29 Feb 2016

Belajar Pantang Menyerah dari Cireng

Siapa yang suka cireng? Angkat ketek tangannya tinggi-tinggi. Jajanan ini salah satu jajanan favorit saya mulai sejak SD. Kalau jaman sekolah dulu sih jajanan cireng ini berbentuk pipih bulat dan di tusukin pakai tusuk lidi sama si abang penjualnya. Dan kini cireng lebih eksis dengan varian yang lebih kekinian yang biasa kita kenal dengan cireng salju atau biasa dijual dalam kemasan bersamaan dengan bumbu rujak sebagai cocolannya yang biasa dikenal dengan rujak cireng.



Lalu apa hubungannya pantang menyerah dengan cireng? Hmm, sebenarnya saya mau share pengalaman saya saat mencoba untuk membuat cireng salju sendiri. Bermula karena tergoda dengan postingan beberapa orang di salah satu grup memasak yang ada di Facebook. Karena kelihatannya mudah dan bahannya juga simple, maka beberapa bulan lalu saya berniat juga untuk membuat cireng salju dari resep yang mereka berikan.

Jujur waktu itu memang saya sama sekali belum pernah ngerasain gimana rasanya cireng salju yang bertekstur agak kasar itu. Katanya sih resep ini anti meletus, karena memang ada resep cireng yang ternyata saat menggoreng justru si cireng malah meletus di wajan. Dan setelah mencoba membuat cireng salju persis mengikuti resep yang ada, ternyata percobaan pertama saya gagal pemirsa. Walaupun waktu itu saya belum pernah ngerasain cireng salju, tapi dari penampakannya saja sudah kelihatan tidak persis dengan foto-foto rujak cireng yang dijual di pasaran.

Ah mungkin cara memasak saya saja kali yang belum benar, begitu batin saya. sebenarnya dari penampakannya sih cireng bikinan saya sama dengan foto cireng si pemberi resep ini yang berwarna putih mulus, namun tengahnya kopong alias gembung gitu. Saat dibikin juga memang si cireng tidak meletus, tapi kenapa bagian tengahnya (isinya) terlalu lumer seperti belum matang. Akhirnya saya coba lagi yang kedua kalinya dengan resep yang sama dan perlahan-lahan tetap mengikuti petunjuk yang diberikan, namun hasilnya tetap sama. Bahkan sangat berminyak. Dan jika saya goreng lebih lama lagi agar bagian tengahnya matang merata, si cireng malah semakin gembung dan berwarna kecoklatan. Ternyata beberapa orang juga berkomentar bahwa hasil memasak cirengnya sama persis seperti hasil yang saya buat, dan mereka juga berpendapat bahwa itu gagal dan tidak seperti cireng salju yang ada di pasaran.

Maka saya memutuskan untuk mencoba memodifikasinya dengan resep lain hasil bertanya pada mbah Google. Hingga percobaan yang kelima kalinya pun tetap saja gagal. Walaupun rasanya enak, tapi cireng salju buatan saya tetap saja berminyak sangat banyak sekali dn teksturnya kurang kasar-kasar. Nyaris membuat saya putus asa dan malas untuk membuat cireng lagi. Hahaha, cireng oh cireng. Sepertinya mudah ya bikinnya, tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Lama tidak utak-atik apalagi makan cireng, eh kemarin lusa dapat oleh-oleh rujak cireng. Nah, baru kali inilah akhirnya saya tahu tekstur dan rasa cireng salju yang sesungguhnya. Hihihi. Ya ampun jadi kepikiran deh untuk bikin cireng lagi. Masih penasaran banget untuk bisa berhasil bikin cireng. Langsung deh eksekusi di dapur. Secara kan udah bisa bayangin racikan dan cara memasaknya dari cireng yang sesungguhnya, siapa tahu berhasil. Dan, inilah hasilnya.
Penampakan before dan after-nya
Oalah, ternyata gini toh cara bikinnya. Ketemu juga dimana selanya. Ya, bahagia itu sederhana. Bahagia itu saat akhirnya saya berhasil menaklukkan cireng salju. Cireng yang matang merata, kenyal tapi lembut saat dikunyah, berwarna putih, tekstur kasar dan yang penting gak pakai berminyak juga gak meletus saat digoreng. Jauh beda kan dengan foto "before" alias hasil yang gagal, sampe kelihatan banget tuh minyaknya di piring. Gak rugi deh saya cobain bikin cireng salju hingga yang ke-enam kalinya. Resepnya kapan-kapan saya share ya. :D

