Terutama bros juntai, bakalan lebih seru lagi jika kita dapat membuat bros juntai sendiri ya.

Kali ini saya akan menunjukkan cara untuk memasang juntai mutsin/manik-manik untuk membuat juntai anggur. Dinamakan juntai anggur karena disusun dari manik-manik yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai rangkaian buah anggur. Selain sebagai pemanis tambahan pada bros, juntai anggur ini juga bisa dimanfaatkan menjadi anting-anting, bandul gantungan kunci atau aksesoris lainnya.

Bahan yang diperlukan untuk membuat juntai anggur:
Tang aksesoris (tang pelintir, tang penjepit, tang potong)
Rantai kecil
Paku T (headpin)
Ring kecil
Mutsin / mote

Lihat juga di sini, mengenal perlengkapan dan bahan membuat juntai.
Cara membuatnya :

(klik pada gambar untuk
memperbesar gambar)
1. Masukkan mutsin (manik-manik) ke dalam paku T (head pin) sesuai selera. Dalam setiap paku T bisa diisi satu atau dua manik-manik.

2. Bengkokkan sisa kawat/paku T yang tidak terisi mutsin menggunakan tang penjepit (flat nose plier). Hasilnya bisa dilihat pada gambar.

3. Bentuk loop(lingkaran) sesuai ukuran yang diinginkan pada ujung paku T menggunakan tang pelintir (round nose plier) ke arah yang berlawanan dari proses nomor-2. Agar tidak terlalu sakit di jari, gunakan bantuan tang penjepit untuk menjepit kawat. Biarkan loop sedikit terbuka (lingkaran jangan ditutup rapat).

4. Potong jika ada sisa kawat pada loop yang telah dibuat agar rapi dengan menggunakan tang potong (cutting plier / diagonal plier / end nipper plier).

5. Sematkan loop pada salah satu mata rantai, dan putar ujung kawat yang terbuka hingga loop tertutup rapat dengan batuan tang pelintir.

6. Ulangi lagi proses nomor 1 hingga 5, hingga rangkaian tersusun seperti anggur sesuai dengan panjang juntai yang diinginkan. Kemudian potong sisa rantai menggunakan tang potong.

7. Buka lubang ring dengan cara memasukkan ujung tang pelintir di tengah ring, lalu regangkan tang perlahan hingga ring sedikit terbuka. Lalu pasang ring pada bagian atas rantai, dan juntai anggur siap dipasang sebagai pelengkap aksesoris. Caranya adalah dengan menyematkan ring juntai ke aksesoris, kemudian jangan lupa untuk merapatkan kembali ring yang terbuka menggunakan tang.

Contoh juntai jika diaplikaskan menjadi bros
Mudah bukan? Asalkan kita memiliki perlengkapan untuk membuat juntai, maka ingin membuat juntai yang seperti apapun pasti bisa.

Selamat berkreasi.. :)


15:38 6 Comments

4 Mar 2016

Perlengkapan dan Bahan Membuat Juntai Untuk Aksesoris

Siapa yang suka pakai aksesoris? Samaan donk kita,hehe. Seperti ada yang kurang kali ya kalau gak pakai aksesoris sebagai pelengkap OOTD (Outfit of The Day) kita. *ciehh bahasanya sok fashionista :p

Saya termasuk penggemar aksesoris terutama yang berjuntai melambai gitu, seperti bros, anting, gelang hingga necklace headband. Aaa suka banget deh pakainya. Apalagi dipakainya waktu lagi kondangan, berasa wanita banget, hihi. :D

Kalau dulu sih saya suka beli-beli aja di toko aksesoris. Tapi karena rasa penasaran saya akhirnya pengen juga donk mencoba sendiri untuk belajar membuat aksesoris juntai sendiri, terutama bros juntai yang sekarang lagi ngehits.


Ternyata bahan dan perlengkapan membuat bros juntai ini banyak juga macamnya. Tergantung kita ingin membuat juntai yang seperti apa. Berikut ini akan saya ulas beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuat juntai aksesoris.

