3 Jul 2020

Konten Baru Phonetography di Jemari Ayumna

Juli 03, 2020 4
Tak terasa hampir 3 tahun sudah aku sempat vakum menulis dan berbagi tutorial bebikinan di blog ini. Ternyata, menulis itu memang membuat candu. Yah walaupun aku nggak pandai menulis, lah wong bikin caption di Instagram aja bisa makan waktu lama, bahkan sering pada akhirnya nggak jadi posting gegara bingung mau ditulis caption apa walau fotonya udah siap di posting, hehe. Dan kini aku memutuskan untuk mencoba kembali menulis di blog ini. Rindu bercerita pengalaman seruku (*bagiku) saat bebikinan, belajar menjahit, merajut, atau saat masak ala kadarnya di dapur. Kadang suka ketawa sendiri waktu kubuka lagi blog ini dan lihat beberapa postingan di sini, yang kadang kata-katanya sedikit eh apa banyak ya alay, apalagi fotonya yang amburadul 😀. Yup, that's the point.

Lalu,
"Kemana aja selama ini?" 
    sok Sibuk pindah di Instagram, hehe. 

"Lah apaan Instagram @jemari.ayumna aja juga nggak aktif-aktif amat, jarang ada postingannya!"
    Ya di akun lain lah, wkwk.

"Ngapain? Sok asik pengen jadi selebgram?"
    Hahaha, belajar foto! Sampe akhirnya bisa foto agak bagusan seperti ini. 😁

Hasil foto produk pakai kamera ponsel

Jadi, seperti yang aku bilang di post sebelumnya kalau beberapa tahun belakangan kemarin itu tuh aku lagi suka belajar foto-foto. Maksudnya biar tampilan foto di blog ini rada bagusan gitu kalau dilihat. Secara blog ini kan kontennya lebih ke bikin tutorial, jadi banyak foto step by step saat menjelaskan apa yang sedang aku buat. Sampai pada akhirnya waktu kubuka Instagram aku menemukan komunitas fotografi yang kita juga bisa sambil belajar di situ pakai tools apapun, mau kamera DSLR atau kamera hp (handphone) pun juga nggak masalah. Banyak banget teman-teman di sana yang fotonya pada keren-keren walaupun cuma foto pakai hp. Berhubung waktu itu fotoku yang masih amburadul, walaupun udah bergonta-ganti angle tapi tetap aja masih nggak keren, sapa coba yang nggak penasaran pengen juga fotonya jadi lebih cantik dan menarik walau cuman modal pakai kamera hp. Sempet juga aku coba foto pake kamera pocket karena mungkin bisa bikin hasil jepretan jadi lebih bagus, eh ternyata tetep aja sering amburadul hasilnya, haha. Berarti masalahnya bukan cuma karena tools apa yang dipakai, tapi ada masalah juga pada si pemotretnya yang nggak punya skill fotografi 😄.

Bisa dilihat deh foto-foto lama di blog ini seperti apa. Bahkan sempat mengira juga kalau mungkin aku salah pilih background foto yang kurang kece motifnya. Sampai pernah coba pakai background foto motif bunga, yang ternyata tetep enggak banget hasilnya, duhh 🙈. 

Hasil jepretan sebelum belajar fotografi, wkwk

Sampai pada akhirnya belajar melihat foto orang lain juga tips dan triknya, terutama yang ada di beberapa komunitas fotografi. Dan kemudian aku ketagihan untuk explore skill belajar foto, ditambah lagi di komunitas itu juga mulai sering ada giveaway (GA)-nya. Jadilah aku yang sempet juga dijulukin ratu GA ini, karena tiap ada GA dikejar buat ikutan, haha. Apalagi kalau sampe bisa menangin GA-nya, wah makin bikin ketagihan deh, hehe. Sampai pada akhirnya aku lupa bahwa tujuanku ingin bisa foto yang bagus karena agar foto di blog ini bisa lebih enak dilihat. Namun blog ini pun semakin tak tersentuh lagi 😢.