Jadi memang tidak akan ada usaha yang sia-sia. Apapun kondisinya, jangan pernah menyerah. Karena kegagalan memang ketidak berhasilan. Namun berkat kegagalan kita bisa belajar untuk menuju keberhasilan. Kita memang tidak pernah tahu berapa anak tangga yang harus kita naiki untuk sampai ke tujuan. Akan tetapi setiap satu anak tangga yang kita tempuh, membuat kita semakin ngos-ngosan dekat lagi menuju ke pintu keberhasilan. Belajarlah dari filosofi membuat cireng ini. *ehh apaan sih :D


16:46 9 Comments

27 Feb 2016

Si Garlik, Cara Asyik Makan Singkong

Pengen ngemil asyik di sore yang mendung ditemani rintik hujan yang syahdu. Tapi stok di rumah cuman ada singkong. Hmm diapain ya enaknya? Bosan dengan kudapan singkong yang itu-itu aja. Akhirnya bikin "si garlik" yang krenyes-krenyes dan yummy aja deh.


Apa itu si garlik? Sebenarnya istilah ini adalah sebutan dari mama aku yang notabene adalah orang Jawa. Dalam bahasa Indonesia "sigar" berarti potong/belah, sedangkan "cilik" berarti kecil. Jadi si garlik a.k.a "singkong sigar cilik" berarti singkong yang dibelah kecil-kecil dan dimasak sedemikian rupa sehingga menjadi kudapan yang lezat.

Kudapan ini biasa kami buat jika sedang membuat banyak singkong kukus di rumah. Karena kebetulan papa aku sukanya singkong kukus, tapi kalau anak muda seperti saya *cieehh sok muda*, kadang bosan juga lah ya kalau cuman makan singkong kukus atau rebus saja. Pengennya yang rada kekinian gitu donk. *Preeettt :p

Nah kalau dilihat dari fotonya, mirip-mirip dengan french fries yah. Yah jadi gambarannya memang si garlik ini adalah singkong yang nantinya diolah dan digoreng menyerupai french fries, dan cara makannya pun juga lebih enak dicocol dengan saus tomat apalagi saus sambal. Baiklah kalau begitu kita mulai saja memasaknya.

Bahan yang diperlukan adalah:
- Singkong (kupas dan bersihkan)
- Bumbu bubuk perasa (balado/keju/barbeque/jagung bakar/sesuai selera)
- Mayonaise
- Saus tomat / saus sambal


Cara membuatnya:
  1. Kukus singkong hingga matang, kurang lebih selama 30 menit.

  2. Potong-potong kukus singkong secara memanjang (straight cut), menyerupai kentang french fries.



  3. Goreng di atas api sedang hingga terlihat garing dan berwarna keemasan dan tiriskan.


  4. Taruh singkong goreng dalam toples dan masukkan bumbu bubuk perasa secukupnya, kemudian tutup toples rapat-rapat. Lalu shake(kocok) toples hingga singkong terbalur rata oleh bumbu.

  5. Pindahkan ke wadah saji, dan sajikan dengan saus tomat/saus sambal dan mayonaise selagi hangat.




Yumm, rasanya tidak kalah dengan french fries yang di jual di mall-mall loh. Apalagi dimakan di kala hujan, dan dimakan berdua dengan sang kekasih. Aiih, bahagia itu sederhana kan. Yukk ah, mari makan.. ;)


15:52 15 Comments

20 Feb 2016

Sepatu Baru untuk Mesin Jahitku

Siapa bilang cuma cewek doank yang doyan sepatu? Nih buktinya, mesin jahit juga kudu pakai sepatu. Bahkan kali ini mesin jahit saya juga minta sepatu baru dengan model yang berbeda dari yang lama, dan gak tanggung-tanggung jumlahnya ada 32 set sekaligus. Hehe, jangan dipercaya sih. Gak mungkin juga mesin jahit bisa ngomong. Sebenarnya sih saya-nya aja yang mupeng ama si sewing machine presser foot 32 set ini. :D

