23 Dec 2015

Kenalin Ini Ruang Jahitku

Kegiatan menjahit yang dulu identik dengan kaum ibu-ibu, kini bukan lagi merupakan hal yang tabu bagi wanita modern. Bahkan kegiatan ini sudah merupakan bagian dari hobi yang banyak digemari oleh banyak kalangan bahkan para remaja.

Yang hobi menjahit, pasti memiliki beragam koleksi bahan dan perlengkapan pendukung jahit-menjahit selain mesin jahit. Dan kesemuanya itu biasanya diletakkan dan ditata di dalam satu ruangan khusus. Begitu pula dengan saya, tentu akan merasa nyaman jika saat ingin menyalurkan hobi menjahit dilakukan di dalam suatu ruangan khusus yang juga berisi segala perlengkapan yang mendukung hobi menjahit saya. Seperti ruang jahit saya ini contohnya.


Ruangan yang sederhana dan hanya memanfaatkan sebagian ruangan yang tidak terlalu besar. Saya meletakkan perlengkapan menjahit saya di dinding, tepat di atas mesin jahit kesayangan saya si Janome NS7322, agar tidak terlalu memakan banyak tempat. Selain itu juga bermanfaat sebagai ornamen dinding agar terlihat lebih menarik.

Karena pelit atas dasar ingin mengasah kreatifitas dalam berkarya, maka saya memutuskan untuk membuat dan mendesain sendiri sewing tool organizer (tempat perlengkapan menjahit) dengan bahan seadanya dan dibantu oleh si abang husby tercinta. Lumayan ngirit lah ya, hehe.

Untuk mendesain ruang jahit sendiri tidak harus mahal loh, apalagi harus membeli rak ataupun organizer khusus. Saya memanfaatkan ram aksesoris beserta gantungannya (hook) sebagai perlengkapan utama untuk sewing tool organizer. Tempat benang jahitnya pun juga saya buat sendiri dengan memanfaatkan papan bekas. Bahkan saya juga memanfaatkan wadah bumbu dapur yang tidak terpakai untuk saya jadikan tempat jarum dan perlengkapan jahit lainnya yang berukuran kecil. Kapan-kapan akan saya bahas cara membuatnya.

Tapi jangan ditanya ruangan yang tampak rapi ini akan bertahan berapa lama. Seperti kebanyakan para pemilik hobi yang sama, setiap setelah melakukan kegiatan jahit-menjahit tentu ruang akan menjadi berantakan seperti kapal pecah, hehe. Hayo ngaku? :p

Hmm sudah kenalan kan ama ruang jahit saya. Semoga menjadi inspirasi. Kalau ruang jahitmu bagaimana..? ;)

20:01 14 Comments

15 Dec 2015

Mengenal Ukuran Jarum Mesin Jahit

Di dalam menjahit, khususnya menggunakan mesin jahit, kita juga perlu mengenal lebih jauh mengenai jarum mesin jahit sebagai pendukung kelancaran dalam menjahit. Seperti jarum jahit tangan yang mempunyai ukuran bermacam-macam, demikian halnya dengan jarum mesin jahit. Yup, jarum yang digunakan khusus untuk mesin jahit ini selain memiliki beberapa tipe, juga memiliki ukuran yang beragam dan umumnya dinyatakan dengan "kode nomor". Semakin tinggi tingkat ketebalan kain maka semakin besar pula ukuran jarum jahit yang dibutuhkan.

Di mana letak "kode nomor" jarum mesin jahit?
Pada umumnya nomor pada jarum mesin jahit tertera pada kemasan dan juga pada pangkal jarum. Kode nomor ini mendefinisikan ukuran jarum mesin jahit. Semakin kecil nomor yang tertera maka semakin kecil pula ukuran jarum jahit, demikian pula sebaliknya. Penomoran pada jarum mesin jahit tertera di semua jenis jarum jahit, baik jarum jahit universal (yang biasa kita kenakan) maupun jarum jahit khusus, sebagaimana berfungsi untuk membedakan ukuran jarum jahit.



Apa arti dari dua "kode nomor/angka" yang tertera?
Pada gambar di atas, terdapat tulisan "ORGAN 90/14". Yang artinya adalah sebagai berikut:
"ORGAN" menyatakan bahwa jarum tersebut ber-merek Organ.
"90/14" menyatakan ukuran jarum. (terkadang juga tertera "14/90" pada beberapa merek jarum lainnya)
Sebenarnya angka "90" dan "14" ini mendefinisikan satu ukuran yang sama. Jadi angka "90" merupakan European size, dimana mengikuti standar satuan ukuran yang berlaku di daerah Eropa. Sedangkan angka "14" merupakan American size, dimana mengikuti standar satuan ukuran yang berlaku di daerah Amerika. Dan di negara kita sendiri umumnya mengikuti standar satuan ukuran Amerika. Yah kurang lebih sama halnya dengan satuan ukuran sepatu, dimana ukuran sepatu nomor 36 (European size) sama dengan ukuran sepatu nomor 6 (U.S/American size).


Bagaimana menentukan ukuran jarum yang tepat untuk kain?
Perbedaan ukuran/nomor pada jarum mesin jahit ini dibuat demi kelancaran dalam kegiatan jahit-menjahit. Ukuran jarum jahit yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan jenis kain yang akan dijahit. Karena jika salah memilih ukuran jarum juga dapat mengakibatkan jarum bengkok bahkan patah atau juga malah merusak kain yang dijahit.

Berikut adalah petunjuk umum dalam memilih jarum mesin jahit berdasarkan nomor jarum dan tipe kain yang cocok digunakan:
  1. Nomor 9/65 : cocok digunakan untuk tipe delicate fabrics atau jenis kain yang sangat tipis(menerawang) serta  mempunyai karakteristik halus dan lembut, seperti sifon, lace/tile, maupun organdi.

  2. Nomor 10/70 & 11/75 : cocok digunakan untuk jenis light-weight / very-fine fabrics atau kain yang tipis tapi tidak begitu menerawang seperti taffeta, sutra, velvet/beludru.

  3. Nomor 13/85 & 14/90 : cocok untuk tipe medium weight fabrics atau kain dengan ketebalan sedang yang umumnya dipakai, seperti katun, linen, flannel dan kain stretch.

  4. Nomor 16/100 : biasa digunakan untuk menjahit kain dengan tipe medium-heavy fabrics atau kain yang agak tebal, seperti kain wool, bahan jas, soft-denim.

  5. Nomor 18/110 ke atas : cocok untuk jenis heavy fabrics atau kain yang sangat tebal, seperti jeans/denim, kanvas, bahan korden, maupun kulit. Juga biasa digunakan untuk menjahit bahan dengan ketebalan sedang namun dijahit berlapis, seperti contohnya untuk membuat tas.
Petunjuk pemakaian jarum mesin jahit di atas biasanya digunakan jika kita memakai jarum jahit standar yang biasa kita pakai pada umumnya atau disebut juga dengan jarum universal. Namun untuk menghasilkan jahitan yang lebih bagus pada jenis kain tertentu, seperti kain kaos(stretch), jeans maupun kulit, alangkah baiknya mengenakan jarum jahit khusus yang disesuaikan dengan jenis jarum jahit beserta tingkat ketebalan kain.

Happy sewing.. :)


16:27 14 Comments

8 Dec 2015

Jamur Kancing Crispy Pedas

Biar masih ada kesan craftingnya, kali ini saya akan berbagi resep masakan yang sedikit berbau kancing. Nah lo?? Tenang-tenang, ini tetap bisa dimakan koq. :D

Kancing yang satu ini bukan kancing biasa. Yup, ini dia jamur kancing crispy pedas ala-ala saya, hihi. Bahasa kerennya spicy crispy champignon kali yah. Bisa dijadikan camilan saat santai sore hari, dan tentunya sehat dan bergizi. Dijamin rasanya tetap enak walaupun tanpa menggunakan penyedap rasa, lebih menyehatkan tentunya.