1. Tang aksesoris (pliers)
Tang atau plier ini berfungsi sebagai alat untuk membantu merangkai aplikasi juntai yang dibutuhkan. Tang untuk membuat aksesoris juntai ini ada beberapa jenis, yang pada umumnya masing-masing berfungsi sebagai alat untuk memotong, membentuk loop(bulatan) dan menjepit. Dalam merangkai juntai biasanya digunakan untuk memotong rantai/kawat, membuka-tutup ring, dan juga membentuk loop atau memelintir kawat / pin. Untuk lebih detailnya, lihat di sini.


2. Ring
Berupa kawat yang berbentuk melingkar seperti cincin. Ring adalah salah satu bahan utama untuk membuat juntai. Sebab fungsinya adalah sebagai perantara untuk mengaitkan rantai ke bandul. Tersedia dalam berbagai macam ukuran serta berbagai warna seperti warna gold, silver, bronze dan copper.

3. Rantai
Berfungsi sebagai dasar(tempat) mengaitkan aplikasi untuk juntai yang akan dirangkai. Rantai ini memiliki beragam bentuk dan ukuran. Warnanya pun juga ada bermacam-macam dan bisa disesuaikan dengan warna ring.

4. Pin / paku juntai
Pin atau sejenis kawat berbentuk paku ini berfungsi sebagai tempat menyusun manik-manik yang nantinya akan digantung menjuntai pada rantai atau menjadi beberapa rangkaian antar pin, dengan cara membentuk loop(lingkaran) pada bagian ujungnya (setelah pin di isi manik-manik) dengan bantuan tang. Setiap pin atau paku juntai hanya dapat diisi dengan satu hingga tiga manik-manik, berdasarkan ukuran panjang pin dan manik-manik. Paku juntai ini pada umumnya ada dua jenis, yaitu :

Paku T ( head pin)
Berupa kawat yang salah satu bagian ujungnya menyerupai kepala paku. Sedangkan bagian ujung yang satunya dibentuk menjadi loop(lingkaran) untuk dikaitkan/dirangkaikan pada loop yag lain atau pada rantai.Biasa digunakan untuk membuat juntai anggur.

Paku 9 (eye pin)
Bentuk dan fungsinya hampir sama seperti head pin, berupa kawat yang bagian ujung lainnya berbentuk melingkar. Biasanya berfungsi untuk membuat jutaian yang berbentuk memanjang. Karena kedua sisinya dapat dibentuk menjadi loop(lingkaran), sehingga kedua ujung head pin ini berfungsi sebagai konektor atau penyambung antar loop kawat.


5. Mutsin / manik-manik / pernak-pernik lainnya
Mutsin(mutiara sintetis) biasa digunakan sebagai aplikasi pelengkap aksesoris karena harganya yang terjangkau sebagai pengganti mutiara asli. Kita bisa juga menggantinya dengan manik-manik lain sesuai selera untuk dipasang pada head pin / eye pin menjadi juntai. Atau bisa juga menggunakan pernak-pernik lainnya seperti manik akrilik, bulu-buluan, pita ataupun kain yang telah dibentuk sedemikian rupa.


6. Charm (bandul)
charm bulat (connector charm)
Charm adalah bandul yang biasanya berbentuk lempengan. Charm ini mempunyai 1 buah loop di bagian atas sebagai tempat untuk pengait. Selain itu juga ada charm yang mempunyai loop di bagian atas dan bawah bandul yang biasa disebut dengan connector charm, yaitu charm yang berfungsi untuk menyambungkan antar loop atau sebagai alternatif pengganti rantai untuk tempat menggantung aplikasi juntai. Connector charm memiliki beragam bentuk seperti charm tetes, charm bulat, charm oval dan lain sebagainya.


7. Cangkang (Bead Caps)
Berfungsi sebagai aksesoris pelengkap atau mahkota penutup untuk menghias bagian atas mutsin/mote atau juntai tali agar terlihat lebih menawan. Tersedia dalam beragam bentuk dan ukuran.


8. Klep (clamp)
Biasa digunakan untuk menjepit ujung bulu/aplikasi kain sebagai pelengkap juntai. Pada ujung atasnya terdapat lubang(loop) sebagai jalur untuk pengait pada kawat atau rantai. Sama halnya dengan ring, klep juga tersedia dalam berbagai pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan warna ring, pin maupun aksesoris kawat lainnya.