Ceritanya bermula pada awal bulan Februari kemarin tepatnya pada tanggal 1 Februari, awalnya iseng-iseng aja sih buka web-nya Lazada. Dan ternyata selama bulan Februari ini lagi ada promo diskon khusus valentine. Iseng lagi deh cari presser foot alias sepatu mesin jahit yang sebenarnya sudah lama jadi incaran saya. Dan bertemulah saya dengan si presser foot 32 set ini.

Sepatu mesin jahit adalah bagian dari mesin jahit yang fungsi pada umumnya yaitu untuk menahan kain yang dijahit di atas permukaan mesin jahit, dan juga terdapat lubang sebagai tempat keluar masuknya jarum jahit saat proses menjahit dilakukan. Sebenarnya sepatu mesin jahit mempunyai jenis yang beragam dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dari sepatu mesin jahit standar yang biasa dipakai untuk menjahit pada umumnya.

Berbeda jenis mesin jahit juga berbeda pula jenis sepatu mesin jahitnya. Beda jenis mesin jahit di sini adalah dalam artian antara mesin jahit manual (mesin jahit hitam) dengan mesin jahit listrik multifungsi (portable). Karena mesin jahit milik saya adalah mesin jahit portable, maka saya membeli sepatu mesin jahit khusus untuk mesin jahit portable.

sepatu mesin jahit
32pcs Sewing Machine Presser Foot
Kebetulan waktu itu adalah hari Senin, dan baru ingat juga kalau di Lazada kan setiap hari Senin ada promo diskon tambahan sebesar 10% khusus untuk pembelian menggunakan kartu kredit. Ahhaaa, diskon lagi. Langsung makin semangat deh buat ngembat sepatu mesin jahit ini. Awalnya gelora asmara berbelanja saya semakin menggebu-gebu begitu tahu ada diskon tambahan lagi sebesar 15% jika transaksi dilakukan melalui aplikasi Lazada pada smartphone. Seru nih pikir saya. Udah barangnya diskon, dapat tambahan diskon lagi sebesar 10% dari kartu kredit, dan ditambah lagi 15%. Dan ternyata saya salah pemirsa, diskon tambahannya sih hanya berlaku untuk salah satu pilihan saja alias gak bisa double-double. Hahaha, maklum namanya juga wanita, matanya bisa ijo kalau banyak diskonan. :p

Jadi akhirnya saya pilih untuk memasukkan kode diskon yang paling besar yaitu diskon 15% dengan syarat bertransaksi melalui aplikasi di smartphone. Dan makin senang lagi karena ternyata bebas biaya ongkos kirim, karena kebetulan barang ini dijual oleh seller asing dari negeri China. Karena memang sepatu mesin jahit yang saya beli ini adalah sepatu mesin jahit buatan China, bukan keluaran resmi dari produsen mesin jahit tertentu. Tapi karena tempat untuk dudukan sepatu mesin jahit bersifat universal maka umumnya bisa dipakai di mesin jahit multifungsi/portable merk apa saja.

Karena dikirim dari luar negeri, maka estimasi pengirimannya pun tergolong cukup lama yaitu sekitar kurang lebih hampir 2 bulan. Jadi saya melakukan transaksi order pada tanggal 1 Februari dan perkiraan barang sampai yaitu sekitar tanggal 20-26 Maret. Ah sudahlah gak apa-apa, batin saya, namanya juga free ongkir (ongkos kirim) kan. Asal barangnya datang dan sampai dengan selamat aja.

