30 Oct 2015

Memanfaatkan Hulahoop Menjadi Hiasan Dinding

"Tidak ada sesuatu hal yang sia-sia" sepertinya memang istilah yang cocok di hari ini. Niatan saya saat itu adalah ingin membeli hulahoop untuk saya gunakan berolahraga. Mengingat masa kecil saya yang sangat gemar bermain hulahoop, dan saya bisa dibilang cukup lihai memainkannya. Bahkan konon saya pernah menjadi juara joget menggunakan hulahoop saat lomba Hari Kemerdekaan di tingkat RW (*serius nih :p).

Berbekal kenangan masa kecil, pergilah saya ke toko mainan anak-anak, dan di sana saya hanya menemukan hulahoop yang berbahan plastik ini. Karena hulahoop berbahan rotan yang saya cari tidak saya dapatkan, hulahoop berbahan plastik tersebut tetap saya beli. 

Sesampainya di rumah dan setelah merangkai hulahoop ini, segera saya pasang kuda-kuda untuk memainkannya. Dan percobaan pertama gagal. "Ah mungkin karena lama gak main kali yah", itu yang ada di benak saya. Saya coba lagi pun tetap gagal. Hanya bisa berlangsung dua hingga tiga putaran saja.

Memang bahan hulahoop ini sangat ringan sekali. Di saat itulah saya sadar bahwa sepertinya memang saya yang salah beli. Setahu saya memang hulahoop jenis ini dipakai bermain oleh anak-anak. Malu dong? Iya. hahahha... :D

Baiklah, namun berkat kegagalan inilah inspirasi itu datang. Saya mencoba putar otak agar hulahoop ini masih bisa dipakai. Dan inilah hasilnya.


Si hulahoop yang malang itu kini berubah menjadi cantik (*halah :p). Hulahoop ini saya jadikan hiasan dinding sekaligus tempat nangkring si "Raisa" dan "Tamara", itu loh boneka kesayangan saya, hihi. Untuk melengkapi bagian tengahnya yang kosong, maka saya percantik dengan pigura. Tinggal isi foto deh di piguranya... ;)


21:18 10 Comments

29 Oct 2015

Pajangan dari Botol Kaca Bekas

Pajangan dari Botol Kaca Bekas


Menjelang musim pancaroba ini memang potensi penyakit bapil alias batuk pilek mulai banyak menyerang. Tubuh yang kurang fit menjadi salah satu sasaran sang virus untuk menyerbu. Beberapa anggota keluarga di rumah juga sudah mulai merasakan gejalanya. Sebelum tertular, maka saya perbanyak asupan sayur dan buah-buahan serta konsumsi vitamin C.

Kebetulan cuaca sedang panas-panasnya, langsung deh capcus ke minimarket terdekat untuk hunting minuman segar sekaligus yang mengandung vitamin C 1000mg itu tuh. Ini sih korban iklan healthy drink di TV yang katanya bisa bikin "Healthy Inside, Fresh Outside" itu, siapa tau dapet bonus body seksi dan langsing seperti model iklannya, hahahaha. (*ngarep) :D

Lalu apa hubungannya dengan judul artikel ini yang bertuliskan pajangan dari botol kaca bekas? Sabar bu, ini baru akan saya jelaskan. Botol bekas minuman ini nih yang sayang untuk saya buang. Awalnya bingung mau dipakai untuk apa, tapi saya suka botol imut ini. Mau di cat, tapi belum punya cat-nya.

Akhirnya terbesit untuk menjadikan botol kaca bekas ini sebagai pajangan 2in1. Maksudnya, punya fungsi ganda yaitu selain jadi pajangan tapi juga bisa berfungsi untuk sesuatu. Maka jadilah si botol kaca bekas sebagai tempat karet warna.

Pajangan dari Botol Kaca Bekas

Tanpa pikir panjang segera saya cuci dan bersihkan botol tersebut, termasuk melepas kertas label yang menempel di sisi luar botol. Setelah di-lap dan botol kaca telah kering, tinggal dimasukkan beberapa karet warna ke dalam botol. Lalu saya pajang di rak kamar deh, lucu juga ternyata. Lumayan bisa membantu mengurangi jumlah sampah kan, hihi..


