31 Aug 2015

Sarung Bantal dari T-Shirt Bekas

Ceritanya saya lagi sedikit gemes dengan kaos favorit si abang yang satu ini. Mungkin karena memang bahannya yang sangat nyaman di badan, maka si t-shirt favorit ini masih sering dipakai walaupun kondisinya sudah bulukan :-| . Intinya, si kaos ini sudah tidak sedap dipandang mata dan ingin sekali ku singkirkan dia untuk menjadi gombal kain lap saja. :D

Dan atas dasar musyawarah dan mufakat bersama, maka kami sepakat untuk merombaknya menjadi sesuatu yang lebih sedap dipandang mata. Yup, kaos ini akan saya recycle menjadi sarung bantal untuk sofa/kursi atau bahasa bekennya sih pillow cushion. Lumayan lah, sepertinya belum beredar di pasaran dan mungkin hanya saya satu - satunya pemilik pertama sarung bantal dengan merk Conv*rse, hahaha.. :p


DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas
Tutorial Sarung Bantal dari T-Shirt Bekas


Hanya membutuhkan perlengkapan jahit - menjahit saja sebagai bahan - bahan pendukung lainnya untuk remake kaos bekas menjadi sarung bantal sofa ini. Langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan t-shirt bekas dan ukur sesuai dengan bantal sofa yang diinginkan. Yang akan saya buat kali ini adalah bantal berukuran 45 x 45 centimeter (cm).

    DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas


    Potong kaos menjadi beberapa bagian sesuai dengan pola pada gambar di bawah ini (masing-masing pola sudah termasuk kampuh 1cm di setiap sisinya) :

    • Untuk bagian depan cushion, manfaatkan kain yang berada di bagian depan kaos. Untuk itu saya membutuhkan 3 pola yaitu :
      * Pola B, dengan ukuran panjang x lebar = 47cm x 27cm. Pastikan merk baju berada di posisi tengah pola ini.
      * Pola A dan C, masing-masing berukuran 47cm x 12cm.

    • DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas
      Pola untuk Bagian Depan



    • Untuk bagian belakang cushion, manfaatkan bagian belakang kaos. Dan pada bagian belakang dibutuhkan 2 pola yaitu:
      Pola D dan E, masing-masing berukuran 47cm x 34cm.

    DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas
    Pola untuk Bagian Belakang
    DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas



  2. Untuk membuat bagian depan sarung bantal, sambungkan salah satu sisi kain A dan B dengan cara dijahit, dengan jarak jahitan (kampuh) 1cm. Pastikan permukaan bagian dalam kain(permukaan buruk) A dan B saling berhadapan. Jadi posisi menjahitnya adalah melalui bagian permukaan luar kain (permukaan baik), agar kain sisa jahitan/kampuh terlihat dari luar seperti pada gambar berikut.

    DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas


    Lakukan hal yang sama untuk kain C dan sisi lain kain B, sehingga hasilnya akhirnya bagian depan cushion tampak seperti berikut ini.

  3. DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas
    Bagian Depan Sarung Bantal



  4. Selanjutnya membuat bagian belakang cushion. Buat kelim di salah satu sisi kain yaitu bagian sisi bawah kain D dan sisi atas kain E. Dengan cara tentukan terlebih dahulu batas tiras kampuh untuk kelim selebar 5cm, lalu lipat sebagian tiras kampuh tersebut selebar 2cm, kemudian lipat lagi sisanya (3cm) dan jahit seperti gambar di bawah ini.

  5. DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas



  6. Sambungkan kain D dengan sarung bantal bagian depan menggunakan jarum pentul (permukaan baik kain saling berhadapan), dengan keliman kain D berada di bagian tengah sarung bantal.

    DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas

    Lanjutkan dengan menumpukkan kain E (sehingga bagian keliman kain E berada di atas keliman kain D) dan sambungkan dengan jarum pentul seperti gambar di bawah ini. 