Yuk ikut aku memasak di dapur. Ini dia bahan yang dibutuhkan untuk membuat jamur kancing crispy pedas.
Bahan utama :
  - jamur kancing / champignon (1 bungkus)
  - air es
  - minyak goreng

Bumbu crispy :
  - tepung beras (5 sdm)
  - tepung tapioka (2 sdm)
  - merica (secukupnya)
  - garam (secukupnya)
  - bubuk bawang putih (secukupnya)
  - cabe rawit iris tipis (5 buah)

Pelengkap :
  - saus tomat / saus sambal
  - mayonnaise
  - bubuk cabe


Cara membuat :
  1. Campur semua bumbu menjadi satu dalam wadah, aduk rata.
  2. Sementara itu cuci bersih jamur, dan iris tipis. Rendam beberapa detik saja ke dalam air es, tiriskan.
  3. Selagi jamur dalam keadaan agak basah, langsung masukkan dalam wadah berisi tepung yang telah berbumbu. Aduk/balur rata dengan tepung.
  4. Panaskan minyak, goreng jamur hingga berwarna keemasan, tiriskan.
  5. Sajikan selagi hangat dengan saus sambal / mayonnaise, bisa juga tambahkan taburan bubuk cabe sesuai selera.
Hmm nyam nyamm. Selamat mencoba.. ^^
10:07 67 Comments

7 Dec 2015

Membuat Bros dari Perca Batik

Hai hai. Siapa yang tidak suka batik? Sebagai bangsa Indonesia kita wajib dong mencintai salah satu warisan budaya negeri kita tercinta ini.

Walaupun belum begitu paham dengan jenis-jenis batik nusantara, namun saya pun termasuk salah satu penggemar batik nih. Saking ngiritnya cintanya dengan batik, kain batik sisa menjahit pakaian dari penjahitpun kadang masih saya minta kembali, hihi. Lumayan kan jadi punya banyak koleksi perca batik. :p

Membuat Bros dari Perca Batik

Karena saya berhijab, maka kali ini saya akan mencoba memanfaatkan salah satu koleksi kain perca batik saya untuk dibuat menjadi bros hijab yang sangat simple. Yuk kita sama-sama belajar membuat bros cantik dari kain perca batik.

Bahan yang diperlukan:
  - Kain perca batik
  - Benang dan jarum
  - Gunting
  - Lem tembak
  - Kain flanel
  - Peniti bros
  - Manik-manik atau aksesoris pendukung

Membuat Bros dari Perca Batik
Bahan yang diperlukan

Membuat Bros dari Perca Batik
Cara membuat bros dari kain perca batik

Ikuti langkah cara mudah membuat bros oval dari kain perca batik seperti yang tertera pada gambar di atas. Rinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan kain perca batik dengan ukuran memanjang. Saya menggunakan ukuran 5 x 95cm. Tekuk ujung kain ke bagian dalam (bagian kain yang buruk), untuk menutupi tiras ujung kain. Lakukan pada kedua ujung kain.
  2. Lipat kain menjadi dua (satukan tiras kain) dan jahit jelujur pinggirnya hingga ke ujung. Lalu serut hingga hasilnya tampak seperti pada gambar nomor 3.
  3. Potong sisa tiras, atau kemudian bakar tepi tirasnya pada api agar rapi. Kemudian satukan ujung kain dengan menumpuk sedikit bagian ujung kain, lalu jahit atau lem.
  4. Bentuk kain memanjang(oval). Lalu buat alas bros dari kain flanel bebentuk oval, sesuaikan dengan ukuran panjang bros (kurangi 1 - 2 cm dari ukuran bros/kain yang telah dibentuk oval). Saya menggunakan ukuran 4 x 6,5 cm.
    Kemudian rapatkan tepian tiras kain yang saling berhadapan hingga bagian tengah tidak ada rongga. Lalu lem pada sekeliling alas bros.
    Pasang peniti bros pada bagian belakang alas bros (flanel).
  5. Masukkan benang pada salah satu ujung tiras kain, lalu masukkan mutsin/manik-manik ke dalam benang dan jahit untuk menutupi bagian tengah bros. Bisa juga ditutup dengan aksesoris lain sesuai selera. :)

Membuat Bros dari Perca Batik
Alternatif lain menggunakan aksesoris diamond baris

Kini bros batik saya sudah jadi dan siap menjadi aksesoris untuk mempercantik hijab saya. Bros buatan kamu mana..? :)

13:05 30 Comments

6 Dec 2015

Mengenal Jenis Jarum Mesin Jahit Universal

Jarum jahit tentu merupakan salah satu perlengkapan utama dalam menjahit. Namun tahukah kamu bahwa ada beragam jenis jarum jahit yang tidak hanya dibedakan dari segi ukuran jarum saja, tetapi berdasarkan media kain maupun berdasarkan jenis mesin yang dipakai. Dan yang akan saya bahas kali ini adalah mengenai jarum jahit universal.

Apa itu jarum jahit universal?
Seperti arti kata universal yang berarti umum, maka jarum jahit universal adalah jarum jahit  standar dengan bagian ujung jarum (point) runcing namun sedikit membulat (tidak terlalu runcing), tidak mempunyai kode warna dan cocok digunakan untuk menjahit kain pada umumnya. Jenis jarum ini adalah jenis jarum standar yang biasa kita kenal dan wajib kita miliki. Jarum jahit inilah yang biasa kita gunakan di mesin jahit rumahan kita, baik itu mesin jahit konvensional (manual) maupun mesin jahit listrik (multifungsi).


Loh memangnya ada jarum mesin jahit yang gak umum ya? Tentu ada. Ada beberapa jenis jarum jahit khusus yang dipergunakan spesial untuk menjahit bahan-bahan yang memerlukan perhatian/treatment khusus dalam menjahitnya, semisal jeans, kain kaos hingga kulit. Perbedaan lebih spesifiknya terdapat pada bagian ujung jarum, namun secara kasat mata akan sedikit sulit untuk membedakannya. Biasanya jenis jarum jahit khusus ini ditandai dengan kode warna tertentu di bagian jarumnya. Nanti akan saya bahas di lain waktu ya.

Umumnya jika kita membeli di toko alat jahit, kita tidak perlu menyebutkan untuk membeli jarum jahit universal. Bisa diketawain kali ama penjualnya, hihi. Karena secara tidak langsung jika kita ingin membeli jarum mesin jahit, sudah pasti penjual toko akan memberikan kita jarum standar ini.

Selain itu, seperti yang saya tahu memang pada kemasan jarum dengan harga standar biasanya tidak menuliskan spesifikasi detail jenis jarum. Biasanya pada kemasan luar hanya tertera spesifikasi ukuran jarum. Berbeda dengan jarum jahit merk tertentu yang dikemas secara premium dan dengan harga yang pasti lebih mahal, biasanya ada spesifikasi mengenai klasifikasi jarum. Jadi pada kemasan luar umumnya terdapat keterangan "universal needle" beserta spesifikasi ukuran jarum. Gunanya untuk membedakan dengan jenis jarum khusus yang lainnya.


Kelebihan dan kekurangan jarum jahit universal
Singkatnya jarum jahit universal ini adalah jarum serbaguna yang wajib kita miliki. Selain itu juga sangat mudah ditemukan di setiap toko perlengkapan alat jahit. Karena bersifat universal maka jenis jarum ini bisa digunakan untuk menjahit di hampir semua jenis kain pada umumnya seperti katun, sifon, sutra, rayon, jeans, kanvas, dan lain sebagainya. Tinggal disesuaikan saja ukuran jarumnya berdasarkan dengan tingkat ketebalan kain yang akan dijahit.

Walaupun juga dapat digunakan untuk menjahit berbagai macam kain, namun jarum ini kurang berfungsi secara maksimal saat digunakan untuk menjahit beberapa jenis kain tertentu. Memang masih bisa menggunakan jarum jahit universal(standar) ini, namun hasilnya tidak akan serapi menggunakan jarum jahit khusus.

Khususnya pada jenis kain yang bersifat sangat lentur dan elastis (stretch) atau kain kaos seperti jersey, lycra maupun spandex. Dari hasil pengalaman saya saat menjahit bahan spandex menggunakan jarum jahit universal, biasanya pola jahitannya akan loncat-loncat (ada bagian yang tidak terjahit), atau terkadang benang hasil jahitannya menjadi kurang rapat (sedikit longgar). Lihat di sini untuk tips dan trik menjahit kain kaos.

Sekian penjelasan mengenai definisi jarum jahit universal, yang tentunya saya dapatkan dari pengalaman saya dalam belajar menjahit. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang sama-sama sedang mendalami ilmu jahit-menjahit. Sekarang saya mau lanjut belajar menjahit lagi ya. Siapa yang mau ikut? :)

Happy sewing.. ^__^

15:17 44 Comments

5 Dec 2015

Serunya Pengalaman Membeli Mesin Jahit

Saya ingin banyak dan lama sedikit bercerita tentang pengalaman saya dalam membeli mesin jahit. Jujur saya sendiri baru memiliki mesin jahit sekitar 2 tahun belakangan ini. Aahh campur aduk rasanya saat baru pertama kali punya mesin jahit sendiri, jauh lebih bahagia daripada punya hp baru atau motor baru. *biarin deh dibilang norak :p

Tapi pengalaman saya saat pertama kali membeli mesin jahit kala itu, nyaris membuat saya galau dan gundah gulana, secara pengetahuan saya di dunia jahit menjahit terutama permesin jahitan masih terbilang cethek sangat minim. Pada waktu itu, yang saya hanya tahu hanya ada dua jenis mesin jahit, yaitu mesin jahit manual yang berwarna hitam seperti milik mama, dan juga mesin jahit listrik seperti milik tante saya. Dan ternyata semakin ke sini semakin banyak pula berbagai jenis dan type mesin jahit yang beredar di pasaran.