14:03 10 Comments

28 Oct 2015

Cara Memasang Peniti Bros yang Lepas



Punya bros unyu-unyu bin lucu dan menggemaskan tapi setelah beberapa kali pakai tiba-tiba penitinya lepas dari bros. Mau balikin si peniti supaya nempel lagi, tapi gak punya lem tembak. Ngejahit juga ribet. Duhh, di situ kadang saya merasa sedih ( *sambil ngedumel sendiri nyalahin si penjual bros "ini sih, brosnya cuman di lem aja, gak dijahit, gak kuat kan jadinya!!!" ) .

Pasti kalian juga pernah mengalami hal yang serupa. Biasanya yang kita lakukan adalah membuang bros tersebut karena merasa si bros sudah tidak bisa dipakai lagi walaupun sebenarnya kondisi bros tersebut masih bagus.

Mulai sekarang buang jauh-jauh pemikiran tadi. Karena sebenarnya peniti bros yang terlepas dari induknya ( *lu kira anak ayam?hehe ) masih bisa dipasang kembali menggunakan peralatan seadanya. Bagaimana caranya? Sini, aku bisikin, hihihii...

NB: Cara ini khusus digunakan untuk bros yang penitinya dipasang menggunakan lem tembak (hot glue) .

Senjata utama yang dibutuhkan untuk memasang peniti yang terlepas dari bros adalah hairdryer. Nyalakan hairdryer lalu hembuskan ke arah lem tembak (glue gun) yang menempel di bagian belakang bros dan atau yang menempel di bagian alas peniti (jika ada). Lakukan hingga lem tembak meleleh karena terkena hembusan udara panas dari hairdryer.

Selagi lem tembak meleleh, segera tempelkan peniti ke lem tersebut lalu matikan hairdryer. Tunggu hingga lem mengering. Dan bros kamu sudah berfungsi kembali dan siap dipakai.

Cara Memasang Peniti Bros yang Lepas


Jika kalian tidak memiliki hairdryer, bisa digantikan dengan menggunakan korek api atau lilin. Caranya cukup dengan meletakkan bagian yang ada lem-nya di dekat api. Usahakan hanya memanfaatkan udara panas di sekitar api, jangan terkena api secara langsung agar lem tidak berubah warna menjadi kehitaman, atau alih-alih malah bros kamu menjadi terbakar, hehe.

Tips ini juga bisa digunakan untuk memasang kembali mutsin atau bagian lain dari bros yang terlepas dari lem-nya. Selain itu juga bisa bermanfaat untuk memasang kembali bagian aksesoris yang terlepas atau barang lainnya yang ditempelkan menggunakan lem tembak.

Jika kalian mempunyai lem tembak dan ingin agar peniti bros lebih kuat terpasang, tidak ada salahnya mengganti alas brosnya dengan cara berikut. Cek di sini untuk Tips Memasang Peniti pada Bros.

Mudah bukan?? Selamat mencoba.. ;)


22:56 2 Comments

27 Oct 2015

Selamat Hari Blogger Nasional 2015



Hari ini, 27 Oktober 2015, adalah hari Selasa ( *Ehh apaan sih :D ).  Sebelum saya melihat status beberapa teman di Facebook, awalnya saya benar-benar tidak tahu jika hari ini diperingati sebagai "Hari Blogger Nasional", asli ini mah ( *maklum blogger newbie :D ). Bahkan tagar #HariBloggerNasional sempat menjadi "trending topic" di jejaring sosial Twitter. Maka, segera saya keluarkan jurus googling untuk mencari tahu mengapa tanggal 27 Oktober disebut sebagai Hari Blogger Nasional.

Ternyata, konon pada 27 Oktober 2007, Hari Blogger Nasional pertama kali ditetapkan pada saat pembukaan pesta blogger oleh Bapak Muhammad Nuh, yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada periode 2007-2009. Dan hari ini merupakan kali ke-delapan perayaan Hari Blogger Nasional, yang juga turut dimeriahkan dengan adanya acara Blogger Camp 2015 yang dilaksanakan mulai tanggal 26 - 27 Oktober 2015. Blogger Camp merupakan ajang berkumpulnya para blogger yang tersebar di seluruh Indonesia untuk saling berbagi ilmu, menambah wawasan dan tentunya camping bersama ( *sebenarnya cocok buat saya yang kurang piknik ini ) , dan kali ini dilaksanakan serentak di empat kota di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Makasar, dan Purwokerto. Acara Blogger Camp kali ini bertemakan "membangun kredibilitas blog".