Dan ternyata, pada tanggal 18 Februari saya mendapatkan kiriman email dari Lazada yang menginformasikan nomor resi barang orderan saya. Setelah saya cek status pengiriman barangnya, ternyata barang pesanan saya sudah ada di bandara Jakarta. Dan tanggal 20 Februari barang pesanan sudah sampai di rumah saya. Benar-benar sampai di tangan jauh lebih cepat dari estimasi. Aihhh senangnya. :D

sepatu mesin jahit
Penampakannya setelah saya buka packing luarnya
Dan syukurlah barang pesanan saya sampai dengan selamat. Terlihat dari foto di atas, barang dibungkus oleh bubble wrap. Jika diperhatikan dengan seksama, bahannya memang agak berbeda dengan keluaran produsen mesin jahit ternama. Terutama untuk bagian komponen sepatu mesin jahit yang berbahan plastik, bahannya memang agak sedikit ringkih. Tapi cukup worth it lah ya untuk sekelas produk buatan China.

Penampakan bagian belakang,
terdapat informasi masing-masing jenis sepatu mesin jahit dalam tulisan China
Untuk fungsinya, jujur saya masih belum cukup menguasai semua jenis sepatu mesin jahit ini. Jadi saya memang belum mencobanya satu-persatu nih, hanya saya coba beberapa saja. Dan sejauh ini masih berfungsi secara normal dan nyaman untuk digunakan.

Namun dari keterangan yang tertera di deskripsi barang pada website penjualan, sepatu mesin jahit ini terdiri dari :
  1. Fringe Foot
  2. Cording Foot
  3. Braiding Foot
  4. Pearl Piping Cording Foot
  5. 9 Grooves Pintuck Foot
  6. 7 Grove Pintuck Foot
  7. Concealed ZIP Foot
  8. 5 Hole Cording Foot
  9. 6mm Round Rolled Hem Foot
  10. Teflon Snap on foot
  11. Open Toe Embroidery Foo
  12. Open Toe Foo
  13. Cording Foot
  14. Snap on 1/4" Metal Patchwork Quilting Foot
  15. Straight Stitch Foot
  16. 1/4 Piecing Foot Guide
  17. Edge Stitch Foo
  18. Satin Stitch Foot
  19. 7 Hole Cording Foot
  20. Patchwork Edge Joining Stitch Foot
  21. Guide Stitch Foot
  22. Blind Hem Foo
  23. Gathering / Welting Foot 
  24. 3mm Rolled Hem Foot
  25. 6mm Rolled Hem Foot
  26. 3mm Round Rolled Hem Foot
  27. Roller Foot
  28. Embroidery Darning Foot
  29. Adjustable Bias Binder Foot
  30. Quilting Darning Embroidery Foot
  31. Adjustable Zip Foot
  32. Knit Foot
Dan entahlah apa itu arti dan fungsinya, karena saya hanya bisa menerjemahkannya saja ke dalam bahasa Indonesia. Hahaha. Apalagi pada kemasan luarnya malah hanya ada gambar dan keterangan dalam bahasa China, dan tidak dilampirkan buku panduan pemakaian.

Baiklah, sekian dulu cerita saya. Sekarang saya mau belajar dulu utak-atik sepatu mesin jahit ini. Nanti di lain waktu akan saya coba ulas satu-persatu fungsi dan cara pakai masing-masng jenis sepatu mesin jahit ini.

Happy sewing.. ;)


16:24 4 Comments

10 Feb 2016

Mesin Jahit Mini, Cocokkah untuk Pemula ?

Seiring dengan perkembangan jaman maka semakin berkembang pula beraneka ragam jenis mesin jahit. Dari yang dulunya mesin jahit dioperasikan manual menggunakan tangan, kemudian berkembang menjadi mesin jahit manual yang menggunakan pedal dengan cara dikayuh dengan kaki hingga mesin jahit listrik. Bahkan kini lagi ngehits banget nih yang namanya mesin jahit mini baik yang manual hingga portable, yang jenisnya pun sudah beraneka ragam dan mudah ditemukan di pasaran.

Apa itu mesin jahit mini?

Mesin jahit mini ini berbeda dari mesin jahit yang biasa kita temui pada umumnya. Sesuai dengan namanya, tentunya mesin jahit mini adalah mesin jahit yang berukuran mini atau lebih kecil dari mesin jahit standar. Karena berdimensi kecil sehingga mesin jahit ini memudahkan untuk dibawa atau dipindah kemana saja.