Lalu kenapa pada akhirnya ada konten phonetography di sini sedangkan aku sama sekali nggak ada basic ilmu di dunia fotografi? Nggak ada maksud sama sekali untuk sok pintar atau mau menggurui. Hanya ingin berbagi pengalamanku saja selama belajar fotografi secara otodidak walaupun cuma pakai kamera ponsel sesuai dengan pengetahuan minim yang aku dapatkan. Bisa jadi aku yang agak pelupa ini, suatu saat memang beneran lupa gimana caranya atau tips dan trik mengambil foto yang bagus. Inilah salah satu fungsi blog ini dibuat.

Juga semoga bisa berbagi hal yang mungkin sekecil apapun itu bisa memberikan manfaat juga untuk orang lain. Seperti blogger yang ingin membuat tampilan di blog nya jadi lebih kece pakai foto sendiri. Terutama juga bagi UMKM atau pedagang online shop yang masih merintis, dan belum bisa atau bingung gimana caranya foto produk sendiri, atau mungkin belum cukup modal untuk menyerahkan foto produknya di jasa foto produk secara profesional, kita masih bisa melakukannya di rumah dengan tools seadanya hanya bermodalkan pakai kamera hp yang kita pakai, seperti yang sedang aku tekuni saat ini. Walaupun nggak bisa dipungkiri bahwa perangkat yang lebih bagus seperti menggunakan camera DSLR sudah pasti hasilnya akan terlihat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kamera handphone ya. 

Oh iya, kalau ada yang ingin tahu kepo hasil foto-fotoku yang lain kayak gimana aja, bisa intip akun Instagram aku @aiynov . Beberapa hasil jepretanku yang cuma difoto pakai hp aku tampilkan di bawah ini. Uhm, jangan cuma diintip aja sih, kalau bisa di follow juga yah ku ngemis followers nih, hehe.



2 Jul 2020

DIY Tatakan Gelas dari Kardus Bekas

Juli 02, 2020 0
Hai, kali ini aku mau bikin tatakan gelas (coaster) yang cukup simple dan super duper gampang dibuat. Nggak pakai ribet deh dibikinnya. Kebetulan lagi pengen tatakan gelas bernuansa monochrome hitam dan putih gitu, kayak gini nih.

Tutorial Coaster
DIY Tatakan Gelas Monochrome

Buat yang hobi koleksi pernak pernik nuansa black and white, nggak ada salahnya cobain bikin juga. Caranya gampang banget lah udah keq keterampilan anak TK kali ya, tapi gpp deh dijadiin tutorial sapa tau ada yang pengen juga bikin tatakan gelas yang low budget ini, wkwkk.

Bahannya gampang banget deh, cuman butuh :
  1. Kardus bekas
  2. Kertas HVS
  3. Lepek / tatakan gelas (untuk membuat pola lingkaran)
  4. Lem kertas / lem tembak
  5. Gunting
  6. Printer (Kalau kamu nggak ada printer kayak aku, bisa diganti pakai spidol dan penggaris)



Cara membuatnya :
  • Pertama, siapkan kertasnya. Kamu bisa print dan cari pattern gratis yang kamu suka di google. Karena printer aku rusak, jadinya ku gambarin sendiri pake spidol, lalu di-fotocopy untuk menghindari resiko luntur, biar punya banyak juga dan nggak capek nggambarinnya, hehe 😄. Seperti foto di bawah, aku menggambar motif kotak-kotak pakai penggaris, dan juga motif polkadot.
  • Kertas yang sudah digambar tadi bisa juga dilaminasi biar lebih awet ya (* aku skip step yang ini).
  • Selanjutnya, bikin pola lingkaran pakai lepek / alas cangkir pada kardus bekas. Kardus ini nanti akan dipakai sebagai alasnya agar makin kokoh. Lakukan hal yang sama pada kertas bergambarnya, kemudian gunting mengikuti pola. 

  • Lem kertas bermotif di atas kardus yang sudah dipotong lingkaran menggunakan lem kertas. Kalau kertas bermotif tadi dilaminasi, tempelkan pake lem tembak ya.