Pengalaman membeli mesin jahit mini stapler
Sebelum membeli mesin jahit beneran, saya sempat tertarik untuk membeli mesin jahit mini yang berbentuk seperti stapler. Waktu itu saya membeli di seorang pedagang kaki lima di depan pertokoan dengan harga Rp.40.000. Katanya mesin jahit ini bisa digunakan hingga bahan jeans dan bahannya lumayan kuat dibanding dengan mesin jahit stapler yang berharga Rp.25.000. Di sana si penjual juga mempraktekkan cara menjahitnya dengan menggunakan bahan kain jeans. Wah harga segini sudah bisa jahit bahan jeans pula, pikir saya. Tak lama berpikir, saya pun langsung membelinya. Lumayan bisa dipakai untuk permak pakaian yang lepas jahitannya atau untuk membuat aksesoris.

Cara pengoperasiannya sama persis seperti stapler, ditekan menggunakan tangan secara manual maka akan membentuk satu jahitan. Dan pertama kali saya mencoba membuat aksesoris menggunakan kain jeans dengan mesin jahit stapler ini memang lancar. Namun, setelah beberapa kali pemakaian koq tiba-tiba jahitannya loncat-loncat, lalu benar-benar sama sekali tidak dapat digunakan.

Ah, padahal baru sehari saya pakai mesin jahit ini, selebihnya tidak dapat digunakan. Entah karena memang bodinya yang ringkih dan saya paksakan menjahit bahan jeans (karena mengikuti perkataan si penjual) atau memang karena kesialan saya saja yang kebetulan mendapatkan barang yang cacat produksi.


Pengalaman membeli mesin jahit listrik (multifungsi)
Setelah sedikit kecewa dengan mesin jahit mini dan uang hasil ngerayu suami tabungan sudah cukup, maka saya putuskan untuk membeli mesin jahit sungguhan yang sewajarnya. Karena ingin melihat secara langsung dan tidak ingin terkena biaya ongkos kirim yang mahal maka saya memutuskan untuk tidak membeli mesin jahit secara online. Berbekal sedikit ilmu hasil browsing dari internet, kemudian saya nekat pergi ke beberapa toko mesin jahit di kota saya tinggal.

Ketidaktahuan saya mengenai ragam dan jenis mesin jahit juga nyaris membuat saya sedikit tertipu oleh beberapa penjual mesin jahit, salah satunya seperti ditawarkan harga yang jauh lebih mahal dari harga pasaran. Tak jarang juga terkadang si penjual bersikap jutek dan kurang ramah saat menjawab pertanyaan saya tentang detail dan fitur mesin jahit. Ah mungkin hanya kebetulan juga kali ya bertemu penjual yang kurang ramah seperti itu.

Tapi berbekal pengalaman tersebut saya jadi semakin bertambah ilmu, yang tadinya saya kira hanya ponsel saja yang ada garansi tidak resmi, ternyata mesin jahit juga demikian, terutama pada mesin jahit listrik. Walaupun mesin jahit itu sama persis,  namun ada beberapa penjual yang hanya memberikan garansi selama 1 tahun (garansi resmi pada umumnya), ada yang 6 bulan, bahkan ada juga yang tidak mampu menjelaskan detail spesifikasi garansi mesin jahit tersebut. *nah loe? >__<

Dan saya juga akhirnya baru mengetahui bahwa ternyata mesin jahit listrik multifungsi ini ada yang paten (harus pakai meja sebagai penyangga), ada yang portable (tanpa meja), dan juga semi portable. Selain itu ada mesin jahit yang pengaturannya manual dan ada juga yang digital. Pun juga ada mesin jahit yang tanpa menggunakan pedal. Dari sisi bahan pun juga ada yang berbody luar dan dalam full plastik (kecuali mesin), ada juga yang berbody full besi, ada juga yang campuran dari keduanya.

Dan semua pengetahuan tentang permesin jahitan yang saya miliki ini bisa saya dapatkan hanya dalam waktu sehari, walaupun harus dengan berpanas-panasan keliling dari toko ke toko dan terkadang mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dari beberapa penjual. Namun tentunya tidak mungkin bisa saya dapatkan dari hasil browsing seharian karena informasi yang masih terbatas atau mungkin quota internet yang terbatas, haha. :D

Duh kebayang kan gimana makin bingungnya saya saat akan membeli mesin jahit. Belum lagi fitur-fitur termasuk berbagai macam pola jahitan yang ditawarkan di setiap mesin jahit listrik. Secara harga mesin jahit listrik ini sama seperti harga hp, jadi saya memang sangat selektif memilihnya. *takut ogah rugi :p


Lalu mesin jahit apa yang akhirnya saya beli? Intipin di sini aja. Kalau kamu, bagaimana pengalamanmu membeli mesin jahit?

17:31 54 Comments

4 Dec 2015

Apa Itu DIY ?

Tentu teman-teman pernah dan sering mendengar kata DIY kan? Karena ini merupakan blog crafting, maka yang saya bahas tentu bukanlah Daerah Istimewa Yogyakarta. DIY yang saya maksudkan ini adalah kepanjangan dari do it yourself.

Sesuai kepanjangannya yang berasal dari bahasa Inggris, DIY atau do it yourself  jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka dapat berarti "lakukan sendiri". Atau dalam bahasa gaulnya berarti kerjain sendiri, bikin sendiri.




Apa itu DIY?
Menurut sang ratu kamus alias Wikipedia Indonesia, ternyata DIY (do it yourself) dalam bahasa Indonesia ini disebut juga sebagai swakriya. Nah loh, saya koq baru dengar ya dengan istilah ini? Malahan saya lebih familiar istilah DIY daripada swakriya. *tutup muka pakai bantal >__<

Jadi berdasarkan Wikipedia Indonesia, swakriya (dalam bahasa Inggris: DIY - do it yourself) adalah metode membangun, memodifikasi, atau memperbaiki sesuatu tanpa bantuan seorang ahli atau profesional. Penelitian akademik menggambarkan swakriya sebagai perilaku di mana "seorang individu terlibat bahan baku, semi-baku, dan bagian komponen untuk memproduksi, mengubah, atau menyusun ulang kepemilikan materi, termasuk yang diambil dari lingkungan alam (misalnya, lanskap)".

Secara garis besarnya, DIY (do it yourself) ini berarti suatu kegiatan membuat, memperbaiki dan atau memodifikasi sesuatu yang dilakukan sendiri oleh seseorang tanpa memerlukan bantuan seorang yang ahli di bidangnya. Seperti misalnya, si Surtiani ingin mengikuti kontes fashion kucing, dan saat kontes berlangsung ia ingin kucing peliharaannya yang dinamakan Raisya mengenakan pakaian yang bagus dan lucu, lalu Surtiani mencoba untuk membuat sendiri pakain untuk si Raisya dengan bahan dan perlengkapan yang ia miliki tanpa harus pergi ke penjahit. Nah contoh cerita kegiatan Surtiani yang membuatkan baju untuk Raisya ini bisa disebut sebagai DIY. Akan tetapi kegiatan mandi sendiri, cuci piring sendiri serta cuci baju sendiri tidak dapat disebut sebagai DIY ya teman-teman. *nama dan kasus cerita ini hanyalah sekedar contoh semata, mohon maaf jika ada kesamaan dalam penulisan kisah atau nama :)

Ternyata istilah ini sudah dikenal setidaknya sejak tahun 1912 dan mulai dipakai secara umum di negara Amerika Serikat sejak tahun 1950-an, terutama pada kegiatan perbaikan rumah dan pemeliharaan. Dan seiring perkembangan waktu, istilah ini semakin dikenal dan meluas di berbagai bidang khususnya dalam bidang seni kerajinan dan keterampilan atau crafting. Bahkan semakin banyak kita jumpai tutorial DIY yang berhubungan dengan crafting baik berupa blog maupun video.