Berdasarkan ukuran dan cara pemakaiannya, umumnya mesin jahit mini terdiri dari dua jenis yaitu :

Mesin jahit mini tangan(stapler), yaitu mesin jahit mini yang ukurannya mampu dijangkau oleh kepalan tangan. Umumnya bentuk dan cara mengoperasikannya hampir sama seperti staples.

Biasanya mesin jahit tangan ini hanya menggunakan 1 spool benang saja, sehingga hasil jahitannya persis seperti jahitan rantai. Karena bentuknya yang sangat mini, tentu saja mesin jahit staples ini memiliki harga yang sangat terjangkau, bahkan dibandrol hanya dengan harga puluhan ribu rupiah saja.


Mesin jahit mini portable, yaitu mesin jahit mini yang bentuk dan pengoperasiannya hampir sama persis dengan mesin jahit listrik (portable) pada umumnya namun dengan ukuran yang lebih kecil sehingga lebih ringan. Umumnya mesin jahit ini nyaris mirip seperti mesin jahit standar yaitu menggunakan 1 spool benang dan 1 sekoci, sehingga hasil jahitan juga persis seperti hasil jahitan pada mesin jahit biasa.

Jika kita perhatikan akhir-akhir ini sedang hits banget ya pemasaran mesin jahit mini portable buatan China. Mesin jahit mini ini sebagian besar berbahan dasar plastik, sehingga terbilang sangat ringan. Karena bodynya yang kecil dan ringan, pastinya harga mesin jahit mini portable ini sangat murah meriah. Dan tidak tanggung-tanggung, harga yang beredar di pasaran pun di bandrol dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah saja. Harga mesin jahit mini portable ini sangat variatif tergantung fitur yang ditawarkan, umumnya berkisar antara Rp. 200.000 - Rp. 500.000. Sangat terjangkau sekali ya, jauh di bawah harga mesin jahit portable standar yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Seiring berkembangnya waktu kini semakin banyak ditemukan di pasaran beraneka ragam jenis mesin jahit mini portable yang menggunakan daya listrik dan juga baterai sehingga kita tidak perlu kebingungan menjahit saat listrik sedang mati. Bahkan kini juga mulai bermunculan mesin jahit mini portable yang juga memiliki beberapa pola jahitan yang mirip dengan mesin jahit portable rumahan.

Tapi jangan salah, ternyata ada juga loh mesin jahit mini keluaran merek ternama yang desainnya pun juga tak kalah stylish. Bahkan ada pula yang desainnya dilengkapi dengan gambar Hello Kitty, lucu ya. Tentu saja bahan yang digunakan juga lebih kokoh sehingga harga yang dibandrol juga bisa mencapai 1jutaan rupiah. Bahkan juga ada fitur dan desainnya dirancang "semi heavy duty". Namun dalam pemasarannya mesin jahit mini "branded" ini memang sengaja diperuntukkan untuk anak-anak. Dengan ukuran yang lebih mini sehingga tidak terlalu kebesaran bagi anak-anak serta fitur yang tidak terlalu rumit, maka anak-anak juga lebih nyaman untuk memakainya.


Apakah "worth it" untuk pemula?

Sebelum memutuskan untuk membeli mesin jahit mini, kita perlu mengetahui terlebih dahulu beberapa fitur kelebihan dan kekurangannya. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan mesin jahit mini yang saya rangkum berdasarkan pengalaman saya.

Kelebihan mesin jahit mini :
1. Harganya sangat murah dan terjangkau.
2. Bentuknya kecil dan ringan, sehingga mudah dibawa dan dipindah kemana saja.
3. Tidak perlu khawatir saat tidak ada jangkauan listrik, karena mesin jahit mini portable bisa memanfaatkan daya dinamo atau baterai tentunya dengan batas waktu tertentu saja.
4. Cocok untuk pemula maupun anak-anak, karena pengoperasian/penggunaannya yang mudah dan praktis sehingga tepat dijadikan sebagai sarana belajar menjahit.
5. Desain yang cantik dan menarik.