Coaster dari kardus bekasnya siap dipakai dan difoto syantik untuk menghiasi feeds Instagram kamu , hehe. Lucu juga yah buat properti foto. Ehm, kamu yang punya online shop jualan makanan atau minuman, atau jualan aksesoris dan foto produk sendiri dari rumah, bisa dicoba bikin nih biar tampilan foto produkmu makin kece dan bisa menjadi nilai tambah untuk jualan kamu nih. 

Eh iya, di Jemari Ayumna bakal ada menu terbaru lo yaitu PHONETOGRAPHY, alias fotografi pakai handphone. Kamu yang lagi belajar foto-foto tapi cuman punya camera hp seperti aku ini, atau punya jualan online shop dan pengen fotoin produk kamu sendiri cuma pakai hape, bisa cek di sini ya. 


24 Jun 2020

DIY Bookmarks Vintage dari Kardus Bekas

Juni 24, 2020 0
Suka baca buku? Pasti kurang afdol ya buat book-lovers kalau nggak punya pembatas buku (bookmarks) untuk nandain sampai halaman berapa kamu terakhir membaca. Eh tapi biasanya sih waktu beli buku pasti dapet bonus bookmarks yang senada ama cover bukunya. Tapi kalau yang satu ini, agak beda dari yang lain.

Nah kali ini, aku mau bikin bookmarks dengan tampilan vintage nih. Kamu yang suka koleksi benda atau barang bernuansa vintage, atau yang suka nulis journal (journaling) dengan nuansa vintage bisa juga cobain bikin pembatas buku ala-ala vintage ini. Kayak gini nih jadinya.





Gemesh nggak sih? Yang paling aku suka dengan properti ala vintage tuh kita nggak usah bikin terlalu rapih. Bahannya juga selalu bisa kita upcycle dari pakai dari barang bekas bahkan yang udah lecek sekalipun. Karena semakin agak acak adul dan lecek, maka akan semakin cantik dan kece hasilnya, hehe. Jadi sekaligus kita bisa turut berkontribusi dalam mengurangi populasi limbah / sampah. Yuk lah langsung aja kita siapin bahan-bahannya.

Bahan yang dibutuhkan adalah :
  1. kardus bekas
  2. tali rami / goni
  3. koran bekas
  4. bunga kering kecil yang bisa kamu comot di depan halaman rumah, hehe..
  5. gunting
  6. lem tembak

Bahan membuat pembatas buku vintage


Cara membuat :
  • Potong kardusnya sesuai selera (* bikin tutorial atau resep masakan nih? 🤭) 
Oh iya, sebenernya aku pakai kardus sepatu yang kebetulan sudah ada lubang mata ayamnya. Jadi kalau pake kardus biasa, bisa dibuat lubang terlebih dahulu di bagian atasnya untuk tempat tali. Bisa menggunakan punch holder atau digetok pakai paku.

  • Bisa robek sebagian lapisan kardusnya sampai terlihat bagian lengkungnya seperti ini , biar nggak terlalu keliatan polos aja sih.

  • Pasang tali rami dan lingkarkan di lubang kardus, lalu simpul mati.
  • Potong-potong koran menjadi bagian kecil sesuai selera. Biar lebih eksotis, bsa disobek pakai tangan biar ada kesan sobekannya gitu.
  • Potong rantingnya bunga keringnya sesuai selera, asal tidak melebihi ukuran bookmarksnya.
  • Tempelkan bunga kering ke bookmarks pakai lem tembak, cukup bagian bawahnya aja.
  • Tutupi dengan sobekan koran, lalu lem, dan selesai.


Gampang banget kan..? Selamat mencoba 😉

23 Jun 2020

Apakah Blog Masih Diminati ?

Juni 23, 2020 7
Hai hai, assalamu'alaikum. Gimana kabarnya..? Moga sehat-sehat semua ya.

Ahh akhirnya tayang juga postingan ini setelah sekian lama ku tak muncul di dunia per-blogger-an. Rindu rasanya nulis di sini, bikin tutorial receh ala-ala sambil curcol dikit, hihi. Kalian rindu aku juga nggak sih? Moga aja masih ada yang mampir di blog ini 😆😆😆 .