Ah ketinggalan berita banget yah saya :D . Bai de wei, tema Blogger Camp 2015 ini cukup membuat saya terkesan, mengingat belakangan ini banyak tersebar beberapa blog yang kontennya justru bersifat provokatif dan juga asal copas (copy-paste) hanya untuk mengejar traffic / jumlah pengunjung semata ( *sedihnya tuh di sini ) . Semoga di tahun ini dan kedepannya blogger Indonesia semakin berjaya dan selalu meningkatkan kredibilitasnya dalam berbagi hal positif dan bermanfaat bagi para pembacanya.

Selamat Hari Blogger Nasional...    ^__^



16:23 31 Comments

17 Oct 2015

Tips Memasang Peniti pada Bros

Tips Memasang Peniti pada Bros


Salah satu point penting pada bros terletak pada kekuatan peniti bros. Seringkali orang menganggap bros tersebut kurang berkualitas karena peniti bros yang sering lepas karena hanya ditempelkan menggunakan lem tembak. Sayang kan kalau teman-teman crafter yang sudah membuat bros dengan karyanya yang bagus nan indah namun dianggap kurang berkualitas hanya karena penitinya mudah lepas dan kurang rapi karena lemnya terlihat.

Agar tidak mudah lepas, biasanya ada beberapa bros yang penitinya dipasang dengan cara dijahit di bagian lubangnya. Namun ada beberapa orang yang kurang menyukai cara ini karena jahitannya terlihat. Cara lain yang biasa digunakan adalah menyembunyikan bagian alas peniti di dalam alas bros, seperti yang akan saya jelaskan berikut ini.

  1. Pertama-tama siapkan kain flanel sebagai alas penutup bros, lalu potong berbentuk lingkaran dengan ukuran lebih kecil dari bros (pastikan alas tersebut dapat menutupi bagian belakang bros agar terlihat rapi). Lalu letakkan peniti bros di tengah-tengah alas flanel dan beri tanda (ikuti tanda garis putus-putus berwarna merah pada gambar) untuk membuat lubang pada alas flanel.
    ( * Klik pada foto untuk memperbesar gambar )

    Tips Memasang Peniti pada Bros


  2. Buat lubang kecil pada alas flanel sesuai tanda tersebut menggunakan gunting atau cutter.

    Tips Memasang Peniti pada Bros


  3. Lepaskan jarum peniti bros pada pengaitnya. Lalu pasang peniti pada alas flanel dengan cara memasukkan bagian ujung pengait peniti melalui salah satu lubang alas flanel, kemudian masukkan bagian ujung jarum peniti melalui lubang alas flanel yang lainnya.

    Tips Memasang Peniti pada Bros


    Tarik melalui lubang alas flanel hingga bagian alas peniti bros berada di bawah alas flanel (dan bagian pengait serta jarum peniti berada di bagian atas alas flanel) seperti pada gambar.

    Tips Memasang Peniti pada Bros
    tampak atas (kiri) dan tampak bawah (kanan)
    bagian alas flanel setelah dipasang peniti  


  4. Beri lem tembak pada bagian bawah alas flanel di sekeliling sisi lingkaran dan pada bagian alas peniti, lalu tempelkan pada bagian bawah bros.

    Tips Memasang Peniti pada Bros


Kini bros buatan aku semakin cantik dan terlihat lebih rapi. Dan bagian peniti brosnya tidak mudah lepas karena tercover oleh alas bros. :)


20:47 No Comments

Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros

Saya termasuk orang yang suka sayang kalau lihat barang-barang yang menurut saya lucu tapi harus dibuang, seperti botol bekas minuman kemasan yang bentuk dan warnanya unik. Please jangan bilang saya pelit :p , tapi saya memang menggemari produk daur ulang. Suka gemes kalau lihat sampah yang lucu-lucu, pengen diubek-ubek jadi sesuatu, tapi bukan berarti saya suka mungutin sampah ya :D .

Setelah sebelumnya saya share tentang botol bekas "mijon" yang saya sulap menjadi Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas untuk saudara sepupu saya, kali ini saya akan memanfaatkan tutup botolnya untuk saya buat menjadi bros.


Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros



Bahan dan alat yang dibutuhkan :

  1. Tutup botol bekas
  2. Renda kecil
  3. Renda sedang
  4. Kain perca
  5. Flanel
  6. Peniti bros
  7. Jarum & benang
  8. Lem tembak / hot glue

Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros



Langkah-langkah membuatnya :

  1. Potong kain perca berbentuk lingkaran dengan diameter 2,5 kali lipat dari diameter tutup botol.

  2. Jahit jelujur mengikuti garis putus-putus warna merah pada sekeliling kain seperti gambar di bawah ini.

    Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros


  3. Serut kain dengan sedikit menarik jahitan jelujur hingga kain berbentuk kantung dan masukkan tutup botol ke dalamnya. Lalu serut kain hingga rapat dan membungkus tutup botol, dan jahit mati.

    Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros


  4. Pasang renda kecil di sekeliling sisi samping tutup botol dengan lem tembak.

    Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros


  5. Pasang renda ukuran sedang di bagian bawah tutup botol, dan beri aksen lipit pada renda. Rekatkan dengan lem tembak.

    Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros


  6. Pasang peniti bros menggunakan lapisan flanel di bagian bawah bros agar rapi. Baca di sini untuk Tips Memasang Peniti pada Bros.

    Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros



Sebagai pemanis, kalian juga bisa menambahkan aplikasi bunga kecil di salah satu sudutnya. Karya dari tutup botol bekas ini selain dijadikan sebagai bros, juga bisa diaplikasikan menjadi bando atau jepit rambut. Selamat mencoba :)

Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros



18:59 18 Comments

Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas

Sebenarnya tutorial kali ini terinspirasi dari hasil karya crafter bule-bule kece nun jauh di sana. Tutorial yang saat itu sedang saya lihat adalah tutorial membuat dompet uang koin dari pantat bagian bawah botol bekas minuman ringan berwarna hijau.

Lalu saya teringat dengan botol kemasan minuman isotonik yang berwarna biru tua itu. Dan terpikir oleh saya untuk mencontek mengembangkan tutorial tadi menjadi tempat pensil/ alat tulis. :D


Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas


  Bahan yang dibutuhkan :

  1. Botol plastik bekas (2 buah)
  2. Resleting (ukuran untuk celana)
  3. Lem Tembak / hot glue
  4. Solder / setrika
  5. Kain perca
  6. Kancing (*optional)


Cara membuatnya :

  1. Siapkan 2 buah botol plastik bekas yang berukuran sama. Yang saya gunakan adalah botol minuman Mi*one. Potong bagian bawah kedua botol tersebut dengan mengikuti bagian garis putus-putus berwarna merah seperti gambar di bawah ini :
    Botol A, sebagai "tutup" tempat pensil.
    Botol B, sebagai "wadah" tempat pensil.

    Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas
    NB :
    - Jika menggunakan botol lainnya, ukur panjang botol yang akan dipotong agar sesuai dengan panjang pensil.
    - Jangan buang dulu sisa potongan atau bagian botol yang tidak terpakai, salah satunya seperti pada bagian tutup botol, karena masih bisa dimanfaatkan untuk karya/keperluan lainnya. Lihat di sini untuk melihat tutorial Memanfaatkan Tutup Botol Bekas menjadi Bros.

  2. Sebelum digunakan, haluskan terlebih dahulu kedua bekas potongan botol yang masih kasar menggunakan solder / setrika dengan tingkat panas yang medium.

  3. Potong kain perca dengan ukuran 5cm x 5cm (untuk menyambung resleting)
    Kemudian lipat dan rekatkan pada kedua ujung resleting dengan lem tembak sehingga membentuk lingkaran seperti pada gambar. Sesuaikan lingkaran resleting dengan lingkaran ujung botol.

    Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas

  4. Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas



  5. Untuk menambahkan aksen tali, potong kain dengan ukuran 4cm x 8cm. Lipat dan rekatkan dengan lem tembak seperti gambar pola di bawah ini.

    Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas
    Klik pada gambar untuk memperbesar gambar pola

    Rekatkan aksen tali pada sambungan resleting. 

    Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas


  6. Beri lem tembak pada bagian dalam dekat potongan botol B (wadah tempat pensil), lalu tempelkan dengan salah satu sisi resleting.

    Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas


    Lakukan hal yang sama pada botol A (tutup tempat pensil) dengan sisi resleting yang satunya.