Kekurangan mesin jahit mini ( buatan China / bukan "branded") :
1. Untuk bodynya relatif ringkih, karena hampir keseluruhan bodynya berbahan dasar plastik.
2. Kurang kuat untuk menjahit bahan tebal terutama jeans, sehingga tidak disarankan untuk menjahit yang berbahan tebal apalagi untuk membuat tas.
3. Tidak ada garansi resmi, dibandingkan dengan mesin jahit portable yang rata-rata bergaransi resmi 1 tahun.
4. Kurang cocok dijadikan perlengkapan menjahit sebagai keperluan bisnis konveksi rumahan.

NB: Kekurangan dan kelebihan yang saya jabarkan di atas dikhususkan untuk mesin jahit mini buatan China atau "bukan branded" yang berharga ratusan ribu rupiah, bukan keluaran merek ternama yang dibandrol bisa mencapai 1jutaan rupiah. Karena mesin jahit mini keluaran merek ternama tentu bergaransi dan bahannya juga tidak berbeda jauh dari mesin jahit portable standar (perbedaan spesifik lebih kepada ukuran dan fiturnya).

Nah setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan mesin jahit mini yang telah dijabarkan di atas, setidaknya kita bisa menyimpulkan sendiri pilihan yang tepat untuk membeli mesin jahit ya. Tentunya mesin jahit mini ini memang tidak direkomendasikan bagi seseorang yang sudah memiliki keahlian expert dalam kegiatan jahit-menjahit.

Namun jika kamu seorang pemula yang baru saja ingin memulai belajar menjahit menggunakan mesin jahit, terutama dengan budget terbatas, tidak ada salahnya untuk menjatuhkan pilihan pada mesin jahit mini. Dan berdasarkan pengalaman pribadi, saya lebih menyarankan untuk membeli mesin jahit mini portable ketimbang mesin jahit mini staples. Dan dengan harga yang cukup ramah di kantong, kita sudah bisa belajar menjahit menggunakan mesin jahit layaknya seorang ahli sambil mengisi waktu luang di rumah, namun tetap disarankan dengan pemakaian sewajarnya.

Dengan mesin jahit mini ini kita sudah bisa membuat aksesoris atau kerajinan tangan sendiri seperti membuat pita, bandana dan lain sebagainya. Pun juga bisa digunakan untuk permak pakaian yang ringan-ringan saja dan sewajarnya, seperti untuk menjahit bagian kemeja yang jahitannya lepas.

Jadi mesin jahit mini lebih cocok digunakan untuk menjahit bahan yang ringan dan dengan ketebalan standar, seperti sifon, katun, atau flanel. Dan tidak disarankan untuk menjahit ataupun permak pakaian dengan bahan tebal seperti jeans atau canvas jika ingin mesin jahit mini milikmu tahan lama. Karena bahan dasarnya dominan terbuat dari plastik maka kita memang harus ekstra hati-hati dalam pemakaiannya. Jangan dipaksakan kerja terlalu berat, terlebih dalam sehari jangan sampai digunakan non stop atau terus-menerus. Kalau kamu mengoperasikannya dengan pemakaian yang wajar, saya rasa mesin jahit mini portable kamu akan fine-fine saja dan lebih awet serta tahan lama. Jadi overall mesin jahit mini ini memang lebih cocok untuk kegiatan crafting yang ringan.

Eeeiitts, tapi jika kamu mempunyai budget berlebih, apalagi jika rencana jangka panjang belajar menjahit ini kedepannya untuk membuat pakaian sendiri atau bahkan sebagai prospek berbisnis kecil-kecilan, saya sarankan sih untuk membeli mesin jahit biasa saja yang fiturnya tidak terlalu ribet dan cocok untuk mesin jahit rumahan. Jika budget masih pas-pasan maka tidak ada salahnya untuk menabung dahulu hingga budget dirasa cukup, apalagi mesin jahit rumahan juga ada kok yang dibandrol dengan harga kurang dari 1juta rupiah. Daripada menyesal kemudian karena sudah terlanjur beli mesin jahit mini tapi akhirnya rusak gegara pemakaiannya yang terlalu dipaksakan. Yah seperti pepatah mengatakan, "ada harga ada rupa" kan. :)

Semoga informasi ini dapat membantu teman-teman yang sedang galau ingin membeli mesin jahit ya. Happy sewing.. ^^


18:24 11 Comments