Manfaat DIY
DIY bukan hanya merupakan kegiatan iseng-iseng yang dilakukan hanya untuk sekedar mengisi waktu luang, Meskipun terlihat tidak praktis (dibandingkan dengan membeli), namun ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dalam melakukan DIY ini yaitu :
1. menambah kreatifitas
2. menambah wawasan
3. menghemat biaya
4. barang yang dibuat unik / tidak pasaran
5. mandiri
6. perasaan puas dan bangga dengan hasil karya buatan sendiri

Sekarang sudah tahu kan apa itu DIY beserta kelebihannya. Nah apakah kalian berminat untuk mencoba ber-DIY ria..? :)

14:05 26 Comments

3 Dec 2015

Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)

Membaca buku adalah salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Tak hanya sekedar menambah ilmu pengetahuan, namun kegiatan ini juga disinyalir mampu melepas penat dan menghilangkan kebosanan. Tapi akan menjadi tidak mengasyikkan apabila di saat akan melanjutkan membaca namun tidak ingat pada halaman keberapa terakhir kali kita membacanya.

Untuk itulah pembatas buku sangat diperlukan sebagai penanda buku. Namun tidak semua buku, baik novel, komik, ensiklopedia maupun jenis buku yang lainnya, mempunyai pembatas buku. Sayang sekali kan jika kita harus mencari-cari terlebih dahulu halaman mana yang terakhir kali dibaca, atau bahkan harus melipat halaman buku sebagai penanda.

Yuk..yuk..kita membuat pembatas buku sendiri saja yang juga dapat berfungsi sebagai penghias buku. Kali ini saya akan membuat kreasi DIY (do it yourself) cara membuat pembatas buku dari paperclip (klip kertas) dengan juntai yang cantik sekali seperti saya. *prettt :p

DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)


Bahan yang diperlukan:
  - paper clip (warna-warni)
  - juntai rantai
  - round nose plier (tang pelintir)


Langkah Pertama
Langkah awal yang harus dilakukan pada tutorial membuat pembatas buku juntai ini adalah membentuk paperclip menjadi bentuk hati. Lakukan seperti pada penjelasan di bawah ini sesuai dengan nomor gambar.
DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)
1. Pegang bagian tengah paper clip (bagian kawat yang lurus) dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang ujung paper clip yang melengkung seperti pada gambar nomor 1.
2. Tekan ke dalam (ujung paper clip yang melengkung) sambil tetap menjepit bagian tengah paper clip, agar bagian bawah clip berbentuk sudut dan bagian tengah atasnya saling menyilang seperti bentuk hati.
3. Paperclip yang sudah dibentuk menyerupai hati akan tampak seperti pada gambar nomor 3.
4. Rapikan bentuk hati dengan sedikit mengangkat ke atas pada bagian clip yang ada di jempol sebelah kiri.


Langkah Kedua
Berikutnya adalah memasang juntai ke paper clip yang telah berbentuk hati. Berikut adalah uraian penjelasannya.
DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)
5. Pegang bagian paling atas juntai (ring) seperti yang ditunjuk oleh tanda panah berwarna merah.
6. Buka ring tersebut menggunakan tang, dan kaitkan pada bagian tengah atas hati (bagian paper clip yang saling menyilang).
7. Tutup kembali ring tadi menggunakan tang.
8. Hasilnya akan tampak seperti ini jika bentuk hati (paper clip) terbalik.

Langkah Ketiga
Selanjutnya tinggal memasang pembatas buku (bookmark) juntai ini di bagian halaman buku yang diinginkan. Pembatas buku ini juga bisa dipasang di halaman buku diary kamu. ;)
DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)

9. Posisikan paper clip seperti bentuk hati.
10. Masukkan kertas pada bagian tengah-tengah di antara sisi clip yang berbentuk sudut (bagian bawah sudut hati) dengan bagian clip yang menyilang seperti pada gambar.

Jika dilihat dari bagian dalam / halaman buku, seperti yang terlihat pada gambar di atas (bagian bawah), maka tampak di sebelah kiri yaitu bentuk pembatas buku paper clip tampak depan (berbentuk hati), sedangkan pada gambar di sebelah kanan adalah penampakan pada bagian belakangnya (bagian yang saling menyilang). Sedangkan juntainya tentu menjuntai keluar area buku. :)


DIY Pembatas Buku Juntai (dengan Paper Clip)

Dan seperti inilah bentuk pembatas bukunya jika dilihat dari bagian sampul buku. Jadi semakin semangat membaca buku ya, karena selain sebagai penanda buku, pembatas buku ini juga bermanfaat sebagai hiasan buku milik kamu. Jadi cantik luar dalam kan? *ah itu kan saya :D

Lihat juga tutorial membuat juntai anggur untuk aksesoris.
Untuk kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat pembatas buku juntai ini, nih silakan diintip videonya saja. Jangan lupa juga untuk like dan subscribe video ini di Youtube. *aih promo :p


07:03 12 Comments

2 Dec 2015

Celemek Kenangan

Hai hai.. Mau sedikit pamer share cerita aja sih. Tadi aku habis buka-buka lemari niatnya sih mau cari sprei untuk tempat tidur aku. Eh gak taunya malah nemu celemek unyu-unyu ini.


Melihat celemek ini membuatku flashback ke masa lalu. Karena celemek ini dibuat beberapa tahun yang lalu tepatnya saat aku duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahasa beken Inggrisnya sih apron. Jaman dulu aku lebih kenal dengan istilah celemek, karena dulu belum ada acara Master Chef, jadi aku gak kenal tuh yang namanya apron, hihi. *ketauan tuanya deh  >__<

Celemek ini dibuat sebagai tugas sekolah, aku lupa sih lebih tepatnya tugas mata pelajaran apa. Sepertinya tugas seni dan kerajinan tangan kali ya. Seingatku celemek ini mendapatkan nilai 9 dari si ibu guru *mudah-mudahan ingatanku masih normal.

Aku yang jahit? Oh tentu tidak *pengakuan dosa. Jaman dulu sih aku baru bisa jahit bandana atau sekedar permak benerin dan makeover pakaian. Celemek ini mama aku yang jahit, tapi bukan berarti aku gak ikut andil dalam membuat celemek ini. Aku juga kebagian jahit sih walaupun hanya memasang rendanya aja, dan pita-pita di kantongnya juga aku yang menambahkan. Eh tapi aku juga loh yang bikin desain celemek ini, terutama yang punya ide kantong di bagian dada berbentuk semangka itu, juga dua kantong di depannya *pamerrrrr. Dan dijahitnya menggunakan mesin jahit manual yang berwarna hitam itu. Sepertinya jaman dulu belum ada mesin jahit listrik/portable *aduh ketauan lagi tuanya :D

Curang donk ya tugas sekolah koq dibikinin mama, hehe. Ah itu sih salah gurunya aja, lah di sekolah gak ada pelajaran menjahit menggunakan mesin jahit koq malah diberi tugas bikin celemek *ampun bu guru. Masa iya mau jahit manual, duh kapan selesainya, ini tugas loh yang harus segera dikumpulkan *alibi. Dan rata-rata teman sekelasku juga gak bikin celemek sendiri alias sama-sama dijahitin tetangga orang tua masing-masing. Aku yakin si ibu guru juga pasti tahu deh kalau bukan muridnya yang bikin, jarang banget kan ada anak SMP bisa kece gitu jahitnya.

Nah baru nyadar juga, tumben-tumbenan nih nulis pakai kata "aku". Sekali-sekali boleh beda lah ya biar ada variasi, hehe. Sekian kisah kecurangan masa SMPku bersama celemek kenangan aku. Kamu..kamu..pernah curang apa di sekolah? :p

19:10 98 Comments

1 Dec 2015

Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali

Bagi para wanita muslimah pasti tidak asing lagi dengan mukena bali. Mukena atau perlengkapan sholat wanita ini sempat booming di dua tahun belakangan ini. Bahkan hingga kini pun mukena bali masih banyak peminatnya karena bahannya yang lembut, jatuh dan dingin sehingga nyaman dikenakan, walaupun sudah sedikit tergeser dengan kehadiran mukena katun jepang.

Sebetulnya saya sendiri kurang begitu paham dengan asal usul mukena bali. Karena mukena ini tidak hanya dijual dan diproduksi di Bali, namun di berbagai daerah pun juga banyak yang memproduksinya. Mungkin dinamakan demikian karena bahannya yang menggunakan kain rayon yang identik dengan motif bunga-bunga seperti kain pantai (kain bali) yang biasa kita jumpai di pulau Bali.


Saat ini kain rayon yang biasa dipakai sebagai bahan mukena bali ini semakin mudah kita jumpai di pasaran. Jadi kita juga bisa membuat mukena bali sendiri di rumah tanpa harus pergi ke Bali untuk membeli kainnya, hehe. Pada umumnya kain ini identik dengan motif bunga-bunga di salah satu tepian sisinya, sedangkan di bagian lainnya tidak bermotif (polos). Namun ada juga yang bermotif di kedua tepi sisinya (bagian polos berada di tengah) dan juga ada yang full motif.