  7. DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas



  8. Jahit melingkar seluruh tepi kain dengan ukuran kampuh 1 cm.

  9. DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas
    Bagian Belakang Sarung Bantal



  10. Balik sarung bantal melalui tengah sarung bantal bagian belakang yang terbuka, dan masukkan bantal sofa ke dalamnya.
  11. * NB : Saya menambahkan merk (yang sebelumnya ada di kaos) sebagai tambahan hiasan cushion, dengan cara menjahitnya di kanan bawah sarung bantal bagian depan.
DIY Sarung Bantal dari Kaos Bekas


Dan taraaa, sarung bantal saya yang kece ini siap mejeng di ruang keluarga saya ;)



16:48 4 Comments

24 Aug 2015

Pincushion Bunga Teratai dari Flanel


Kejadian ini bermula ketika saya secara tak sengaja memandang salah satu sudut ruangan rumah saya, dan seketika itu pandangan saya tertuju pada sesuatu benda yang tergeletak tak berdaya di sana, seakan -akan ia memanggil saya untuk segera menghampirinya. Ya, benda itu adalah tempat lilin yang konon didapatkan orang tua saya secara cuma - cuma dari souvenir pernikahan anak teman mereka. :D

Baiklah, abaikan cerita hiperbola saya di atas :p . Intinya, karena bentuknya yang cantik dan tempat lilin ini jarang sekali digunakan, sebab hanya sesekali terpakai jika dalam keadaan darurat yaitu mati lampu, maka saya berniat untuk mengadopsinya menjadi pajangan di ruangan kamar saya namun dengan fungsi yang berbeda. Dan seketika itu pula ide ini muncul, yup, saya akan gunakan tempat lilin ini sebagai wadah pincushion.


Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel
Pincushion Bunga Teratai dari Flanel dan Tempat Lilin

Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel
Tempat Lilin Sebelum Menjadi Wadah Pincushion

Karena wadah tempat lilin ini melebar, maka saya terinspirasi untuk membuat pincushion atau bantalan jarum pentul yang berbentuk bunga, dan yang saya pilih kali ini adalah berbentuk seperti bunga teratai. Bahan yang diperlukan untuk membuat pincushion bunga teratai ini adalah sebagai berikut:
  1. Tempat lilin
  2. Kain flanel
  3. Dakron
  4. Gunting
  5. Benang dan jarum
  6. Lem tembak (hot glue)
Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel
Bahan - Bahan yang Diperlukan untuk Membuat Pincushion


Langkah - langkah untuk membuat bantalan jarum pentul ini adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan kain flanel sebagai bantalan jarum pentul dan kelopak bunga. Di sini saya ingin menggunakan warna netral, namun teman - teman yang ingin mencoba silahkan berekspresi dengan warna - warna yang kalian suka.

    Buat pola A yang berbentuk lingkaran untuk bantalannya, dengan diameter sekitar 1,5 hingga 2 kali lipat dari diameter wadah lilin.
    Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel
    Pola A untuk Bantalan Pincushion

    Untuk kelopak bunganya, buat pola B dan C seperti pada gambar di bawah ini, buat sebanyak 8 buah untuk masing - masing pola.
  2. Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel
    Pola B dan Pola C untuk Kelopak Bunga Pincushion


  3. Untuk membuat bantalannya, siapkan pola A lalu jahit jelujur hingga melingkari semua sisinya, kemudian tarik/serut benang sisa jahitan sehingga pola A berbentuk mangkuk. Lalu isi dengan dakron hingga berbentuk agak bulat seperti gambar di bawah ini, dan jahit mati pada sisa jahitan jelujur tadi. Jangan dibentuk terlalu bulat sempurna agar nantinya  tidak terlalu menutupi kelopak bunga.

    Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari FlanelTutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel

    Bagian yang akan digunakan sebagai bantalan jarum pentul ini adalah sebagai bagian tengah dari bunga teratai atau putik. Sengaja saya buat lebih lebar dari bentuk bunga teratai yang asli, karena agar bantalan ini bisa menampung jarum pentul lebih banyak.


  4. Untuk membuat kelopaknya, siapkan pola B dan C. Beri sedikit lem satu - persatu pada bagian tengah kelopak dan rekatkan dengan menjepitkan bagian tengah yang sudah diberi lem seperti pada gambar berikut. Lakukan pada semua pola B dan C yang ada. Ini untuk membuat kelopak bunga agar berbentuk sedikit melengkung seperti kelopak bunga teratai.

    Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel

    *NB: Ukuran kelopak bunga yang saya buat ini saya sesuaikan dengan ukuran wadah lilin. Kalian bisa menggunakan wadah lain dengan ukuran yang berbeda dan silahkan sesuaikan ukuran kelopak bunga dan bantalannya sesuai dengan ukuran wadah yang digunakan.


  5. Langkah selanjutnya adalah menempelkan kelopak bunga pada bantalan. Beri lem pada bagian dalam kelopak B, lalu tempelkan pada sisi samping bagian belakang bantalan seperti gambar di bawah ini. Susun satu - persatu hingga melingkari seluruh sisi bantalan.