Hampir 3 tahun sudah ternyata blog ini aku abaikan, setelah sempat commit di post kalau mau rajin nge-blog. Tapi ternyata, konsisten itu susah ya, wkwk.


Ngomong-ngomong nih, 3 tahun itu pasti bukan waktu yang lama. Tentunya banyak perubahan seiring perkembangan yang terjadi terutama di dunia maya. Yang semula cuma punya blog, udah pasti sekarang banyak yang beralih menjadi vlogger salah satunya di Youtube. Atau banyak juga bermunculan content creator di medsos lainnya terutama di Instagram yang biasa kita kenal sebagai selebgram. Bahkan, template tema blog aku pun juga mulai kacau karena ada update dari blogger. Sempet kaget juga pas nggak bisa balas langsung komentar yang masuk dari seseorang. Kode css dari template yang aku pakai sebelumnya pun juga banyak yang berubah, bener-bener deh ya kalau nggak ngikutin perkembangan bisa kacau semua. Akhirnya ganti template baru aja sekalian biar lebih fresh, sekalian belajar css lagi, hehe.

Aku sendiri belum tau pasti, mulai banyak penulis yang meninggalkan blog ataukah masih ada yang konsisten di dunia blogger. Tapi banyak komunitas blogger yang masih aktif ya. Aku sendiri nggak ikut komunitas blogger sih, jadi kurang begitu tahu. Bukannya apa-apa, takut aja kalau nggak bisa commit aktif di komunitas kan nggak enak juga. 

Lalu apakah peminat blog sendiri masih ada? Kalau menurut aku sih sepertinya juga masih ada, karena walaupun blog ini udah lama nggak bikin konten, eh ternyata ada aja yang komen nagih nanyain resep yang bahkan aku sendiri udah lupa ama resepnya, hehe, maafkan yah. Kalau dari sisi netijen, aku sendiri sebagai pengguna juga kalau lihat tutorial bebikinan atau DIY pun lebih banyak pilih lihat gambar sih daripada video. Bukan soal quota, tapi lebih kepada kenyamanan, menurutku kalau gambar bisa lama-lama dilihat secara detail dan nggak ribet mencet tombol pause gitu. Kalau dari sisi content creator, aku pun juga lebih nyaman mengekspresikannya lewat tulisan dan foto daripada video. Disamping karena tangan aku nggak fotogenik juga kalau direkam lewat video saat bikin tutorial, haha.

Yah terlepas dari itu semua, kembali lagi ke minat dan tujuan masing-masing sih ya. Aku yang awalnya emang dulu bikin konten ini disamping karena ingin dapetin pemasukan dari Adsense tapi karena kurang konsisten akhirnya nggak di approve , sekarang udah mulai melupakan itu semua.

Kembali lagi ke tujuan awal aku bikin blog ini. Yang pertama, hanya sekedar mengabadikan apa yang pernah aku buat agar aku pribadi nggak lupa kalau suatu saat mau bikin ulang. Kenapa di blog? Karena bisa nulis panjang lebar dan lengkap. Kalau di medsos nggak bakalan cukup juga, bisa-bisa lanjut di kolom komen, hehe. Dan yang kedua, ingin nambah tabungan pahala di akhirat. Setidaknya kalau nggak mampu sedekah harta, berbagi ilmu juga termasuk sedekah kan? Yah syukur-syukur kalau tutorial atau tips receh yang aku share ini bisa memberikan manfaat untuk orang lain yang mampir di blog ini.  Seperti salah satu konten tentang membuat pola mukena yang qadarullah nggak nyangka ternyata banyak di share oleh beberapa teman di grup Facebook dan lainnya. Dan ini sekaligus membuktian tujuan pertama blog ini dibuat, karena emang pada akhirnya sekarang aku lupa caranya bikin mukena, serius nih, hehe. Untung udah ditulis di blog ini kan, pola sekaligus cara membuat mukena-nya. Coba kalau enggak, bisa pusing tuh kalau ntar mau bikin mukena baru lagi. Selebihnya, kalau ada iklan atau endorse yang masuk, itu namanya rejeki yang nggak bisa dtolak, hehe. Jadi yang mau endorse, silakan hubungin email aku di bio yah (*teteeeeep usaha yah 😃😃) .