Bagi yang ingin berkreasi membuat mukena sendiri, langkah yang pertama harus dilakukan tentu adalah membuat pola kemudian memotong bahan (kain) sesuai dengan pola yang telah dibuat. Pada dasarnya pola dasar untuk membuat mukena bali sama dengan mukena biasa pada umumnya. Namun karena umumnya motif pada kain rayon (bahan untuk mukena bali) hanya berada di sebagian sisinya, terkadang membuat kita menjadi kebingungan untuk memotong pola mukena bali. Alih-alih bisa jadi salah potong dan gagal untuk menjahit mukena bali. Untuk teman-teman peminat mukena bali dan ingin membuatnya sendiri, berikut ini saya berikan tips untuk memotong pola mukena bali agar hasil mukena nantinya terlihat lebih menarik.

Lihat di sini jika ingin praktek membuat pola mukena untuk pemula.


Pola Pertama
Pada dasarnya cara memotong pola mukena bali sama seperti dengan cara memotong mukena pada umumnya. Untuk membuat bawahan mukena juga seperti biasa cukup siapkan kain yang telah diukur untuk menjadi bawahan mukena (berbentuk persegi panjang) dan sambungkan kedua sisinya dengan dijahit.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Pada gambar di atas ini (bagian atas) terdapat gambar ilustrasi kain rayon (bahan mukena bali) yang akan dijadikan atasan mukena. Untuk membuat pola dasar, lipat kain tersebut menjadi dua bagian, dan hasilnya akan nampak seperti gambar di bawahnya. Pada gambar tersebut, terlihat garis putus-putus berwarna merah (berbentuk seperti seperempat lingkaran) yaitu sebagai penanda untuk memotong kain yang akan dijadikan atasan mukena.

Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali

Setelah kain dipotong, hasilnya akan nampak seperti gambar di atas ini. Pola seperti ini adalah pola dasar mukena bali pada umumnya. Kita tinggal menambahkan pola untuk bagian ikat kepala dan bagian dagu.

Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali

Pola dasar inilah yang nantinya jika selesai dijahit maka akan menghasilkan mukena seperti pada gambar di atas ini, dimana pada bagian depan dari atasan mukena bermotif polos, sedangkan motif bunga-bunga berada di bagian belakang. Gambaran lebih jelasnya perhatikan pada gambar ilustrasi berikut ini.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Bentuk mukena bali dari pola pertama




Pola Kedua
Alternatif model lainnya,kita bisa membuat mukena bali dengan motif bunga-bunga berada pada bagian depan, mulai dari kepala hingga bagian dada ke bawah. Perbedaannya hanya terdapat pada letak pemotongan polanya. Perhatikan gambar berikut.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Jika pada pola pertama bagian kepala ada di sisi kain sebelah atas (bagian yang polos), maka untuk pola kedua bagian kepada berada di sisi kain sebelah bawah (bagian yang bermotif bunga). Cara memotongnya juga tinggal mengikuti garis putus-putus berwarna merah. Dan hasil akhir mukena yang selesai dijahit akan tampak seperti gambar ilustrasi di bawah ini.
Cara Memotong Pola untuk Membuat Mukena Bali
Bentuk mukena bali dari pola kedua

Menarik kan. Nah kalian lebih suka pola yang mana? Kalau saya sih suka keduanya. Kalau kalian sudah bisa membuat pola mukena, kita lanjut belajar membuat mukena di sini yuk. Selamat berkreasi ya.. :)

16:28 57 Comments

30 Nov 2015

Nasi Goreng Ndeso Cabe Hijau

Nasi goreng merupakan salah satu menu makanan favorit masyarakat Indonesia. Masakan ini bisa dijumpai hampir di setiap pedagang kaki lima hingga restoran bintang lima.

Nasi goreng memiliki banyak varian dan cita rasa, mulai dari nasi goreng jawa, nasi goreng  seafood ,nasi goreng babat, hingga nasi goreng pete. Kali ini saya akan membuat varian nasi goreng yang lebih sederhana. Ya, nasi goreng ndeso cabe hijau namanya.

Sesuai dengan namanya, menu nasi goreng ini adalah resep turun temurun dari keluarga saya yang berada di desa. Nasi goreng ndeso cabe hijau ini adalah masakan rumahan yang menggunakan bumbu yang sangat sederhana dan sedikit berbeda dengan varian yang lainnya dimana biasanya menggunakan tambahan cita rasa saus atau bumbu seasoning lainnya.



Jika diperhatikan, sekilas warna nasi goreng ini seperti nasi goreng hongkong. Berwarna pucat, karena tidak menambahkan saus atau kecap ke dalamnya. Yang khas dari masakan ini adalah rasanya yang dominan dengan bawang merah. Kalau begitu yuk kita simak saja cara membuatnya.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah :
Bahan utama : nasi putih

Bumbu (ulek kasar) :
- 6 siung bawang merah
- 1,5 siung bawang putih
- 4 buah cabe hijau
- 2 buah cabe rawit

Bumbu dan bahan pelengkap :
- minyak goreng
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- gula secukupnya
- potongan daun bawang
- bawang goreng

Cara membuatnya:
1. Panaskan minyak goreng secukupnya lalu tumis  bumbu yang telah dihaluskan / ulek kasar.
2. Masukkan nasi dan aduk rata. Goreng dengan tingkat kepanasan yang tinggi.
3. Tambahkan garam dan merica secukupnya, lalu tambahkan sedikit gula untuk menambahkan cita rasa gurih. Aduk hingga rata dan matang.
4. Nasi goreng siap disajikan, dan tambahkan sedikit taburan daun bawang serta bawang goreng diatasnya.


Selamat mencoba ya. Selagi hangat, nasi goreng ndeso cabe hijau ini lebih nikmat disantap bersama telur mata sapi. :)

20:34 42 Comments

Mengenal Jenis Tang untuk Membuat Aksesoris

Mengenal Jenis Tang untuk Membuat Aksesoris


 Tang atau plier adalah alat yang digunakan untuk mencengkram atau memegang suatu benda atau material yang keras, biasanya terbuat dari baja dan pemegangnya dilapisi dengan karet. Seperti yang kita ketahui, tang biasa digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pertukangan. Tapi tahukah kamu bahwa tang ini juga diperlukan di dalam dunia crafting.

Mengenal Jenis Tang untuk Membuat Aksesoris
5 jenis tang untuk aksesoris

Dalam dunia crafting atau kegiatan membuat kerajinan tangan, tang juga diperlukan khususnya untuk membuat aksesoris seperti gelang, kalung, bros, atau  beberapa kerajinan handmade yang salah satu bahannya menggunakan media berbahan besi atau logam sejenis, seperti kawat, rantai, ring, penjepit tali, dan lain sebagainya. Pada umumnya tang ini digunakan dalam membuat juntai pada bros, ataupun memasang dan merangkai manik-manik untuk membuat perhiasan (jewelry) yang lainnya. Jenis dan fungsi tang ini pun juga beragam, umumnya dikenal ada 5 macam jenis tang dalam membuat aksesoris. Berikut ini akan dijabarkan apa saja jenis dan kegunaan masing-masing tang untuk membuat aksesoris dalam crafting.



Round Nose Plier (Tang Pelintir)
Juga biasa disebut sebagai long nose plier. Seperti namanya tang ini seperti berhidung panjang atau memiliki moncong dengan bentuk permukaan bulat yang semakin mengecil ke ujungnya. Ini adalah tang yang wajib dimiliki untuk membuat beraneka ragam aksesoris. Fungsinya untuk membentuk loop (lengkungan / lingkaran ) pada kawat dan juga bisa dimanfaatkan untuk membuka ring.
Round Nose Plier (Tang Pelintir)
Umumnya digunakan untuk melengkungkan ujung kawat agar berbentuk bulatan, yang nantinya berfungsi untuk mengaitkan kawat tersebut ke kawat yang lainnya. Dengan seluruh bagian permukaannya yang bulat (tidak pipih) dan ukuran diameter yang semakin mengecil ke ujungnya, tang ini bisa membantu untuk melengkungkan kawat dalam berbagai ukuran yang diinginkan dengan mudah dan rapi, bahkan dalam ukuran yang terkecil sekalipun.