    Tempat Pensil dari Botol Plastik Bekas


  7. Tempelkan kancing berwarna-warni pada bagian tutup tempat pensil sebagai aksesoris.

Dan selesai...!!  Tempat alat tulis ini siap dipakai dan diadopsi sepupu saya yang masih bersekolah di TK. "Lucu" katanya.. :D



Tinggal masukkan pensil, bolpoin, spidol, penggaris dan alat tulis lainnya ke dalam tempat pensil ini. Siapa sangka tempat pensil yang cantik ini dibuat dari "sampah", hehe.



15:11 4 Comments

15 Oct 2015

Homemade Garlic Bread Praktis tanpa Oven



Ini namanya rejeki anak solehah, karena kemarin walau tak ada hujan tak ada angin dapat kiriman roti dari tetangga yang jumlahnya cukup waow, hehe :p . Entahlah ini jenis roti apa, tanpa isi dan tebal dengan rasa sedikit gurih berbentuk lonjong seperti roti baguette namun dengan ukuran yang sedang.

Hari ini, si roti masih tersisa 5 buah. Sayang kalau tidak dimakan dan akhirnya terbuang, mubadzir kan.... *aslinya sih doyan :p . Tapi bosan juga kalau makan roti yang "itu-itu" aja. Jadi, langsung deh tadi sore saya eksekusi di dapur untuk mengolahnya menjadi homemade garlic bread (baca: roti bawang putih ala rumahan) dengan bumbu ala kadarnya :D .

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat garlic bread ala Ayumna ini adalah:
Roti baguette ( potong menyerong agak tebal)
(Alternatif lainnya bisa menggunakan roti yang tebal atau roti tawar)

Bahan olesan :
3 sdm margarin / butter (lumatkan)
½ sdt oregano kering
2 siung bawang putih (parut)

Cara membuatnya :
  1. Siapkan teflon / wajan panggangan di atas kompor dengan api kecil.
  2. Sementara itu campurkan bahan olesan menjadi satu dan aduk rata. Lalu oleskan merata ke salah satu sisi roti yang telah dipotong.
  3. Panggang kedua sisi roti di atas wajan, hingga berwarna kecoklatan.




Sajikan di atas piring dan roti siap dinikmati selagi hangat. Bisa ditambahkan dengan cocolan mayonaise dan tomat pasta. Syukurlah rotinya cepat ludes dan kami siap menerima hibahan roti lagi :p .

Selamat mencoba :)


21:42 6 Comments

2 Oct 2015

Serba Batik di Hari Batik Nasional

Hari Jumat identik dengan hari batik, dimana sebagian besar para pekerja kantoran maupun anak sekolah memakai pakaian/seragam batik pada hari ini, walaupun tidak semua kantor dan sekolah menerapkannya. Entah dari mana gagasan ini bermula, yang pasti hari Jumat memang selalu berhasil membuatku terpesona oleh beragam jenis batik yang mereka kenakan.

Namun ada yang spesial di hari Jumat kali ini, karena sekarang bertepatan dengan tanggal 2 Oktober yaitu tanggal dimana kita memperingatinya sebagai Hari Batik Nasional. Tepat 6 tahun yang lalu, pada 2 Oktober 2009 batik dikukuhkan oleh UNESCO sebagai " Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi " ( Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ) .

Untuk menunjukkan rasa kecintaan kita terhadap salah satu identitas bangsa Indonesia ini, khususnya di Hari Batik Nasional ini mayoritas masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan serentak mengenakan pakaian serba batik. Semua kalangan turut berpartisipasi memperingati Hari Batik Nasional, tidak hanya dari pihak sekolah saja yang mewajibkan pelajar maupun para guru/staff sekolah untuk mengenakan batik di hari ini, namun mayoritas pekerja perkantoran/instansi perusahaan bahkan di beberapa pertokoan juga ikut menyemarakkan. Suka sekali melihatnya, serasa ada di taman batik kali yah, hehe :D .

Saya juga tak mau kalah, sebagai wujud kecintaan saya pada batik dan turut melestarikan warisan budaya nenek moyang kita ini kali ini saya tidak memakai baju batik, hihi. Jangan tepok jidat dulu pemirsaah, karena eh karenaaaa, batik kali ini saya ekspresikan lewat kaligrafi. Pajangan dinding ini saya buat dari kain perca batik yang saya bentuk kaligrafi, lalu saya jahit menggunakan tusuk feston pada kain flanel, hehe keren ya.. ( Kalau gak ada yang muji, saya puji sendiri aja lah :p )




Nah ini batikku, mana batikmu..?? :)



19:58 5 Comments