"Jadi abis gini bakalan aktif blog lagi ya?". Yah doakan, semoga bisa konsisten. Karena jujur, yang bikin lama dari membuat tutorial itu adalah proses foto / dokumentasinya daripada nulisnya, hehe. Itu aja sih yang bikin males. 


4 Nov 2017

Tutorial Membuat Napkin atau Serbet Renda

November 04, 2017 6
Beberapa hari kemarin tuh ceritanya lagi suka banget buka-buka IG postingan orang yang doyan masak-masak sekalian buat nambah ilmu masak aku yang masih pas-pasan. Eeh malahan jadi gagal fokus ama perlengkapan makannya, salah satunya ya napkinnya itu.

Kayaknya sekarang lagi kekinian nih napkin atau serbet makan yang pinggirannya pakai renda. Motifnya juga lucu-lucu, ada polkadot, stripes juga bunga-bunga shabby chic. Jadi pengen punya donk, secara serbet di rumah cuman ada motif kotak-kotak gitu doank. Dan mumpung punya bahannya, cus aja deh bikin sendiri. 😁



Bahan yang dibutuhkan untuk membuat napkin lace ini adalah :
- Kain perca ( berbahan katun / linen ) berukuran 50 x 50 cm
- Renda ukuran kecil. Di sini aku memakai renda katun.
- Gunting dan perlengkapan menjahit


Cara membuat serbet renda

  • Jahit kelim di semua bagian tepi kain. Aku menggunakan kelim dengan cara melipat kain. Bisa juga dengan diobras.




  • Kemudian pasang renda pada tepi kain di bagian baik kain. Caranya, lipat ke dalam bagian ujung renda agar renda terlihat rapi, kemudian letakkan di atas tepi kain dimulai dari bagian dekat sudut kain (beri jarak ± 2cm dari sudut kain) seperti pada gambar. Sematkan jarum pentul untuk menahannya. Usahakan jahitan kelim tertutupi renda. 





  • Lanjutkan memasang renda di sepanjang tepi kain dengan menyematkan jarum pentul seperti pada gambar.




  • Jika sudah sampai pada bagian bagian ujung kain, maka tekuk/lipat kecil saja di bagian sisi dalam renda agar membentuk lipitan seperti pada gambar. Dan tindas tiap lipitan menggunakan jarum pentul. Tiga buah lipitan saja sudah cukup.  



  • Lanjutkan memasang renda di sekeliling tepi kain.




  • Jika sudah sampai pada ujung awal renda dipasang tadi, maka sisakan renda kurang lebih 3 - 4 cm lalu potong renda tersebut seperti gambar di bawah ini.



  • Mulai menjahit. Jahit tindas di bagian pinggir renda bagian dalam dimulai dari renda awal dipasang dan lanjutkan mengelilingi seluruh tepi renda seperti pada gambar. Pelan-pelan saat jahitan berada di bagian pucuk kain agar jahitan rapi. Dan pada sisa renda terakhir tadi, ditumpukkan di atas renda awal dipasang lalu tekuk ujungnya kebawah seperti pada renda bagian awal, lalu jahit tindas. Hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.





Dan selesai. Kini akupun juga punya napkin kekinian.🙌 Lucu juga ya napkinnya. Tinggal perlengkapan makannya aja nih yang belum kekinian, hohoho. 😃



Oh iya, napkin ini juga bisa lo kita jadikan sebagai usaha sampingan. Mumpung lagi kekinian, cus deh bikin sendiri terus kamu jual ke teman-teman kamu yang hobi masak di dapur atau suka koleksi kitchen set. 😄 Bisa juga nih dipakai sebagai props photo. Cantik kan! Selamat mencoba ya.. 😊




13 Okt 2017

Upcycle ~ Membuat Ciput Rajut dari Baju Lama

Oktober 13, 2017 1
Ngacung dulu buat yang pakai jilbab. Karena yang bakalan aku bikin kali ini khusus untuk yang berhijab ya. Mumpung sekarang lagi trend ciput rajut, jadi kepikiran deh buat upcyle baju rajut aku yang sudah lama tak terpakai.