Flat Nose Plier (Tang Penjepit)
Tang ini berbentuk moncong pipih, serta permukaan bagian dalamnya berbentuk datar dan sedikit bergerigi rapat. Tang ini dapat berfungsi untuk menjepit kawat dan penjepit tali, serta dapat juga digunakan untuk merapatkan bagian sambungan kawat dan ring yang longgar. Terkadang juga dipakai bersamaan dengan tang pelintir saat akan membuat lengkungan pada kawat, dengan cara menggunakan tang flat nose di tangan kiri untuk menjepit badan kawat dan tangan kanan memegang tang round nose untuk melengkungkan ujung kawat.
Flat Nose Plier (Tang Penjepit)
Kawat yang terlanjur bengkok atau keriting karena kesalahan dalam merangkai kawat, juga dapat diluruskan kembali menggunakan flat nose plier ini. Cukup dengan cara menjepitkan kawat yang keriting secara memanjang pada permukaan bagian dalam tang yang datar. Selain itu tang ini juga bisa digunakan untuk membengkokkan kawat.

Pada pangkal bagian dalam tang ini juga terdapat bagian yang tajam seperti permukaan gunting. Bagian yang tajam ini juga bisa berfungsi untuk memotong kawat.



Bent Nose Plier (Tang Sudut)
Tang yang ini juga berbentuk moncong dengan bagian permukaan datar. Hanya saja bagian ujungnya bengkok dengan sudut kemiringan 45derajat.
Bent Nose Plier (Tang Sudut)
Secara fungsional, sebenarnya tang ini memiliki kegunaan yang sama dengan flat nose plier yaitu sebagai penjepit dan juga bisa berfungsi untuk membengkokkan kawat. Namun dengan memiliki bagian ujung yang bengkok, tang ini sangat membantu untuk mencapai bagian yang sulit dijangkau.



Diagonal Plier (Tang Potong)
Diagonal Plier (Tang Potong)
Tang ini juga biasa dikenal dengan cutting plier. Seperti namanya, dengan bidang permukaannya yang tajam tang ini digunakan untuk memotong kawat, senar dan juga tali yang kaku.



End Nipper Plier (Tang Catut)
Sebetulnya fungsi tang ini tidak jauh berbeda dengan diagonal cutting plier. Hanya saja bidang permukaan yang tajam tepat berada pada bagian depan mirip seperti alat pemotong kuku atau catut. Sesuai dengan namanya, tang ini biasa digunakan untuk memotong kelebihan sisa pada ujung kawat atau material.
End Nipper Plier (Tang Catut)
Dengan bilah pisau yang tepat berada pada bagian depan, menjadikan tang ini memudahkan untuk menjangkau dan berada sangat dekat (mepet) dengan permukaan ujung kawat yang akan dipotong. Dengan bentuknya yang lebih tebal dan kokoh, end nipper plier ini mampu memotong kawat yang lebih tebal dibandingkan dengan diagonal plier.



Berapa harga tang untuk membuat aksesoris ini?
Harga tang untuk aksesoris yang ditawarkan sangat beragam, bergantung pada bahan dan kualitas tang. Tang ini bisa didapatkan secara langsung maupun online di toko perlengkapan aksesoris. Biasanya 1 set tang (isi 5 buah) ini harganya berkisar antara Rp.50.000 hingga ratusan ribu rupiah, ada juga yang 1 set berisi 3 jenis tang dengan kisaran harga dibawah Rp.50.000. Tang untuk merangkai mutsin / manik ini juga dijual secara eceran biasanya sekitar Rp.15.000 per buah.

Tang yang saya miliki di atas kebetulan pegasnya terbuat dari lempengan besi yang saling bertemu di bagian tengah di bawah poros tang. Fungsi pegas ini adalah untuk meringankan penggunaan tang dalam membuka tutup mulut tang. Namun kualitas tang yang lebih baik dan awet digunakan adalah tang dengan bagian pegas di tengahnya berbentuk per kawat (spring).

Demikian penjelasan secara terperinci dalam mengenal jenis dan fungsi tang untuk membuat aksesoris di dalam dunia crafting. Dan agar semakin mudah untuk mengenalnya, di bawah ini merupakan infografik yang berupa rangkuman perbedaan jenis tang beserta fungsinya masing-masing.

Mengenal Jenis Tang untuk Membuat Aksesoris

Kelima jenis tang di atas sebenarnya tidak harus dimiliki semuanya. Tang yang wajib dimiliki untuk membuat aksesoris setidaknya minimal adalah dua jenis tang yaitu round nose plier dan flat nose plier. Kedua tang ini sebenarnya sudah cukup mewakili fungsi tang yang ada seperti menjepit, membuat loop, membengkokkan dan memotong kawat. Namun memang disarankan untuk memiliki tang yang lengkap dan lebih beragam jenis dan fungsinya, agar semakin mudah dalam membuat aksesoris terutama untuk aksesoris yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan teman-teman dalam dunia craft. Dan semoga juga bisa membantu pemula yang sedang kebingungan dalam menentukan tang jenis apa saja yang dibutuhkan untuk merangkai kebutuhan aksesoris.

Happy crafting.. ^__^

12:58 19 Comments

26 Nov 2015

10 Tanda Kamu Seorang Crafting Addict

Crafting atau kegiatan membuat kerajinan tangan tidak selalu identik dengan kaum ibu-ibu seperti yang kebanyakan kita ketahui, namun dari kalangan anak-anak hingga dewasa pun juga menggemari kegiatan yang mengasah kreatifitas ini. Bahkan tak sedikit pula kaum pria yang juga mendalami dunia crafting ini.

Dunia crafting yang cukup beragam jenis dan bentuknya, membuat semakin banyak orang menggemari kegiatan ini. Tidak hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, namun bagi sebagian orang crafting sudah menjadi hobi yang mendarah daging dalam dirinya. Bahkan sampai-sampai menganggap crafting adalah obat dari segala kejenuhan.

Yang seperti itu biasa disebut sebagai crafting addict. Seperti asal muasal arti kata addict yang berarti seseorang yang tidak dapat berhenti melakukan atau menggunakan sesuatu atau biasa disebut dengan pecandu.


10 Tanda Kamu Seorang Crafting Addict


Lalu bagaimana ciri atau tanda-tanda orang yang kecanduan crafting alias crafting addict? Yuk kita simak baik-baik. ;)

1. Rumah terisi dengan barang handmade
Tanda yang pertama bahwa kamu adalah seorang crafting addict adalah jika sebagian besar isi rumah kamu adalah barang-barang hasil kerajinan tangan atau handmade, terutama barang craft buatan kamu sendiri. Karena akan sangat tidak mungkin jika kamu benar-benar seorang pecinta handmade tapi kamu tidak pernah memiliki bahkan membuat barang yang sesuai dengan hobi yang kamu miliki. Entah itu peralatan perabot rumah, aksesoris bahkan pakaian kamu.

2. Punya 4 perlengkapan craft wajib
Jika kamu seorang crafter sejati, dapat dipastikan memiliki 4 senjata perang crafting berikut ini :
  - Alat potong    : baik berupa gunting atau cutter
  - Benang / tali   : seperti benang jahit, benang rajut, tali kor atau bahkan tali goni/rami
  - Jarum            : baik berupa jarum jahit, jarum rajut atau jarum pentul
  - Lem / perekat : seperti lem tembak dan perekat serbaguna

3. Betah di toko craft
Pecinta crafting tentu lebih senang dan bahagia jika diajak jalan-jalan ke toko bahan keperluan craft dan juga toko kain daripada window shopping ke department store. Bahkan mereka bisa sampai berjam-jam jika berada di toko craft tersebut walaupun ujung-ujungnya yang dibeli hanya sebungkus kancing. :p

4. Pernah recycle / makeover barang
Jangan ngaku hobi crafting jika kamu belum pernah melakukan daur ulang atau makeover suatu benda. Hampir dipastikan seorang yang hobi crafting ini pernah melakukannya walaupun setidaknya hanya melakukan permak celana kamu sendiri. :D

5. Suka menyimpan barang bekas
Jika kamu sudah pernah melakukan hal yang ke-4, berarti kamu pun juga mempunyai stok barang bekas entah itu berupa kain perca, kardus, botol, stik es krim, dan kawan-kawannya. Benar kan, benar dong..?

6. Sering melihat DIY
Crafting addict sudah pasti sering melihat acara-acara DIY (do it yourself) baik itu dari acara televisi maupun video Youtube. Atau bisa jadi suka membaca artikel dan juga buku yang berkaitan dengan kegiatan crafting.

7. Kurang butuh jasa tukang
Orang yang memiliki kecintaan pada crafting pasti juga suka membuat barang-barang craft atau benda hasil kerajinan tangan dan pasti punya segudang ide untuk diaplikasikan. Mereka bisa merangkap sebagai tukang permak, tukang kayu, atau bahkan tukang listrik barangkali, hehee. Bahkan jika ada barang di rumah yang rusak, maka dia selalu bisa diandalkan untuk memperbaikinya sendiri atau bahkan merubahnya menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat.