  6. Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel


  7. Lakukan hal yang sama pada kelopak C. Susun melingkar di atas kelopak B, dan letakkan di tiap tengah-tengah celah antara kelopak B satu dengan yang sebelahnya, agar kelopak C dapat terlihat seperti gambar berikut.

  8. Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel


  9. Buat pola flanel berbentuk lingkaran yang seukuran dengan sisa celah bagian belakang (beri sisa lebih pada ukuran untuk tempat lem), untuk menutupi celah bagian belakang bantalan dan tumpukan kelopak agar terlihat rapi. Rekatkan menggunakan lem tembak.

  10. Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel


  11. Nah bantalan jarum pentul dari flanel yang berbentuk bunga teratai ini sudah jadi. Tinggal direkatkan ke wadah lilin menggunakan sedikit lem pada bagian alasnya agar tidak mudah bergeser.

  12. Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel


Dan pincushion bunga teratai ini siap untuk diisi dengan jarum pentul berwarna - warni dan juga sebagai pajangan di sudut ruangan kamar saya.


Tutorial Pincushion Bunga Teratai dari Flanel


Selamat mencoba.. ;)


22:27 2 Comments

18 Aug 2015

Ubah Tampilan Vas Bunga Lamamu dengan Permanent Paint Marker!


Ceritanya sih saya lagi beberes laci dan menemukan sesosok benda *bukan penampakan yang namanya si permanent paint marker berwarna gold metallic. Itu loh, sejenis sapidol, ups, maksudnya spidol permanen alias yang susah dihapus kalau kalian tulis di papan tulis, namun bahan cairannya seperti cat, biasanya ada yang berwarna emas dan silver. Karena warnanya yang terlihat "glam", si paint marker ini dulunya sering saya pakai untuk menghiasi isi binder maupun sampul note saya agar terlihat makin kece seperti si empunya :p




Dan vas bunga di atas adalah buah dari hasil keisengan jemari saya saat menemukan si paint marker ini. Awalnya vas bunga ini hanya berwarna putih polos, seperti gambar di bawah ini.



Hanya dengan bermodalkan permanent paint marker berwarna emas ini dan menorehkan gambar bulat-bulat di manapun yang kita suka, akhirnya saya bisa menyulap vas bunga polos tadi menjadi vas bunga bermotif polkadot dalam tempo yang sesingkat-singkatnya :D . Sangat cepat dan mudah sekali untuk dilakukan di sela-sela waktu luang kita.



Inilah keistimewaan sebuah kreasi. Kita bisa berkreasi kapan saja, dimana saja, dengan media apa saja, bahkan dengan ide gila apa saja. Kalian yang ingin mencoba, jangan takut untuk mencoba bermain-main dengan ide yang kalian punya. Kalian bisa bermain dengan motif zigzag, stripe, atau menggambar suatu object apapun yang kalian suka, dan anggap vas bunga ini sebagai media lain untuk menggambar selain media kertas/canvas. Dan karena vas bunga ini berbahan keramik, maka sangat mudah sekali jika ada kesalahan dalam mengaplikasikan paint marker di vas bunga ini. Tinggal dikerik menggunakan kuku atau benda yang keras agar gambarnya mengelupas, lalu bisa kita gambar ulang. Kalian juga bisa mencoba cara ini untuk diaplikasikan di media lain, seperti untuk menambahkan motif pada toples kue, pigura, bahkan tempat pensil kamu. Asal jangan di seragam sekolah kamu aja ya :p


Selamat berkreasi :)



12:29 4 Comments

Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup

Paper cup adalah sejenis kemasan berbahan dasar kertas food grade yang biasa digunakan untuk minuman maupun makanan. Pada tutorial Ayumna kali ini, saya akan memanfaatkan paper cup bekas jajanan untuk disulap menjadi bantalan jarum pentul atau dalam bahasa bekennya biasa disebut dengan pincushion


Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup Bekas
Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup Bekas


Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu saya diajak nge-mall bareng saudara sepupu saya. Karena parkiran yang penuh sesak akhirnya sukses membuat kami kelaparan sebelum keliling mall, maka tujuan utama kita saat itu adalah mampir dulu di area food court dan mata kami tertuju di salah satu booth jajanan yang bernama P*k-p*k. Yang membuat saya semakin tertarik selain dari rasanya adalah desain kemasannya dengan gambar ayam yang lucu. Dan sambil memandangi kemasan imut ini dengan seksama, seketika itu pula terbesit di hati kecilku yang paling dalam bahwa tidak akan kubiarkan kau terbuang secara sia-sia di tempat sampah *lebay dikit boleh lah ya :p