Emang dalaman jilbab yang berbahan rajut ini lebih enak dan nyaman banget dipakainya. Kalau dipakai lama juga nggak bikin sakit di kepala dan kuping. Jadi kalau kamu ada baju atau cardigan rajut yang nggak terpakai, nggak ada salahnya juga cobain di-upcycle menjadi ciput / dalaman jilbab berbahan rajut.

Yuk kalau gitu langsung aja simak cara membuatnya ya.

1. Siapkan pakaian bekas yang berbahan rajut. Bisa baju, sweater atau cardigan. FYI, usahakan bahan pakaian rajut yang akan dipakai adalah yang tidak terlalu tebal dan jarak rajutannya rapat, agar nyaman dipakai.


Potong pakaian tersebut dengan ukuran 41 cm x 26 cm seperti pada gambar di bawah ini. Bagian ujung bawah baju rajutan akan digunakan sebagai bagian muka/dahi pada dalaman jilbab. Jika kamu menggunakan cardigan rajut, maka bagian yang dipotong adalah cardigan bagian belakang.


2. Lipat potongan bahan menjadi dua. Atur supaya bagian baik kain saling berhadapan, sehingga bagian buruk kain yang berada di sisi luar. Kemudian sambungkan/jahit, beri jarak 1 cm dari tepi kain sebagai kampuh.
Oh iya, menjahit bahan rajutan juga gampang-gampang susah seperti menjahit kaos. Kadang suka loncat-loncat jahitannya. Di sini aku menggunakan jarum nomor 14. Dan pada saat menjahit, usahakan kain agak ditarik sedikit (jangan berlebihan) agar jahitan juga stretch mengikuti sifat kain. 


3. Lipat ujung bagian atas membentuk wiru/lipitan dan tahan dengan jarum pentul. Kemudian jahit, beri jarak kampuh 1cm.

4. Jahit zigzag bagian tepi kain agar tidak brudul. Atau bisa juga diobras kalau kalian punya mesin obras karena akan lebih rapi lagi hasilnya.




Dan taraaaa... Ciput rajut ini sudah siap dipakai. asilnya gak kalah kan ama ciput rajut yang dibeli di toko sebelah. 😄


2 Okt 2017

I'm Coming Back

Oktober 02, 2017 1
Hai hai, apa kabar semuanya? Masih cinta dunia craft kan? Masi suka ber-DIY ria? Masih suka main-main ama jarum dan benang ? Masih main-main ke blog Jemari Ayumna ini? Huaaaaa aseli aku kangen banget ama semuanya, termasuk sahut-sahutan di komen dan mampir balik ke blog kalian. 😭

Ternyata udah setahunan yah aku ngilang di mari. Huhuhuu. Blog inipun juga sangat amat jarang banget aku intipin. Jadi maafkan yah, karena pastinya banyak komentar-komentar maupun pertanyaan dari teman-teman semua yang gak aku balas. 😭

Bagiku, ternyata konsisten menulis itu emang susah banget yah. Atau kayaknya memang aku orang yang susah untuk konsisten di segala hal. 😭 Jujur, karena aku tuh orangnya moody'an. Kalau udah ada satu atau beberapa hal yang ngeganggu di pikiran meskipun dikit aja, ilang deh itu mood. Gak profesional donk? Iya, dan aku memang harus terus dan terus belajar untuk menjadi blogger yang profesional. *eciyeh*

Nah kalau sempet lama ngilang gini, pasti ada beberapa pertanyaan yang sering muncul. Eh emang kalian bakalan nanya? *KEPEDEAN ini sih, hahahah*