8. Punya segudang stok bahan craft
Hayo siapa crafter yang gak punya banyak stok bahan craft? Jika pergi ke toko craft, bisa dipastikan ada saja barang atau perlengkapan craft yang ingin dibeli walaupun belum akan digunakan. Seperti contohnya, crafter sewing atau orang yang hobi menjahit sudah pasti punya banyak stok kain tuh di rumah. Coba deh ditengokin isi lemarinya, banyakan baju atau kainnya? Yang penting dibeli dulu, dipakai atau tidaknya sih jadi urusan belakang. :p

9. Crafting bagaikan obat dari segala penyakit
Yang ini sih bagaikan pepatah "hidup tanpa crafting bagai taman tak berbunga". Segala macam kekacauan yang terjadi seharian hingga membuat stres, akan hilang dalam sekejap jika jemari kita menyentuh perlengkapan crafting.

10. Tidak asing dengan Etsy dan Pinterest
Nah siapa sih yang tidak tahu kedua situs ini? Hampir sebagian besar seorang pecinta crafting pasti sudah pernah membuka kedua situs ini. Ya kan?


10 Tanda Kamu Seorang Crafting Addict

Demikianlah ulasan tanda-tanda bahwa kamu adalah seorang crafting addict. Tentunya ini berdasarkan dari kacamata pandangan saya. Kalau saya sendiri sudah termasuk crafting addict belum ya? Ehm, kalau point pertama sih itu sudah pasti. Nah kalau kamu sendiri bagaimana, kamu seorang crafting addict kah?


20:51 80 Comments

Mengenal Kain Flanel

Dalam dunia crafting atau kerajinan tangan, nama kain flanel tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun bagi sebagian orang awam masih banyak yang belum mengenal apa itu kain flanel dan apa fungsinya. Yuk sini saya kenalin. :D

Mengenal Kain Flanel

Saya baru mengenal kain flanel kurang lebih baru sekitar 5 tahun yang lalu, dan pada saat itu sedang booming-boomingnya kain flanel untuk dijadikan sebagai aksesoris jepit rambut dan gantungan kunci. Tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada, sampai-sampai saya juga ikut memanfaatkan momen tersebut untuk membuat kalung handmade dari flanel dengan beraneka ragam bentuk yang saya pelajari secara otodidak. Kemudian hasilnya saya jual di online shop saya.

Bahkan karya saya yang paling laris saat itu adalah kalung flanel dengan liontin Upin Ipin, yang merupakan kesempatan emas bagi saya pada saat itu karena kebetulan memang Upin Ipin adalah tokoh kartun yang baru saja sedang ngehits dan digemari oleh banyak kalangan di kala itu. Alhamdulillah ya, ikut kecipratan berkahnya. :D

Kreasi kalung dari kain flanel
Kreasi kalung Upin Ipin dari bahan kain flanel

Seiring berjalannya waktu, bukan berarti sekarang ini kain flanel sudah kehilangan masa kejayaannya. Bahkan kain flanel ini sering dipakai sebagai bahan utama untuk tugas kerajinan murid-murid di sekolah dan juga masih sangat dibutuhkan oleh pemula yang ingin belajar crafting. Bagi yang belum mengenal apa itu kain flanel, di bawah ini akan saya berikan penjelasan tentang definisi kain flanel secara lebih terperinci, tentunya berdasarkan pengalaman yang saya miliki.


Apa itu kain flanel?
Agar tidak menjadi salah kaprah, sebelumnya saya ingin berbagi sedikit informasi tentang kain flanel di luar negeri. Di sana kain ini disebut dengan felt. Di luar negeri sendiri, kain felt justru berbeda dengan kain flannel (*perhatikan ejaan hurufnya), meskipun bahan utamanya sama-sama terbuat dari serat wol. Kain flannel pada umumnya digunakan untuk bahan membuat kemeja yang biasanya bermotif tartan atau kotak-kotak (di Indonesia juga biasa disebut dengan flannel/flanel). Jadi pada dasarnya kain flanel (bahan membuat kerajinan) itu berbeda dengan kain flannel (bahan membuat kemeja).

Sedangkan di Indonesia, yang dimaksud kain flanel yaitu bahan yang biasa dipergunakan untuk membuat barang craft atau kerajinan tangan adalah sama dengan kain felt (yang dikenal di luar negeri). Menurut Wikipedia, " flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, dibuat dengan proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis (tergantung bahan pembuatnya) ".

Kain flanel memiliki ketebalan dan kualitas yang bebeda-beda. Namun kini banyak dijumpai kain flanel yang agak sedikit tipis dari biasanya, bahkan kain flanel yang agak tebal justru semakin sulit didapatkan. Entahlah apakah karena terkena imbas harga sembako yang semakin naik atau tuntutan kehidupan ekonomi yang semakin tinggi. :D

Mengenal Kain Flanel
Tekstur kain flanel
Ciri-ciri atau tekstur kain flanel :
  - sangat tebal (dibanding jenis kain lainnya)
  - berserat seperti kapas
  - tidak bertiras (pinggiran kain tidak mudah mbrudul)
  - agak kaku
  - tidak ada motif tenunan benang



Apa kegunaan kain flanel?
Kain flanel biasa digunakan sebagai bahan utama kerajinan tangan dengan beraneka ragam bentuk. Pada awalnya kain flanel sering kali digunakan sebagai bahan aksesoris wanita seperti jepit rambut, bros hingga kalung.

Kreasi kalung dari kain flanel
Beberapa kreasi saya membuat kalung dari kain flanel
Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kreatifitas dari para crafter, kain flanel sudah semakin banyak dimanfaatkan untuk menjadi beraneka ragam fungsi yang lainnya, seperti untuk membuat :
  - amplop angpau lebaran,
  - pelapis celengan / tempat pensil,
  - boneka / finger doll,
  - gantungan kunci,
  - aksesoris untuk menghias pakaian atau mukena,
  - souvenir, dan lain sebagainya.


Di mana bisa mendapatkan kain flanel?
Kain flanel terdiri dari berbagai macam warna, ada yang polos dan juga bermotif. Namun kain flanel motif ini agak sulit ditemukan, karena masih jarang sekali yang menjualnya.

Untuk mendapatkan kain flanel sebenarnya cukup mudah. Kita bisa menemukan kain flanel di toko alat jahit terdekat, biasanya dijual lembaran dengan ukuran 20 x 20 cm dengan harga kisaran Rp. 1.500 - Rp. 2.500. Cukup terjangkau bukan? Cocok bagi pemula yang baru ingin belajar crafting atau anak sekolahan yang hanya untuk memanfaatkannya sebagai tugas prakarya di sekolah. Tapi kita juga bisa membelinya secara meteran jika membutuhkan dalam porsi yang banyak.

Bahkan kain flanel ini lebih sulit ditemukan di toko kain yang biasa menjual kain katun, sifon dan lain-lainnya. Jadi jika kalian ingin membeli kain flanel, sebaiknya kunjungi terlebih dahulu toko perlengkapan kerajinan atau toko alat jahit.

Jika menginginkan kain flanel dengan beraneka ragam motif, sebaiknya beli saja secara online. Justru kain flanel motif ini lebih mudah didapatkan di beberapa toko online yang menjual bahan kerajinan / bahan craft.


Apa kelebihan kain flanel?
Sebelum membahas kelebihannya, kain flanel juga tentu memiliki kekurangan, sama seperti kita manusia yang juga memiliki banyak kekurangan. Karena kesempurnaan hanya milik Allah. Loh loh apa hubungannya? :p

Mengenal Kain Flanel

Kekurangan kain flanel :
  - tidak dapat dijadikan bahan pakaian, karena bahannya yang tebal dan kaku
  - mudah kotor
  - masih jarang yang jual flanel bermotif

Kelebihan kain flanel :
  - mudah dibentuk, sekalipun dalam potongan yang sangat kecil
  - tidak perlu menjahit pinggiran kain
  - bisa dibeli dengan ukuran kecil (tidak harus meteran)
  - harga terjangkau


----------------------***----------------------


Kira-kira seperti itulah rincian kain flanel yang dapat saya jelaskan. Semoga bisa membantu teman-teman yang sedang kebingungan bagaimana rupa dan bentuk kain flanel. Khususnya bagi pemula yang ingin belajar crafting, saya sarankan untuk mencobalah terlebih dahulu membuat suatu kerajinan tangan dari bahan kain flanel ini.

Happy crafting.. (✿^__^ )

13:06 43 Comments

25 Nov 2015

Hanging Note dari Hanger Baju

Buku catatan atau dalam bahasa gaul biasa disebut notes sangat berperan penting bagi sebagian orang khususnya yang mempunyai banyak kegiatan di kesehariannya. Entah itu berupa jadwal kegiatan kerja, jadwal les, jadwal meeting, jadwal nge-date dengan selingkuhan pacar, catatan pesanan / orderan, catatan belanja, bahkan catatan hutang piutang pun sering tercatat di dalam note. Bahkan bagi sebagian orang khususnya bagi mereka yang mempunyai sifat pelupa *termasuk saya*, note tidak bisa lepas dari genggamannya.