9. Senar / benang andaria
Senar adalah berupa benang berbahan nilon dengan warna transparan dan mempunyai beragam tingkat ketebalan. Senar juga ada yang bersifat elastis dan ada juga yang berwarna-warni. Benang andaria mirip seperti senar, berwarna transparan namun ukurannya lebih tipis seperti benang jahit, sehingga juga dapat digunakan untuk menjahit payet pada pakaian. Kita dapat menggunakan senar / benang andaria jika ingin membuat juntaian yang hanya terdiri dari rangkaian atau susunan mutsin/manik-manik (tanpa menggunakan rantai).

Bahan untuk membuat juntai di atas tidak hanya dikreasikan untuk membuat bros juntai saja. Selain itu juga bisa diaplikasikan untuk membuat kalung, gelang, anting-anting maupun cincin. 

Perlengkapan dan bahan utama yang biasa dipakai sebagai patokan untuk membuat juntai sebagai pelengkap aksesoris adalah dari poin 1 - 6. Sedangkan yang lainnya tidak harus digunakan semuanya, tergantung kebutuhan saja ingin membuat juntai yang bagaimana. Bahkan kita juga bisa berkreasi membuat juntai dari benang rajutan atau dari bahan yang lainnya.


Selamat berkreasi ya.. :)


08:30 8 Comments

2 Mar 2016

Apa Itu Mutsin ?

Yuhu, ada yang sudah kenal belum dengan mutsin? Yang belum kenal, yuk aku kenalin dulu. Ingat, mutsin yang ini bukanlah si om Mutsin penyanyi dangdut yang ngehits di jamannya itu yah. *Hehe becanda nih om, maafin saya yah. :)

Mengenal mutsin

Mutsin adalah nama beken singkatan dari mutiara sintetis. Jadi mutsin ini tergolong manik-manik yang merupakan mutiara buatan berbahan dasar sintetis buatan seperti kaca atau plastik yang diberi lapisan pewarna dan dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai mutiara asli.

Mutsin memiliki beragam jenis, warna dan ukuran, ada yang ringan dan juga ada yang berat. Biasanya ukuran yang terkecil adalah mulai dari ukuran 4mm. Umumnya berbentuk bulat, namun ada juga yang berbentuk lonjong. Umumnya berbentuk berupa butiran dan memiliki lubang di bagian tengahnya sebagai jalur untuk merangkai/menggabungkan antar mutsin.

Mutsin Ringan
Mutsin ini memiliki berat yang sangat ringan dan terbuat dari plastik sintetis. Ada yang berbentuk butiran biasanya memiliki ciri-ciri lubang yang lebih besar. Selain itu  ada pula yang berbentuk rentengan alias sudah terangkai antar mutsin. Jadi antar mutsin dengan benangnya pun sudah menyatu sehingga tidak perlu lagi untuk dirangkai atau digabungkan. Jika ingin digunakan, tinggal dipotong saja benangnya sesuai dengan panjang yang diinginkan dan langsung dipasang.
mengenal mutsin
mutsin renteng

Mutsin Berat
Tentunya ini adalah mutsin dengan kualitas yang baik, lebih berat dan kokoh serta warnanya lebih berkilau daripada mutsin ringan. Mutsin jenis ini ada yang permukaannya rata, dan ada juga yang disebut mutsin jeruk karena permukaannya kasar seperti kulit jeruk.
Mutsin
mutsin kulit jeruk

Karena warnanya yang beragam, mutsin biasa digunakan untuk membuat atau menghiasi aksesoris seperti pada bros, gelang, kalung atau aksesoris lainnya. Walaupun ada beragam jenis manik-manik baik yang berbahan sintetis maupun kayu serta bebatuan alam, mutsin juga banyak diminati semua kalangan karena harganya yang sangat terjangkau dibandingkan mutiara asli ataupun mutiara imitasi yang masih memanfaatkan bahan dasar dari alam. Selain itu rangkaian mutsin ini tidak terlalu berat dikenakan jika dibandingkan dengan rangkaian manik-manik atau mote yang berbahan batu-batuan.

Namun mutsin memiliki kekurangan yaitu lapisan pewarnanya yang sewaktu-waktu dapat mengelupas. Jadi harus berhati-hati dalam pemasangan dan perawatannya.

Sudah kenal kan dengan si mutsin yang cantik ini. Kalau begitu bagaimana jika kita lanjut mencoba membuat aksesoris menggunakan mutsin. :)


20:02 7 Comments