Ngapain aja selama ini? 
Hemm, aku sendiri juga bingung mau ngejawab apa, hahhaha. Yang jelas sih masih main-main DIY juga, hunting kreasi / tutorial craft di berbagai media buat nambah-nambah ilmu dan inspirasi. Cuman emang beberapa waktu kemarin sempat belajar menggeluti dunia phonetography alias foto-foto layaknya photographer profesional tapi menggunakan kamera ponsel. *meskipun belom jadi profesional juga 😄 * Ternyata seru juga sih, dan yah biar foto-foto di blog aku nantinya jadi lebih kece juga kan.
Koq ga diposting di blog? 
Ehem ehemm.. Tetep "moody" yang jadi alasannya. 😄  Cuman sempat ada juga beberapa karya yang aku posting di beberapa medsos. Jadi, yuk ah di follow Instagram dan like Facebook Fanpage Jemari Ayumna yah. *ngiklan*

Baiklah, mohon doanya agar aku bisa konsisten nulis di mari ya, terutama untuk sharing kreasi DIY. Dan maafkan bahasaku yang masih acak adul karena lama gak nulis dan merangkai kata-kata. Sampai jumpa di kreasi DIY Ayumna selanjutnya. 😘


23 Agu 2016

Cara Membuat Ruffle atau Kerutan pada Kain

Agustus 23, 2016 16
Buat kamu yang ingin tampil lebih feminim, penambahan aksen rempel atau ruffle sering digunakan untuk menghiasi berbagai model rok atau pakaian wanita. Nggak hanya itu, aksen ruffle atau kerutan ini juga sering ditambahkan sebagai pemanis pada mukena, jilbab maupun aksesoris lainnya yang berbahan dasar kain. Biarpun aku sudah manis, aku tetap suka loh pakai baju atau aksesoris yang berbau ruffle gitu. :p
 
Di dunia jahit menjahit, tentu kita harus mengetahui teknik cara menjahit kerutan pada kain. Dan ternyata, ada banyak cara untuk membuat jahitan kerutan ini, mulai dari menjahit manual menggunakan tangan, membuat trik jahitan dengan mesin jahit, bahkan dengan bantuan sepatu mesin jahit khusus untuk membuat kerutan atau ruffle.


Cara paling mudah dan praktis untuk menjahit kerutan sebenarnya adalah dengan memakai bantuan sepatu mesin jahit khusus yaitu gathering foot (sepatu kerut). Karena bukan sepatu mesin jahit yang biasa dipakai pada umumnya, dan biasanya tidak include pada saat pembelian mesin jahit, maka tidak semua orang mempunyai sepatu kerut ini.

Nah kali ini aku akan menunjukkan tips dan trik cara menjahit kerutan menggunakan mesin jahit dengan cara manual seperti yang kebanyakan orang lain lakukan. Buat kamu yang nggak punya gathering foot (ruffling foot), keempat cara di bawah ini bisa jadi alternatif pilihan untuk membuat kerutan rempel menggunakan mesin jahit. Dulu cara lama ini juga biasa aku lakukan sebelum aku membeli gathering foot.

Klik halaman berikutnya ( page 2 - 5 ) untuk melihat cara dan langkah membuat kerutan pada kain.

Page :
1 2 3 4 5

27 Apr 2016

Semur Njamur

April 27, 2016 1
Hai hai, kalau biasanya aku share tentang yang berbau craft atau menjahit, kali ini kita rehat sejenak ya. Lagi laper nih, jadi pindah ke dapur dulu. Enaknya makan apa ya?

Hmm, mendung-mendung begini kayaknya makan semur enak juga kali ya. Tapi semur kan identik dengan daging atau jengkol. Cuma aku orangnya kurang suka ama yang berbau-bau daging gitu kalau nggak lagi kepingin banget, jengkol pun juga nggak doyan. Jadi aku mau bikin semur yang rada beda nih. Kebetulan di kulkas ada stok jamur tiram. Hemm gimana kalau jamur tiram ini dimasak dengan bumbu semur. Sudah ada yang pernah cobain belum? ;)




Porsi :
  Untuk 2-3 orang

Bahan yang dibutuhkan :
  - 1 bungkus jamur tiram, suwir-suwir ukuran sedang
  - 2 potong tahu, potong memanjang kira-kira 1x1x3cm
  - 1 buah kentang, kupas dan potong dadu (*optional)
  - 1 batang daun seledri, cincang
  - ½ sdt pala bubuk
  - 2 sdm kecap manis (atau sesuai selera)
  - garam, secukupnya
  - merica, secukupnya
  - bawang goreng, secukupnya
  - kaldu daging sapi, secukupnya (*optional)
  - air, secukupnya
  - minyak goreng, secukupnya