Hanging Note dari Hanger Baju


Selain berbentuk buku saku yang imut dan mungil, note juga bisa berupa aplikasi note di ponsel. Selain itu juga bisa berupa catatan kecil yang berupa lembaran kertas yang biasanya ditempelkan di dinding ataupun kulkas. Menurut saya sih lebih kepada kesukaan pribadi masing-masing, boleh juga jika note ini ingin ditempelkan di jidat masing-masing agar semakin melekat di ingatan. :p

Sebelum semakin ngaco ngomongnya, kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang membuat hanging note sederhana yang juga bisa berfungsi sebagai hiasan dinding. Jadi saya membuat DIY hanging note yang dikemas dengan cantik dan imut agar lebih sedap dipandang mata. Dan sesuai namanya yang berarti "note yang digantung" maka saya membuatnya dari hanger / gantungan baju sebagai media gantungan untuk note tersebut.

Pembuatan hanging note ini hanya memerlukan bahan-bahan sederhana seperti :

  1. hanger pakaian
  2. renda / lace
  3. sedikit kain perca
  4. lem tembak
  5. binder clip

Hanging Note dari Hanger Baju


Cara membuatnya cukup mudah sekali, cukup balut hanger menggunakan renda yang telah tersedia sesuai selera dan rekatkan menggunakan lem tembak, hingga seluruh bagian hanger tertutupi oleh renda.  Kemudian buat bentuk pita / bow menggunakan renda yang sama dan ikat bagian tengahnya menggunakan kain perca. Tempelkan pita yang sudah dibuat tadi di bawah bagian gantungan hanger menggunakan lem tembak. Dan hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Hanging Note dari Hanger Baju


Kita tinggal menjepitkan binder clip di bagian bawah hanger, sekaligus untuk menjepitkan note-nya. Kalian juga bisa menggunakan binder clip dengan warna senada dengan renda agar terlihat lebih cantik. Cukup mudah kan? Hanger ini juga bisa loh kita manfaatkan menjadi hanging picture alias media untuk menggantung foto pribadi kamu sekaligus jadi hiasan dinding di kamar.

Happy crafting :)


17:33 17 Comments

20 Nov 2015

Mempercantik Foto Object dengan Stick Drawing

Hasil foto atau gambar object yang indah tentu akan lebih menarik perhatian bagi siapapun yang memandangnya. Namun saat melakukan pengambilan gambar, terkadang kita tidak selalu mendapatkan hasil yang bagus dikarenakan beberapa faktor seperti angle/posisi pengambilan gambar, cuaca, cahaya maupun jenis kamera.

Terlebih jika foto yang diambil hasilnya tetap kurang memuaskan, apalagi seperti saya ini yang memang bukan ahli photography, biasanya saya mengambil jalan pintas dengan cara mengedit foto tersebut. Cara yang biasa digunakan untuk mengedit foto menjadi lebih indah dan menawan adalah menggunakan beberapa aplikasi photo editor baik dari aplikasi ponsel seperti PicsArt, Pixlr, dan lain-lainnya, maupun aplikasi pada komputer seperti Photoshop.




Tapi kali ini saya mencoba memakai ilmu iseng saya dengan menambahkan beberapa guratan garis pada object foto yang saya miliki. Kebetulan gambar di atas sebenarnya adalah foto dari rok hasil makeover dress lama yang tidak terpakai.

Saya mencoba membuat gambar seorang wanita menggunakan aplikasi Corel Draw dengan teknik stick drawing yaitu gambar object yang hanya terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan bagian object yamg bersangkutan. Dan gambar stick figure tersebut saya kombinasikan dengan foto rok yang juga saya manfaatkan sebagai pakaiannya. Selain itu saya tambahkan aksesori payung dan bunga sebagai pemanis. Cocok untuk menggambarkan hati saya yang sedang berbunga-bunga di tengah musim hujan ini, hahaha.. :D

Karena saya sudah lama tidak menggambar menggunakan aplikasi Corel, membuatnya pun cukup memakan waktu yang lumayan agak lama, kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Belum lagi ditambahkan dengan waktu untuk memikirkan desain dan idenya yang bisa jadi memakan waktu sekitar 2 jam. :D

Tertarik untuk mencoba? Atau mungkin tertarik untuk dibuatkan gambar stick drawing yang serupa? Silakan japri saya ya.. *wani piro..? :p




17:43 119 Comments

Membuat Rok dari Dress Lama yang Tidak Terpakai



Punya dress lama yang sudah tidak terpakai karena sudah usang, kependekan atau modelnya jadul? Tapi masih sayang untuk diberikan ke orang lain karena punya kenangan yang berarti. Daripada bingung harus bagaimana, yuk ikut aku memanfaatkan dress lama ini menjadi sebuah rok.

Kebetulan maxidress milik saya ini sedikit kependekan dan modelnya juga kurang pas buat emak-emak anak muda seperti saya, sehingga dress ini jarang sekali saya pakai. Setelah saya ukur, ternyata masih bisa untuk dimanfaatkan menjadi sebuah rok. Lumayan lah, daripada mubadzir gak kepakai kan..? :D

Maxidress atau dress panjang ini akan saya makeover menjadi rok panjang. Kalian juga bisa memanfaatkan dress pendek kamu untuk menjadi rok pendek, dengan mengikuti langkah-langkahnya seperti berikut ini :


Langkah Pertama
Ukur panjang rok yang diinginkan kemudian potong. Pada dress milik saya ini, saya potong tepat pada tanda garis putus-putus berwarna biru seperti pada gambar berikut.

Langkah Kedua
Siapkan karet elastik dengan panjang ½ dari lingkar pinggang pada rok. Atau sesuaikan dengan lingkar pinggang kita dan kurangi 15-20cm. Karena saya ingin membuat rok yang mudah dan praktis, maka saya tidak membuat ban pinggang secara terpisah. Jadi saya membuat lipatan pada bagian atas rok tersebut untuk dimanfaatkan sebagai ban pinggang elastis.


Caranya adalah dengan membuat lipatan pada bagian pinggang, lipat sebanyak 2 kali seperti membuat kelim, untuk membuat ban pinggang elastis. Sesuaikan ukuran lebar lipatan dengan lebar karet elastik yang akan dipakai. Lebihkan lebar ban pinggang sebesar 0,5cm dari lebar karet elastik.



Langkah Ketiga
Jahit sekeliling pinggir lipatan ban pinggang seperti gambar A. Sisakan ruang sedikit sekitar 3cm untuk memasukkan karet elastik.

Sambungkan dengan jahitan di kedua ujung karet elastik setelah karet elastik telah dimasukkan di dalam ban pinggang seperti gambar B. Jangan lupa untuk menutup sisa ruang ban pinggang tadi dengan jahitan. Kemudian tarik-tarik ban pinggang yang sudah terisi karet elastik hingga kerutan ban pinggang menjadi rata. Atur dan ratakan karet elastik agar merapat di bagian bawah ban pinggang atau bekas jahitan tadi, kemudian tahan dengan beberapa jarum pentul seperti gambar C, sehingga ada sisa ruang selebar 0,5cm di bagian atas ban pinggang yang tidak terisi karet elastik.


Langkah Keempat
Jahit bagian tengah ban pinggang yang terisi karet elastik seperti pada gambar D. Selagi menjahit, lakukan sambil menarik total bagian ban pinggang hingga tidak berkerut.

Cara ini dilakukan agar karet elastik tidak bergeser dan terlipat selagi dipakai. Selain itu juga agar ban pinggang pada rok terlihat lebih rapi.


Langkah Kelima
Langkah terakhir adalah dengan menjahit sekeliling bagian tepi ban pinggang yang tidak terisi karet elastik. Lakukan juga dengan cara yang sama seperti gambar D dengan cara menarik ban pinggang hingga tidak ada kerutan selagi menjahit.
Lakukan secara perlahan agar karet elastik tidak ikut terjahit. Dan hasilnya seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Nah rok yang saya buat dari dress tadi sudah jadi nih. Siap dipakai untuk bersantai di rumah. Ah iya, foto rok ini juga saya manfaatkan sebagai object untuk menyalurkan hobi saya dalam menggambar loh. Saya iseng-iseng mencoba untuk mempercantik foto object dengan stick drawing menggunakan aplikasi Corel Draw. Yang juga hobi menggambar, yuk ikutan mencoba. ;)


Happy sewing ..  \^○^/

16:56 17 Comments