Oke, sudah cukup basa-basinya. Dan karena jarum pentul saya sering berserakan di mana-mana, maka paper cup yang imut ini adalah media yang tepat untuk saya eksekusi menjadi bantalan jarum pentul yang lucu dan unyu-unyu. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pincushion ini adalah sebagai berikut :
  1. Paper cup
  2. Kain perca
  3. Karet gelang
  4. Dakron
  5. Lem tembak (hot glue)
Pembuatan pincushion ini relatif sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya :
  1. Langkah awal adalah membuat bantalan untuk tempat meletakkan si jarum pentul. Siapkan kain perca berbentuk persegi dengan ukuran panjang sekitar 2 kali lipat dari diameter lingkaran bibir paper cup.

  2. Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup Bekas


  3. Isi kain perca dengan menggunakan dakron secukupnya, hingga kira-kira bisa memenuhi isi paper cup. Lalu tutup kain perca membentuk bulatan dan ikat ujungnya menggunakan karet gelang, seperti pada gambar di bawah ini (lihat gambar sebelah kanan). Coba masukkan bulatan kain perca tadi ke dalam paper cup, jika dirasa isi dakron masih kurang maka tambahkan lagi dakron ke dalam bulatan kain perca tersebut.

  4. Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup Bekas


  5. Selanjutnya, lem bagian dalam bibir paper cup menggunakan lem tembak dan masukkan bulatan kain perca ke dalamnya (bagian ikatan karet menghadap bawah). Ini untuk menjaga agar bulatan kain perca tidak mudah lepas / bergeser dari paper cup. Usahakan agar letak bantalannya sedikit lebih tinggi di atas bibir paper cup (tidak sejajar).

  6. Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup Bekas


  7. Dan, selesai. Jarum pentul kalian sudah siap untuk ditata rapi di pincushion yang cute ini.

  8. Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup Bekas


    Tutorial Membuat Pincushion dari Paper Cup Bekas

Untuk alternatif lain, kalian bisa juga menggunakan paper cup bekas ice cream, kopi atau minuman lainnya. Tinggal dimodifikasi saja sesuai selera masing-masing. Sangat cepat, praktis dan mudah ya. Selamat berkreasi.. :)



12:21 No Comments

17 Aug 2015

DIY Bros Sederhana dari Kancing

Yuhuu, tutorial perdana Ayumna kali ini akan saya mulai dari kreasi yang simple dulu. Apakah itu? Yaitu sesuatu yang mungil dan banyak dikoleksi kaum wanita *bukan tuyul ya :p

Kali ini Ayumna akan berbagi cara untuk membuat bros yang sederhana dan bahannya mudah didapatkan di sekitar rumah, seperti pada gambar di bawah ini. Sangat simple sekali, bahan utamanya yaitu dari kancing. Yang mau ikutan mencoba, yuk simak baik-baik ya..

DIY bros dari kancing

Bahan-bahan yang diperlukan  adalah sebagai berikut :
  1. 1 buah kancing jumbo (ukuran besar)
  2. 1 buah kancing bungkus
  3. Lem tembak (hot glue)
  4. Peniti bros
Sebenarnya sudah tidak asing lagi pembuatan bros yang memanfaatkan kancing sebagai bahan utamanya. Banyak sekali di luaran sana kreasi-kreasi para crafter yang cantik nan menawan yang dihasilkan dari beraneka ragam jenis kancing. Tapi karena ini tutorial perdana Ayumna, maka saya akan menunjukkan tutorial yang paling mudah dibuat terlebih dahulu. Dan berikut adalah langkah-langkah pembuatannya :

  1. Siapkan kancing jumbo (berukuran besar), serta kancing bungkus yang diameternya lebih kecil dari kancing jumbo (usahakan seukuran dengan diameter kancing jumbo bagian dalam / yang permukaannya agak menjorok ke dalam).

  2. DIY membuat bros dari kancing


  3. Letakkan kancing bungkus di bagian tengah kancing jumbo, dan rekatkan menggunakan lem tembak.

  4. DIY membuat bros dari kancing


  5. Beri peniti bros pada bagian belakang kancing jumbo dan rekatkan menggunakan lem tembak.

  6. DIY membuat bros dari kancing


  7. Dan, selesai. :)

  8. DIY membuat bros dari kancing
    DIY membuat bros dari kancing

Yeay, bros imut ini sudah siap dipakai. Mudah kan cara membuatnya.
Selamat mencoba ya... ;)


21:32 6 Comments