Bumbu halus :
  - 2 siung bawang merah
  - 2 siung bawang putih
  - 2 buah cabe merah besar
  - 1 buah kemiri


Cara memasak :
1. Goreng tahu yang sudah dipotong hingga matang, tiriskan.
2. Siapkan wajan sedang, tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga baunya harum.
3. Tuang wajan dengan kaldu daging sapi. Tambahkan air sesuai selera banyaknya kuah semur yang diinginkan. Masak hingga mendidih.
4. Masukkan tahu dan kentang.
5. Masukkan garam, merica, pala dan kecap, aduk hingga rata.
6. Setelah kentang agak matang, masukkan jamur tiram.
7. Taburkan seledri dan bawang goreng secukupnya, lalu cicipi rasanya. Semakin banyak taburan bawang goreng, akan semakin enak rasanya.
8. Masak hingga jamur matang, jangan terlalu layu.





Yumm, semur jamur tiram siap disajikan besama dengan nasi putih selagi hangat. Yang bikin unik dari rasanya adalah ada khas dari aroma jamur tiramnya. Menu semur njamur ini juga cocok banget nih jadi alternatif menu masakan buat kamu yang vegetarian. Selamat mencoba ya.

Happy cooking.. ^^

23 Apr 2016

Cara Memasang Juntai pada Bros

April 23, 2016 0


Setelah belajar cara membuat juntai anggur di sini, sekarang aku akan membahas cara memasangnya pada bros. Nah biasanya, untuk memasang juntai seperti untuk anting-anting, gantungan, aksesoris pelengkap untuk bandul kalung, atau aksesoris yang berbahan dasar logam, cara pasangnya sih tinggal dikaitkan aja di hook(pengait) atau lubang yang tersedia.

Lalu gimana dong dengan bros yang berbahan kain atau pita. Kira-kira gimana yah cara masangnya biar bisa kuat? Hmm, yuk ah langsung aja kita belajar bareng-bareng yuk. ;)

Siapkan bros dan juntai yang akan dipasang. Siapkan pula jarum jahit dan benang jahit. Lebih baik lagi jika memakai benang jahit polyester atau benang nilon agar lebih kuat.


Kali ini benang yang aku pakai adalah benang jahit polyester. Benangnya aku rangkap dua. Dan buat simpul di ujung benang yang telah dimasukkan ke dalam jarum. Sematkan benang di bagian belakang bros, atur letaknya sesuai posisi juntai yang diinginkan.


Masukkan jarum ke dalam lubang ring juntai hingga menempel pada pangkal benang di bros. Atur posisi juntai seperti yang diinginkan. Pastikan posisi ring supaya celah ring (tempat pembuka ring) berada dibagian atas. Fungsinya agar celah ini tertutup jahitan, sehingga tidak mudah terbuka.


Lalu jahit ring ke alas bros dengan cara menyematkan jarum dari arah ring bagian atas dan memasuki alas bros kemudian menuju ke bagian tengah ring. Tarik benangnya hingga ring bagian atas terikat rapat oleh benang.


Ulangi proses yang sama dengan cara menyematkan kembali jarum jahit ke sebelah jahitan yang sebelumnya. Ulangi hingga dirasa cukup kuat untuk menahan juntai seperti gambar di bawah ini.


Jika selesai, tutup bagian belakang bros dengan alas bros agar jahitan tertutup (terlihat rapi) dan jangan lupa untuk memasang peniti bros. Lihat di sini untuk cara memasang peniti pada bros. Kalau seperti yang sedang aku buat (lihat gambar di bawah), bagian belakang brosnya langsung aku tutup pakai peniti mangkok /peniti bulat. Tempelkan dengan lem tembak (hot glue). Seperti ini nih!


Nah udah kece kan bros juntainya? Hayuk capcuz langsung pakai buat piknik dulu. See yaa... ^^